Hal ini menunjukkan inisiatif Kades Tempuran dalam menyemarakkan acara PHBN di tingkat kecamatan.
Lebih lanjut, Masluchman mengungkapkan bahwa video yang viral tersebut awalnya diunggah oleh Kades Sooko, Heppy Iswahyudi, melalui akun TikTok @favianfavio. Namun, setelah ditegur oleh Camat Sooko, video tersebut telah dihapus.
Meskipun telah dihapus, video tersebut terlanjur menyebar luas dan diposting ulang oleh berbagai akun lainnya, sehingga menjadi viral di media sosial.
“Video diunggah Kades Sooko, dia juga panitia (PHBN). Tapi sudah dihapus setelah saya tegur kemarin pagi. Niatnya (posting video) buat bercandaan saja,” jelas Masluchman.
Kejadian ini menjadi pelajaran bagi para pejabat publik untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.



