Waspada Super Flu, Jakarta Tingkatkan Kewaspadaan Meski Belum Ada Kasus

Ilustrasi Super Flu. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengumumkan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus Super Flu di Ibu Kota. Meskipun demikian, ia mengimbau seluruh warga Jakarta untuk tetap waspada dan proaktif dalam mencegah potensi penyebaran penyakit tersebut.

“Saat ini, kami belum mendeteksi adanya kasus Super Flu di Provinsi DKI Jakarta,” ujar Ani kepada wartawan pada Senin (5/1/2026). “Namun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan mengingat penyebarannya yang relatif cepat di beberapa wilayah lain.”

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Super Flu. Instruksi ini meliputi pengenalan gejala dan tanda-tanda penyakit, serta penguatan upaya promotif dan preventif, terutama pada kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Pneumonia.

Ani menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara aktif menjalankan fungsi sentinel kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di lima Puskesmas di setiap kota dan satu Rumah Sakit. Upaya ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini indikasi penyebaran kasus ISPA di DKI Jakarta.

Berdasarkan data terbaru per 1 Januari 2026, Super Flu telah terdeteksi di delapan provinsi di Indonesia, yaitu Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Informasi ini menjadi dasar bagi Pemprov DKI Jakarta untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih intensif.

Super Flu, dijelaskan oleh Ani, merupakan penyakit ISPA yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K. Penyakit ini disebut Super Flu karena memiliki tingkat penyebaran yang relatif lebih cepat dibandingkan dengan influenza biasa.

Pos terkait