Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Bitung Sulawesi Utara, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peta gempa bumi mengguncang Kota Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (22/5/2026). Foto: Ist.

Peta gempa bumi mengguncang Kota Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (22/5/2026). Foto: Ist.

Bitung-Mediadelegasi: Sebuah gempa bumi berkekuatan cukup besar mengguncang wilayah Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, pada Jumat pagi. Peristiwa alam ini terjadi tepatnya pada pukul 08.05 WIB tanggal 22 Mei 2026, membuat warga setempat seketika terkejut dan merasakan getaran yang cukup kuat di berbagai lokasi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera merilis laporan resmi terkait kekuatan gempa tersebut. Berdasarkan pengukuran awal yang dilakukan melalui jaringan alat pemantau gempa, kekuatan guncangan tercatat mencapai skala Magnitudo 5,8. Angka ini masuk dalam kategori gempa menengah ke atas yang getarannya dapat dirasakan hingga ke wilayah-wilayah sekitar pusat gempa.

Hasil analisis data seismik yang dilakukan tim teknis BMKG menunjukkan bahwa kedalaman dari pusat gempa atau hiposenter berada di angka 26 kilometer di bawah permukaan tanah. Berdasarkan klasifikasi kedalaman, gempa ini tergolong sebagai gempa bumi dangkal, yang umumnya memiliki karakteristik getaran yang terasa lebih keras di permukaan dibandingkan gempa yang berpusat jauh di dalam perut bumi.

Lebih lanjut mengenai lokasi kejadian, episenter atau titik asal gempa berada pada koordinat 1,07 Lintang Utara dan 126,18 Bujur Timur. Secara geografis, titik tersebut diperkirakan berada sekitar 124 kilometer ke arah tenggara wilayah Kota Bitung, Sulawesi Utara. Posisi ini menempatkan pusat gempa berada di wilayah perairan, namun cukup jauh dari pemukiman penduduk utama.

BACA JUGA:  BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Sumatera Utara

Menyikapi kekhawatiran masyarakat akan bahaya gelombang pasang, BMKG segera memberikan kepastian penting. Berdasarkan kajian mendalam terhadap lokasi, kedalaman, serta mekanisme pergerakan lempeng yang terjadi, dipastikan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Kabar ini tentu memberikan sedikit kelegaan bagi warga yang sempat cemas mengingat wilayah tersebut dikelilingi perairan laut yang luas.

Dalam keterangan resminya yang disebarkan melalui saluran komunikasi resmi, BMKG menuliskan rincian lengkap kejadian tersebut. Bunyi pernyataannya berbunyi, “Gempa Mag:5.8, 22-Mei-26 08:05:09 WIB, Lok:1.07 LU,126.18 BT (124 km Tenggara BITUNG-SULUT), Kedlmn:26 Km, tdk berpotensi tsunami.” Pesan ini disebarkan secara cepat agar informasi sampai ke masyarakat secepat mungkin.

Penyebaran informasi secepat ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana dan peringatan dini. Tujuannya agar warga dan pemerintah daerah segera mendapatkan data awal untuk melakukan kesiapsiagaan. Kecepatan penyampaian data ini menjadi kunci agar langkah antisipasi dapat segera diambil jika diperlukan.

Namun demikian, BMKG juga melampirkan catatan penting sebagai bentuk kehati-hatian. Lembaga tersebut menyatakan bahwa informasi yang baru dirilis ini mengutamakan kecepatan penyampaian, sehingga hasil pengolahan data tersebut belum bisa dikatakan final dan stabil sepenuhnya.

BACA JUGA:  Danrem 011/Lilawangsa Pimpin Sertijab 5 Dandim Baru, Ini Daftar Lengkap dan Fokus Tugasnya

“Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam pernyataannya. Hal ini wajar mengingat proses pengumpulan data dari berbagai titik pemantau memerlukan waktu untuk mendapatkan hasil yang paling akurat dan presisi.

Hingga berita ini disusun, belum ada laporan resmi rinci mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat guncangan tersebut. BMKG menginformasikan bahwa data mengenai dampak fisik maupun kerugian materiil masih dalam proses penghimpunan dari lokasi-lokasi yang merasakan getaran.

Pihak berwenang dan tim teknis masih terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Hal ini mencakup kemungkinan adanya gempa susulan yang sering kali terjadi pascakejadian utama. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun tetap waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Warga diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum terverifikasi kebenarannya. Seluruh pihak diminta mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG. Sementara itu, aparat keamanan dan pemerintah daerah bersiaga penuh untuk membantu warga jika sewaktu-waktu dibutuhkan bantuan evakuasi atau penanganan pascabencana. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Vonis Banding: Ibrahim Arief Diperberat Jadi 5 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp5 Miliar
Sidang Praperadilan Kelima Roy Suryo Ditunda, JPU dan Menkeu Mangkir Tanpa Kabar
Gus Kikin Resmi Ditetapkan Jadi Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026–2031
Warga NU Gelar Mubes, Terbitkan ”Rekomendasi Seblak” buat PB NU
Revisi UU Advokat Fokus Rakernas Peradin 2026: Jaga Independensi dan Jati Diri Profesi
Desil Kesejahteraan BPS Dikritik KSPI: Buruh Bergaji UMR Dihitung Sebagai Kelompok Mampu
KPK Geledah Disdikbud Bogor, Angkut 2 Koper Dokumen Kasus Potong Upah Rp1,5 Miliar
Muktamar ke-35 NU Puncak Hari Ini: Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Akan Dipilih
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Vonis Banding: Ibrahim Arief Diperberat Jadi 5 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp5 Miliar

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Sidang Praperadilan Kelima Roy Suryo Ditunda, JPU dan Menkeu Mangkir Tanpa Kabar

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Gus Kikin Resmi Ditetapkan Jadi Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026–2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:24 WIB

Warga NU Gelar Mubes, Terbitkan ”Rekomendasi Seblak” buat PB NU

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Revisi UU Advokat Fokus Rakernas Peradin 2026: Jaga Independensi dan Jati Diri Profesi

Berita Terbaru

HUT GKPI Ke-62, Wabup Ariston Ajak Jemaat Perkuat Iman dan Tingkatkan Kontribusi dalam Pembangunan Samosir. (Foto:Ist)

Kabupaten Samosir

HUT GKPI Ke-62, Wabup Ariston Ajak Jemaat Perkuat Iman

Senin, 31 Agu 2026 - 17:31 WIB