Medan-Mediadelegasi: Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (23/4), menggelar Rapat Kerja (Raker) I berlangsung di Hotel Madani Medan.
Raker I ini turut membahas berbagai program kerja hingga satu tahun ke depan, di antaranya terkait Peraturan Organisasi (PO) tentang keanggotaan SMSI, termasuk untuk memeriahkan Hari Pers Nasional 2023 yang akan berlangsung di Sumatera Utara.
Selain itu, SMSI Sumut juga getol mendorong verifikasi faktual bagi seluruh anggota SMSI Sumut yang kini terdata berjumlah 145 perusahaan Media Online dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara.
Meski ada sebagian perwakilan SMSI kabupaten yang tidak bisa menghadiri acara, namun telah menyatakan tetap mendukung apapun keputusan Rakerda.
“SMSI organisasi baru yang tahun 2017 orang tak tau apa itu SMSI, sekarang menjadi organisasi terbesar di dunia,” kata Ketua SMSI Sumut Zulfikar Tanjung dalam sambutannya.
Dia juga tak membantah SMSI dilahirkan dari Persatuan Wartawan Indonesia. Karena itu untuk mensukseskan Hari Pers Nasional tahun mendatang, dikatakan SMSI ikut bersama PWI.
“Kita satu komando bersama PWI Sumut mensukseskan HPN 2023, itu sudah menjadi kesepakatan organisasi kita, kita bukan mendukung tapi ikut melebur mensukseskan HPN,” kata Zulfikar.
Dikatakan, SMSI sudah menjadi konstituen Dewan Pers sejak tahun 2020 lalu. Seiring perkembangan Media Siber diakui sudah sangat pesat.
Zulfikar menyebut beberapa peraturan pendirian Media Siber sudah digodok di DPR RI, dan salah satu yang urgen dikritisi SMSI adalah pasal terkait pendirian Media Siber yang harus memiliki modal di setor Rp500 juta.
“SMSI minta pasal ini dihapus karena hanya menguntungkan pemilik modal besar. Terkait modal Rp500 juta ini kita belum terima. Tapi kalau dasar harus profesional, harus UKW, barang kali masih bisa di tolerir,” kata Zulfikar.
Untuk itu dia mengajak SMSI harus kompak, karena saat ini jaringan SMSI sudah sampai ke daerah-daerah. “Media-media besar sulit menjangkau materi berita yang sampai di daerah-daerah. Oleh karena itu kita harus kompak,” ujarnya.