Rupiah Tembus Rp17.400, Perry Warjiyo Hanya Lambaikan Tangan Usai Rapat

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, saat keluar usai menghadiri pertemuan tertutup di kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (5/5/2026). Perry hanya melambaikan tangan dan menjawab singkat

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, saat keluar usai menghadiri pertemuan tertutup di kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (5/5/2026). Perry hanya melambaikan tangan dan menjawab singkat "Makasih" saat diserbu awak media, di tengah kondisi rupiah yang tertekan hingga tembus Rp17.400 per dolar AS. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memilih untuk tidak memberikan keterangan pers usai menghadiri pertemuan tertutup di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (5/5/2026). Kehadiran Perry dalam rapat tersebut terjadi tepat saat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus tertekan dan tembus level psikologis Rp17.400.

Dalam pantauan di lokasi, pertemuan penting ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi ekonomi lainnya. Di antaranya adalah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi.

Rapat yang dipimpin oleh Menko Airlangga Hartarto ini disinyalir membahas berbagai isu strategis, termasuk data pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I tahun 2026 yang tercatat mencapai 5,61 persen, serta kondisi terkini pasar keuangan.

Setelah rapat berlangsung, Perry Warjiyo terlihat keluar dari gedung sekitar pukul 12.07 WIB. Saat diserbu awak media yang menantikan penjelasan resmi, ia hanya melambaikan tangan dan berlalu dengan cepat tanpa bersedia menjawab pertanyaan.

BACA JUGA:  Ijazah Palsu: Berkas Jokowi Dilimpahkan

“Makasih,” jawab Perry singkat dan padat saat disapa wartawan.

Sikap diam ini terjadi di tengah tekanan yang semakin kuat terhadap nilai tukar rupiah. Hingga pukul 13.25 WIB pada hari yang sama, mata uang garuda tercatat melemah 0,26 persen dan berada di posisi Rp17.438 per dolar AS.

Merespons kondisi tersebut, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset BI, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan bahwa depresiasi yang terjadi saat ini lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal.

Menurutnya, meningkatnya ketidakpastian di kancah global membuat investor cenderung mencari perlindungan pada aset aman (safe haven), yang pada akhirnya menguatkan posisi dolar AS dan menekan mata uang negara berkembang.

“Pergerakan rupiah masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya,” ujar Erwin dalam keterangan resminya. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan yang dialami rupiah juga dirasakan oleh banyak negara lain seiring dengan meningkatnya tensi geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah.

BACA JUGA:  Indonesia Dinominasikan Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026, Bukti Kepercayaan Asia Pasifik

Meski demikian, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap aktif berintervensi di pasar. Tujuannya adalah untuk menjamin stabilitas nilai tukar agar tetap bergerak sesuai dengan nilai fundamental ekonominya.

Berbagai instrumen kebijakan akan dioptimalkan untuk meredam gejolak yang terjadi. Langkah yang akan ditempuh meliputi transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Dengan kombinasi berbagai instrumen ini, otoritas moneter berharap dapat menjaga stabilitas sistem keuangan dan meminimalkan dampak negatif dari volatilitas nilai tukar terhadap perekonomian nasional. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Hadiri Penyerahan Rp13,2 Triliun & 259.230 Hektare Hutan Satgas PKH di Kejagung
Satgas PKH Serahkan Rp13,2 Triliun & Pulihkan 259.230 Hektare Hutan ke Negara
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Sisa Energi Diduga Jadi Pemicu, Status Tetap Waspada
DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU, 23 Bab 313 Pasal
Imipas Dalami Dugaan Pegawai Rutan Depok Bantu Sediakan Narkoba & Perlengkapan Pesta Viral
Kepala Lapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Diberhentikan dari ASN, 17 Pejabat Dijatuhi Sanksi
Prabowo di HUT ke-81 TNI: Utamakan Prestasi, Bukan Senioritas, Perkuat Sinergi dengan Rakyat
Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Pratikno Jadi Ketua, Hatta Rajasa Wakil Ketua
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Prabowo Hadiri Penyerahan Rp13,2 Triliun & 259.230 Hektare Hutan Satgas PKH di Kejagung

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Satgas PKH Serahkan Rp13,2 Triliun & Pulihkan 259.230 Hektare Hutan ke Negara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Sisa Energi Diduga Jadi Pemicu, Status Tetap Waspada

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:50 WIB

DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU, 23 Bab 313 Pasal

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Imipas Dalami Dugaan Pegawai Rutan Depok Bantu Sediakan Narkoba & Perlengkapan Pesta Viral

Berita Terbaru

Foto: Dok. Mediadelegasi.

Kabupaten Deli Serdang

Belum Lupa Kasus Karo, Kini Dapur MBG Klambir Lima Dekat Kandang Ayam

Selasa, 6 Okt 2026 - 16:08 WIB