Kedua siswa tersebut kemudian segera dilarikan ke RS Siti Khodijah Sepanjang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dari tim dokter.
Pihak keluarga menyebut perwakilan dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut telah mendatangi keluarga dan sekolah untuk menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.
Perwakilan militer juga menyatakan kesiapan untuk membantu proses penyembuhan korban. Mereka disebut berkomitmen mendukung pemulihan medis hingga kondisi korban membaik.
Meski demikian, keluarga korban mengaku sempat diminta menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan dan tidak menyebarluaskan kejadian itu ke publik.
Sementara itu, pihak Korps Marinir menyatakan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan asal peluru yang mengenai para siswa tersebut. Hingga kini belum dapat dipastikan apakah peluru tersebut benar berasal dari kegiatan latihan militer di kawasan Karangpilang (Dilansir dari news.okezone.com)/. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.







