Kanya menambahkan, terkadang anak tampak masih aktif dan tersenyum, tetapi tetap menunjukkan tanda sesak yang jelas.
“Walaupun anak cengangas cengenges, senyum-senyum tuh, tapi tanda sesaknya semuanya ada sebenarnya dan itu orang tua harus aware. Jangan sampai ketipu, padahal mah bengek, sesak,” tuturnya.
Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk tidak menunggu semua tanda muncul sekaligus lalu baru membawa anak ke dokter.
“Napas cepat, napas cuping hidung, retraksi dinding dada di bawah leher, sela iga, iga bawah atau ulu hati, dan napasnya kelihatan kalau dia struggling, kesulitan bernapas. Kadang-kadang saking sesaknya kepalanya head bobbing juga ada. Kalau bisa jangan nunggu ada semua, salah satu aja, mendingan segera dibawa untuk diperiksakan,” tegasnya.
Pencegahan Pneumonia yang Bisa Dilakukan
Pneumonia memang bisa berbahaya tapi bisa dicegah. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, vaksinasi menjadi langkah penting dalam pencegahan.
Vaksin pneumokokus dan vaksin influenza dapat membantu melindungi anak dari beberapa jenis pneumonia.
Selain vaksinasi, menjaga kebersihan juga penting. Cuci tangan secara rutin dengan sabun dan air, serta biasakan pola hidup sehat seperti tidak merokok, olahraga teratur, dan menjaga asupan makanan bergizi seimbang.
Orang tua juga disarankan untuk menghindari anak dari kontak dengan orang yang sedang sakit, terutama yang mengalami infeksi saluran pernapasan.
Dengan mengenali gejala dan melakukan pencegahan yang tepat, diharapkan pneumonia tidak lagi menjadi ancaman bagi kesehatan anak-anak Indonesia. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






