Secara nasional, BPS membutuhkan sekitar 190.000 petugas sensus untuk menjalankan kegiatan tersebut. Khusus di wilayah Sumatera Utara, diperkirakan dibutuhkan sekitar 13.000 petugas untuk mendata seluruh unit usaha nonpertanian.
Asim menjelaskan bahwa para petugas akan direkrut dari berbagai kalangan, seperti mahasiswa, dosen, akademisi, hingga masyarakat umum yang memenuhi kriteria. Program ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi melalui kegiatan padat karya.
Proses rekrutmen dijadwalkan dimulai pada April 2026. Setelah itu, para petugas akan mengikuti pelatihan intensif selama tiga minggu sebelum diterjunkan ke lapangan.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sendiri direncanakan berlangsung pada Mei hingga Juli 2026. Dalam kegiatan ini, BPS akan mendata seluruh usaha di sektor nonpertanian untuk memperoleh gambaran struktur ekonomi yang lebih lengkap.
Sebagai informasi, sensus ekonomi dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Pada Sensus Ekonomi 2016 lalu tercatat sekitar 1,18 juta usaha atau perusahaan nonpertanian di Sumatera Utara yang tersebar dalam 13 kategori lapangan usaha sesuai klasifikasi yang berlaku. Data terbaru dari sensus 2026 diharapkan mampu memberikan gambaran lebih akurat mengenai perkembangan ekonomi daerah. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.








