Makkah-Mediadelegasi: Kabar yang mencemaskan kembali datang dari pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi. Sudah tujuh hari sejak peristiwa hilang, keberadaan Muhammad Firdaus Ahlan, seorang jemaah haji asal Indonesia, belum juga diketahui dan ditemukan. Pencarian terus digencarkan di berbagai titik kawasan suci Makkah, namun hasilnya belum membuahkan hasil.
Peristiwa bermula pada hari Jumat, 15 Mei 2026, sekitar pukul 09.04 waktu setempat. Saat itu, Firdaus terlihat meninggalkan tempat penginapan atau hotelnya sendirian. Sejak saat itu, ia tidak kembali lagi ke kamarnya dan jejaknya sempat menghilang, membuat keluarga dan petugas keamanan segera bergerak melakukan pencarian besar-besaran.
Berdasarkan penelusuran dari rekaman CCTV yang terpasang di sekitar pemondokan, terungkap jejak terakhir pergerakan Firdaus. Dalam rekaman tersebut, terlihat ia sempat berhenti sejenak dan terlihat menanyakan arah menuju masjid kepada orang-orang di sekitar lokasi, sebelum akhirnya berjalan menjauh meninggalkan kawasan penginapannya yang berada di wilayah Misfalah, Makkah.
Keterangan lebih rinci mengenai kebiasaan dan kondisi kesehatan suaminya disampaikan oleh sang istri, Nafsiah Nawan, yang juga turut menjalankan ibadah haji. Dalam wawancara bersama tim Media Center Haji di Makkah pada Selasa, 19 Mei 2026, Nafsiah menceritakan bahwa keseharian Firdaus sangat sederhana dan hanya berpusat pada ibadah saja.
“Itu saja kegiatannya. Pulang, salat, tidur,” ungkap Nafsiah menggambarkan rutinitas suaminya yang sangat terbatas. Ia menjelaskan bahwa Firdaus jarang beraktivitas jauh dan hanya berjalan-jalan sebatas di lingkungan sekitar hotel saja. Selama ini, gerak-geriknya selalu dapat dipantau karena tidak pernah pergi ke tempat yang jauh atau asing baginya.
Nafsiah juga membuka informasi mengenai riwayat kesehatan suaminya yang menjadi perhatian serius. Firdaus diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes, serta gangguan pada sistem saraf yang berdampak langsung pada kemampuan berjalan. Kondisi ini membuat langkah kakinya cenderung lambat, lemah, dan tidak stabil, terutama jika harus menempuh perjalanan dengan jarak yang cukup jauh.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan istri dan hasil pengecekan rekaman CCTV hotel, Firdaus terlihat keluar dari pemondokan lalu berjalan ke arah kanan. Ia sempat berhenti di area depan gedung dan sempat bertanya pada seseorang di sana. “Di CCTV terdengar dia tanya, ‘Masjid di mana?’” kenang Nafsiah menceritakan apa yang terekam alat pemantau.
Setelah momen itu, Firdaus terus berjalan menjauh dan tidak kembali lagi ke arah hotel. Keterbatasan jangkauan kamera pengawas membuat rekaman tidak bisa melacak ke mana arah tujuannya selanjutnya. CCTV hanya merekam hingga batas wilayah tertentu di sekitar gedung, sehingga jejaknya terputus di titik tersebut.
Saat terakhir kali terlihat dalam rekaman maupun diingat oleh orang sekitar, Firdaus mengenakan baju koko berwarna putih, sarung bermotif kotak-kotak berwarna hitam, serta sandal jepit. Kehilangan suaminya baru disadari sepenuhnya oleh Nafsiah beberapa jam setelah waktu salat Asar, saat Firdaus tak kunjung kembali ke kamar penginapan.
Awalnya, Nafsiah sempat berpikir positif dan mengira suaminya masih berada di sekitar area hotel atau sedang berkumpul bersama jemaah lain. Namun, setelah menunggu cukup lama dan keadaan belum berubah, kekhawatiran mulai muncul. Ia segera melaporkan dan bersama keluarga serta petugas hotel melakukan pencarian keliling di sekitar penginapan hingga ke kawasan Masjidil Haram.
Keluarga besar di Indonesia pun segera dihubungi untuk turut membantu proses pencarian melalui jaringan keluarga dan informasi. Sementara itu, Nafsiah mengaku sejak kejadian ia tidak bisa beristirahat dengan tenang. “Saya nggak bisa tidur, mikirin dia di mana,” ungkapnya dengan nada cemas namun tetap berusaha tegar.
Ia sempat memiliki keinginan kuat untuk ikut serta turun langsung mencari ke luar hotel, namun niat itu dicegah oleh anggota keluarga lainnya. Hal ini dikarenakan kondisi kesehatan Nafsiah sendiri dan kekhawatiran besar bahwa ia justru bisa tersesat atau mengalami hal serupa. Akhirnya, ia memilih menunggu di penginapan sambil terus memantau informasi dari petugas.
Meski diliputi kecemasan, Nafsiah tetap berusaha menjaga keyakinan dan berharap kabar baik segera datang. Ia pun meminta doa dari seluruh pihak. “Tolong jangan berhenti doa, setiap malam keluarga juga rutin,” ucapnya berharap agar suaminya segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Muhammad Firdaus Ahlan tercatat sebagai anggota kloter JKG 27 Rombongan 1 yang dibawa oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Imam Bonjol Jakarta. Ketua Bidang Media Center Haji PPIH Arab Saudi, Ichsan Marsha, menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas kejadian ini dan menegaskan bahwa operasi pencarian telah digulirkan sejak laporan pertama diterima.
Dalam perkembangannya, tim pencarian gabungan telah memperluas jangkauan penyisiran ke berbagai titik krusial di kota Makkah. Mulai dari kawasan perhotelan, jalur-jalur utama, kawasan sekitar Masjidil Haram, hingga berbagai fasilitas kesehatan dan rumah sakit diperiksa demi menemukan jejak Firdaus.
“Kami memastikan proses pencarian dilakukan secara serius, menyeluruh dan terus berlanjut hingga saat ini,” tegas Ichsan saat memberikan keterangan pers di Makkah pada Rabu, 20 Mei 2026. Ia menjelaskan laporan resmi kehilangan masuk lewat sistem Kanal Kawal Haji pada keesokan harinya, Sabtu 16 Mei, dengan catatan penting bahwa jemaah pergi tanpa membawa kartu identitas apa pun.
PPIH telah membentuk beberapa tim khusus yang disebar ke lokasi strategis. Bahkan, tim bantuan tambahan dari unsur Perlindungan Jemaah (Linjam) Madinah turut diterjunkan untuk memperluas radius pencarian. Selain pencarian fisik, pengecekan data pasien juga dilakukan ke seluruh rumah sakit di Makkah untuk mengantisipasi kemungkinan Firdaus dirawat darurat.
Upaya tidak berhenti di situ saja. Pihak penyelenggara haji juga telah berkoordinasi erat dengan kepolisian Arab Saudi serta menerbitkan surat laporan kehilangan resmi agar pelacakan di lapangan berjalan lebih mudah dan didukung penuh oleh otoritas setempat. Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berlangsung tanpa henti. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






