Shell Lepas Bisnis SPBU di Indonesia, Tetap Fokus pada Energi Bersih

Selasa, 27 Mei 2025 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ist.

Foto : Ist.

Medan-Mediadelegasi : Shell Indonesia resmi mengumumkan pengalihan kepemilikan seluruh bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia. Keputusan ini menjadi bagian dari strategi global Shell Plc dalam merombak portofolio bisnisnya untuk menghadapi tantangan dan peluang transisi energi dunia.

Shell memutuskan untuk fokus pada pengembangan energi bersih dan bisnis pelumas di pasar Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mencapai net-zero emission pada 2050. Indonesia tetap menjadi pasar pertumbuhan utama untuk bisnis pelumas Shell.

Bisnis SPBU Shell resmi diambil alih oleh Citadel Pacific Limited dan Sefas Group. Kedua entitas ini memiliki pengalaman dan jaringan kuat dalam sektor energi dan distribusi. Shell akan tetap digunakan pada jaringan SPBU di Indonesia meski kepemilikannya telah berpindah tangan melalui model lisensi merek.

Kegiatan operasional bisnis SPBU Shell akan tetap berlangsung seperti biasa hingga proses pengalihan rampung. Pelanggan tetap bisa mengakses produk BBM Shell tanpa perubahan dari sisi kualitas maupun layanan. Tim operasional yang melayani konsumen di lapangan pun akan tetap sama.

BACA JUGA:  Dekranasda Kota Medan Apresiasi Fashion Show

Shell memiliki strategi global untuk memperkuat posisinya di bisnis gas alam cair (LNG) dengan target pertumbuhan penjualan 4-5 persen per tahun hingga 2030. Perusahaan juga menargetkan pengembangan bisnis energi terbarukan dan solusi rendah karbon.

Namun, strategi Shell mungkin belum tentu relevan dalam konteks pasar Indonesia saat ini, di mana bahan bakar minyak (BBM) rendah emisi belum sepopuler BBM dengan harga terjangkau. Shell sepertinya juga melihat peluang lain dalam lini bisnis rendah karbon.

Pergeseran arah strategi global Shell dan adopsi kendaraan listrik yang semakin cepat mungkin menjadi faktor besar dalam pengambilan keputusan bisnis. Dalam tiga tahun terakhir, adopsi kendaraan listrik di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat.

Meskipun demikian, peluang untuk memperluas pasar di bisnis SPBU masih terbuka. Dengan jumlah kendaraan bermotor yang mencapai 140 juta di tahun lalu, sementara jumlah SPBU hanya sebanyak 16.731, rasio SPBU terhadap jumlah kendaraan mencapai 1:8.370.

BACA JUGA:  Upaya Pemberantasan Premanisme di Indonesia: Fokus pada Aksi, Bukan Pembubaran Ormas

Sektor hilir migas di Indonesia telah lama didominasi oleh Pertamina. Sebagai perusahaan pelat merah, Pertamina punya keunggulan dalam akses infrastruktur, jaringan distribusi, hingga posisi strategis dalam menentukan harga jual BBM.

Ketimpangan persaingan antara Pertamina dan pemain swasta seperti Shell terlihat dari data distribusi SPBU resmi. Dari total 16.731 SPBU yang memiliki izin, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan 13.590 SPBU atau sekitar 81 persen dari total populasi.

Akses terbatas ke BBM subsidi, kendala regulasi, hingga skala dan infrastruktur yang kalah jauh dari Pertamina membuat margin keuntungan SPBU swasta menjadi kian tipis.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai bahwa perusahaan seperti Shell mungkin melihat daripada dia pusing dengan ekspansi dan memilih untuk tidak berjualan lagi. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Sekadar Rayakan HUT Golkar, Maruli Siahaan Hadirkan Kepedulian untuk 200 Pejuang Kehidupan di Medan
BPK Bongkar Masalah Beton Lapangan Merdeka Medan, Rp27,83 Miliar Jadi Sorotan
Miliaran Rupiah untuk BBM, BPK Temukan Masalah di Dishub Medan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak
Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa
Satu Barisan Lawan Narkoba, Golkar Sumut Siap Bersinergi dengan Polda Sumut
HUT ke-62 Golkar: Andar Amin Harahap Pimpin Ziarah di TMP Medan
BMKG: 1.297 Titik Panas Terdeteksi, Sumatera Paling Banyak, Asap Menyebar Luas
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Tak Sekadar Rayakan HUT Golkar, Maruli Siahaan Hadirkan Kepedulian untuk 200 Pejuang Kehidupan di Medan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:40 WIB

BPK Bongkar Masalah Beton Lapangan Merdeka Medan, Rp27,83 Miliar Jadi Sorotan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Miliaran Rupiah untuk BBM, BPK Temukan Masalah di Dishub Medan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa

Berita Terbaru

Pengurus BWI Perwakilan Deli Serdang  Periode 2026-2029 usai dilantik Bupati Deli Serdang, Senin (2/11). Foto: dok-bwi-ds

Kabupaten Deli Serdang

BWI Deli Serdang Didorong Kembangkan Wakaf Produktif untuk Kesejahteraan Umat

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:26 WIB