Sarjono juga menepis spekulasi publik mengenai adanya tekanan tertentu di balik penyerahan kasus ini dari KPK ke Kejagung. Ia menegaskan bahwa tidak ada persaingan antarlembaga, melainkan murni bentuk sinergi dalam menjalankan fungsi penegakan hukum di Indonesia.
Kronologi kasus ini bermula ketika tim KPK melakukan pergerakan sejak Rabu sore hingga malam hari di dua lokasi berbeda. Selain menangkap satu aparat penegak hukum, petugas juga menciduk dua orang penasihat hukum serta enam orang dari pihak swasta yang diduga kuat sebagai pemberi atau perantara suap.
Dalam rangkaian OTT tersebut, tim penyidik KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 900 juta. Uang tersebut diduga merupakan bagian dari komitmen fee terkait penanganan sebuah perkara yang sedang berjalan di wilayah hukum Banten.
Meskipun penanganan kini berpindah tangan, publik tetap menaruh harapan besar agar proses hukum berjalan objektif. Kejagung berkomitmen untuk segera menindaklanjuti status hukum para tersangka dan memaparkan konstruksi perkara secara lengkap kepada masyarakat dalam waktu dekat. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.







