1,9 Juta Keluarga Penerima Manfaat Bansos Dihapus dari Daftar Penerima, Penghematan Anggaran Rp14,4-17,9 Triliun

Selasa, 3 Juni 2025 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1,9 Juta Keluarga Penerima Manfaat Bansos Dihapus dari Daftar Penerima. (Foto : Ist.)

1,9 Juta Keluarga Penerima Manfaat Bansos Dihapus dari Daftar Penerima. (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melaporkan bahwa sebanyak 1,9 juta keluarga penerima manfaat (KPM) tidak lagi mendapat bantuan sosial (bansos) pada triwulan kedua 2025. Keputusan ini diambil setelah Kemensos bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKM) melakukan verifikasi ulang dan menemukan kesalahan data.

Gus Ipul menjelaskan bahwa kesalahan data ini terdiri dari inclusion errors, yaitu mereka yang semestinya tidak dapat bantuan tetapi selama ini mendapat bantuan, dan exclusion errors, yaitu mereka yang mestinya dapat bantuan tetapi tidak mendapatkannya. “Dari hasil ground-checking ada 1,9 juta lebih data yang disebut inclusion errors, mereka semestinya tidak dapat (bantuan), tapi selama ini dapat bantuan,” ucap Gus Ipul.

Proses verifikasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa bansos benar-benar tepat sasaran. Gus Ipul memastikan bahwa proses verifikasi ini akan dimutakhirkan secara berkala tiap tiga bulan. Dengan demikian, diharapkan bansos dapat disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

BACA JUGA:  1,9 Juta Keluarga Mampu Terima Bansos, Pemerintah Hapus dari Daftar Penerima

Dari 1,9 juta KPM yang dihapus dari daftar penerima bansos triwulan II 2025, 616.367 KPM di antaranya adalah penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Kemudian, 1.286.066 KPM lainnya adalah penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Gus Ipul mengatakan bahwa penghapusan 1,9 juta KPM dari daftar penerima PKH dan BPNT ini berpotensi menghemat anggaran bansos hingga Rp14,4-17,9 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran dapat mengakibatkan pemborosan anggaran.

Menurut Gus Ipul, sebanyak 45 persen penyaluran bansos PKH dan sembako tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, Presiden memerintahkan kepada Kemensos dan BPS untuk melakukan konsolidasi data dan memastikan bahwa bansos disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

BACA JUGA:  Ramalan Zodiak Besok Minggu 14 September 2025: Leo, Virgo, Libra, Scorpio

Gus Ipul berharap bahwa dengan proses verifikasi yang lebih ketat, bansos dapat disalurkan secara lebih efektif dan efisien. Dengan demikian, diharapkan bansos dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.

Kemensos akan terus melakukan pemutakhiran data secara berkala untuk memastikan bahwa bansos tepat sasaran. Dengan proses verifikasi yang lebih ketat, diharapkan dapat mengurangi kesalahan data dan meningkatkan efektivitas penyaluran bansos.

Penghapusan 1,9 juta KPM dari daftar penerima bansos ini menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam menangani masalah penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran. Dengan demikian, diharapkan bansos dapat disalurkan secara lebih efektif dan efisien. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla
Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera
Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya
Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen
Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan
Terbitkan SEMA 4/2026, MA Tutup Celah Upaya Hukum untuk Putusan Bebas
KPK Klarifikasi Kegiatan OTT di Bogor
Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan

Berita Terbaru