Medan-Mediadelegasi: Wali Kota Medan Bobby Naution ajak remaja masjid agar ikut berperan aktif menggiatkan kembangkan koperasi yang bisa menggerakan perekonomian masyarakat.
“Pemerintah Kota Medan terus mendorong program masjid mandiri
yang berfungsi selain tempat ibadah, juga sentra kegiatan masyarakat terutama perekonomian. Melalui masjid mandiri kita bangun koperasi,” katanya pada acara pembukaan pelatihan Kewirausahaan bagi Pemuda dan Remaja Muslim, di aula Polres Pelabuhan Belawan Medan, Selasa (4/10).
Siaran pers Pemkot Medan menyebutkan, dalam kegiatan yang diikuti 100 orang peserta dari empat kecamatan Medan bagian Utara itu, Bobby menjelaskan bahwa saat ini ada sekitar 36 koperasi masjid yang sudah berdiri.
Koperasi masjid tersebut telah mendapatkan bantuan dari Pemkot Medan berupa bahan pokok dengan sistem pembayaran per bulan.
Disebutkannya, Pemkot Medan telah menetapkan 16 kriteria agar suatu masjid bisa dikategorikan sebagai masjid mandiri, di antaranya memiliki sertifikat lahan dan bangunan, mempunyai usaha dan lain sebagainya.
Persyaratan lain, yakni Masjid Mandiri harus memiliki koperasi.
Terkait dengan akte pendirian koperasi, pihak Pemkot Medan akan membantu proses pendiriannya melalui organisasi perangkat daerah terkait.
“Jika sudah ada koperasi, Pemko Medan bisa membantu memasukkan bahan kebutuhan pokok seperti beras, gula dan minyak goreng yang pembayarannya dapat dilakukan sebulan kemudian. Hal ini dilakukan untuk membantu koperasi hingga bahan kebutuhan pokok itu terjual kepada warga yang ada di sekitar masjid,” paparnya.
Keberadaan masjid mandiri yang didukung oleh koperasi, menurut dia, efektif membantu perekonomian keumatan dan mencegah umat terjebak dengan praktik riba, termasuk pinjaman online (pinjol) yang saat ini tengah menjamur.
Selain memberatkan dengan bunga yang harus dibayarkan, lanjut dia, praktik riba sangat dilarang dalam ajaran Islam, selain haram juga termasuk dosa besar.
Pada kesempatan itu, Wali Kota menyatakan mendukung penuh penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan bagi pemuda dan remaja masjid yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan tersebut.
Melalui kegiatan pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadikan remaja masjid sebagai pelaku wirausaha kompetitif dalam dunia usaha, terutama perekonomian keumatan.
“Kewirausahaan itu sangat penting, termasuk bagi pemuda Muslim guna memajukan perekonomian keumatan. Saat ini kondisi perekonomian keumatan tertinggal jauh. Untuk itu mulai saat ini, mari memikirkan bersama untuk memajukan dan siarkan perekonomian keumatan sehingga dapat digunakan secara global,” kata Bobby.
Pembukaan pelatihan Kewirausahaan bagi Pemuda dan Remaja Muslim itu turut dihadiri, antara lain Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Faisal Rahmat Husein Simatupang, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan Arjuna Sembiring dan Kadis Koperasi dan UKM Kota Medan Benny Iskandar Nasution. D|Red-04






