Diduga Ada Penyimpangan Distribusi, Ombudsman Minta Gubernur Sumut Awasi Penyaluran Bantuan UMKM

Senin, 25 Januari 2021 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan pelaku usaha mikro kecil dari sejumlah kabupaten/kota didampingi Ketua Asosiasi UMKM Sumut Ujiana Sianturi, berfoto bersama Kepala Ombudsman RI perwakilan Sumut Abyadi Siregar saat menyampaikan keluhan soal dugaan penyimpangan distribusi bantuan alat produksi UMKM dari Pemprov Sumut

Puluhan pelaku usaha mikro kecil dari sejumlah kabupaten/kota didampingi Ketua Asosiasi UMKM Sumut Ujiana Sianturi, berfoto bersama Kepala Ombudsman RI perwakilan Sumut Abyadi Siregar saat menyampaikan keluhan soal dugaan penyimpangan distribusi bantuan alat produksi UMKM dari Pemprov Sumut


Medan-Mediadelegasi:
Ombudsman RI Perwakilan Sumut meminta Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi agar mengawasi penyaluran bantuan program pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terpuruk selama masa pandemi Covid-19. Pasalnya, banyak pelaku usaha mikro dan kecil di Sumut yang mengaku kecewa karena bantuan yang pernah dijanjikan Gubernur Sumut tidak kunjung terealisasi.


Pernyataannya itu disampaikan menyikapi kedatangan puluhan pelaku UMKM dalam wadah Asosiasi UMKM Sumut dan Pokja UMKM Disperindag Sumut Bermartabat di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Jalan Sei Besitang No 3 Medan, Jumat (22/1/2021) kemarin.


“Saya khawatir, ada oknum nakal di instansi teknis penyelenggara program bantuan tersebut yang bermain. Ini harus dievaluasi gubernur,” ucapnya.
Para pelaku usaha yang didampingi Ketua Asosiasi UMKM Sumut, Ujiana Sianturi itu datang ke Kantor Ombudsan melaporkan dugaan terjadinya penyimpangan dalam penyaluran bantuan UMKM yang dijanjikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.


Kronologi persoalan itu katanya berawal dari acara pelepasan ekspor berbasis singkong di Medan, 7 November 2020 lalu. Ujiana dalam sambutannya memohon agar Pemprov Sumut membantu UMKM yang terpuruk dihantam pandemi Covid-19.

BACA JUGA:  Ketua Dewan Pakar Golkar Sumut Apresiasi Dukungan Ketum KMDT Untuk Bobby-Surya


Gubernur Edy yang hadir langsung berjanji memberi bantuan dalam bentuk peralatan sesuai kebutuhan UMKM. Untuk itu, pelaku usaha melalui Asosiasi UMKM Sumut diminta mengajukan proposal.


“Kami pun langsung mengajukan proposal 300 UMKM untuk mendapat bantuan yang dijanjikan gubernur. Proposal itu kami sampaikan ke Disperindag Sumut tanggal 2 Desember 2020. Ke- 300 UMKM itu tersebar di kabupaten/kota di Sumut, termasuk dari Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) yang mengajukan sekitar 20 usaha melalui Asosiasi UMKM Sumut,” kata Ujiana Sianturi.


Belakangan diketahui, bantuan itu malah diberikan kepada 28 UMKM yang bukan diajukan Asosiasi UMKM Taput. “Sementara 20 UMKM yang diajukan Asosiasi UMKM Taput sama sekali tidak dapat,” timpal Ketua Asosiasi UMKM Taput Dedy Tobing.


Ujiana menambahkan, pemberian kepada 28 UMKM kepada pelaku usaha yang bukan diajukan Asosiasi UMKM Taput itu merupakan penyimpangan dalam distribusi. “Gubernur janji kepada Asosiasi UMKM, tapi kenapa yang diberikan malah kepada yang bukan diajukan Asosiasi UMKM? Ini kan penyimpangan,” tegas Ana.


Bukan hanya dugaan penyimpangan distribusi, mereka juga menyampaikan bahwa bantuan peralatan tersebut ternyata spesifikasinya banyak yang tidak sesuai kebutuhan. Hal ini disampaikan Ida Ermayeni, seorang pelaku usaha UMKM.

BACA JUGA:  Gubsu Lantik Effendy Pohan, Baharuddin Siagian & Syafruddin


“Saya kan butuh alat peras jeruk kasturi yang memiliki kapasitas produksi yang lebih besar. Tapi yang diberikan hanya alat manual berkapasitas produksi kecil sehingga tidak ada gunanya. Akhirnya saya menolak menerimanya,” kata Ida yang juga hadir di Kantor Ombudsman Sumut.
Menyikapi hal itu Abyadi kembali meminta gubernur mengawasi penyaluran atau pembagian bantuan Covid19 dan melakukan evaluasi secara rutin terhadap pejabat yang berwenang menanganinya.


“Ombudsman mengingatkan Pemprov janganlah main-main. Oalnya ini masalah sensitif. Di masa Covid19 ini banyak yang gampang tersinggung karena hidup sudah susah akibat Covid19. Makanya laksanakanlah program dengan benar, apalagi bantuan Covid-19 ini menyangkut uang negara,” tegas Abyadi.


Para pelaku usaha mikro kecil yang hadir di kantor Obudsman itu antara lain perwakilan dari Samosir, Medan, Dairi, Simalungun, Humbahas, Taput, Tebingtinggi, Deliserdang dan Toba. Mereka didampingi Ketua Asosiasi UMUM Sumut Ujiana Sianturi yang didampingi Togi R Panjaitan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara
Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan
Program Revitalisasi Sekolah di Medan Disorot, LP3 Siap Laporkan ke Kejati Sumut
Belum Reda Kasus Dishub, Rico Waas Kena Sorotan Air Mineral Rp1 Miliar
Srikandi FAST UNPRI Tembus Jurnal Scopus Q2: Bukti Nyata Kebijakan Kelulusan Berbasis Publikasi Ilmiah
Air Mineral Rp1 Miliar Setahun di Pemko Medan Disorot, Gen Z Sumut : “Mungkin Makhluk Halus Ikut Minum”
Zakiyuddin: Soal Sekda Tak Perlu Dibicarakan, Mekanismenya Sudah Diatur
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:04 WIB

Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:08 WIB

Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:43 WIB

Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:02 WIB

Program Revitalisasi Sekolah di Medan Disorot, LP3 Siap Laporkan ke Kejati Sumut

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:32 WIB

Belum Reda Kasus Dishub, Rico Waas Kena Sorotan Air Mineral Rp1 Miliar

Berita Terbaru