Tetap Menggelar Safari Ramadan Sesuai SOP

Dikatakan, jumlah tim hanya tiga orang dan hanya mendatangi 202 masjid di 202 Desa/Kelurahan. Kemudian tidak mengundang masa, cukup menghadirkan BKM, Lurah/Kades dan sedikit jamaah masjid.

Safari Ramadan, katanya,  dilaksanakan setelah salat Zuhur dan diupayakan dilaksanakan sesingkat mungkin. Menghadirkan ustadz hanya menyampaikan ceramah tentang Percepatan penanganan Covid 19 dengan memberikan pemahaman kepada BKM dan pengurus masjid untuk dapat disosialisasikan kepada masyarakat.

Tahun ini juga, katanya, tidak adanya buka puasa bersama dan salat Tarawih oleh Tim Safari. “Saya memastikan bahwa pelaksanaan Safari Ramadan tetap berpedoman pada SOP Penanganan Covid-19,” katanya. D|Kis-19

Bacaan Lainnya

Pos terkait