Medan – Polisi berhasil menyelamatkan seorang remaja perempuan berinisial AOS (18) yang menjadi korban penculikan oleh kelompok bersenjata di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara. Dugaan awal mengarah pada motif utang bisnis narkoba yang melibatkan kakak korban.
AOS ditemukan di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) setelah beberapa hari disekap oleh para pelaku. Sebelumnya, komplotan tersebut sempat meminta uang tebusan sebesar Rp 400 juta, yang diduga merupakan hasil transaksi narkoba yang belum diselesaikan oleh kakak korban.
“Dari keterangan pelaku, abang korban memiliki utang kepada mereka yang berkaitan dengan bisnis narkoba,” ungkap Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Teuku Rivanda Ikhsan, Jumat (22/11/2024).
Saat ini, polisi telah menangkap tiga pelaku, sementara tiga pelaku lainnya, termasuk aktor utama, masih dalam pengejaran. “Kami berhasil mengamankan tiga orang, dan ada tiga lainnya yang masih buron. Pelaku utama diduga termasuk di antara yang masih kami kejar,” tambah Rivanda.
Peristiwa penculikan terjadi pada Minggu (17/11) di Jalan Pandawa, Lingkungan IV Wonosari, Kecamatan Kualuh Hulu. Kelompok bersenjata masuk ke rumah korban dan langsung membawa AOS secara paksa.
Keluarga korban segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kualuh Hulu, yang kemudian berkoordinasi dengan tim Polres Labuhanbatu untuk melacak keberadaan korban. AOS akhirnya ditemukan di Sumatera Barat pada Rabu (20/11) dalam kondisi selamat.
Saat ini, AOS telah kembali ke keluarganya, dan kondisi fisik serta mentalnya perlahan membaik. “Korban sudah bersama keluarganya, dan keadaannya semakin membaik,” ujar Rivanda.
Lebih lanjut, polisi menduga kasus ini berkaitan erat dengan sindikat narkoba, mengingat adanya dugaan keterlibatan keluarga korban dalam jaringan tersebut. Permasalahan internal antara keluarga korban dan para pelaku disebut menjadi pemicu penculikan ini.
“Diduga, keluarga korban terlibat dalam jaringan narkoba. Masalah yang tidak terselesaikan akhirnya memicu aksi penculikan ini,” jelas Rivanda.
Polisi terus mengusut tuntas kasus ini, termasuk memburu pelaku yang masih buron, untuk mengungkap lebih jauh keterlibatan jaringan narkoba dalam aksi penculikan ini.






