Belum Reda Kasus Dishub, Rico Waas Kena Sorotan Air Mineral Rp1 Miliar

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Walikota Medan Rico Waas(Kanan), Kantor Walikota Medan(Tengah), Animasi (Kiri).

Foto : Walikota Medan Rico Waas(Kanan), Kantor Walikota Medan(Tengah), Animasi (Kiri).

Medan-Mediadelegasi: Sorotan terhadap pemerintahan Wali Kota Medan, Rico Waas, belum juga reda. Di tengah perhatian publik terhadap persoalan yang mencuat di lingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan dan rencana aksi unjuk rasa mahasiswa yang meminta penjelasan lebih lanjut, muncul pula polemik mengenai anggaran pengadaan air mineral di lingkungan Pemerintah Kota Medan yang disebut mencapai sekitar Rp1 miliar dalam setahun.

Rangkaian isu tersebut memicu pertanyaan mengenai transparansi, akuntabilitas, dan respons pemerintah daerah terhadap kritik yang berkembang di ruang publik. Sejumlah pihak menilai, penjelasan resmi yang terbuka diperlukan agar tidak muncul spekulasi dan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Dalam isu Dishub, mahasiswa akan menggelar aksi unjuk rasa dengan menyoroti dugaan persoalan dalam pengadaan 649 unit contactor atau komponen kelistrikan untuk lampu lalu lintas di Dinas Perhubungan Kota Medan yang disebut bernilai sekitar Rp2,6 miliar. Massa aksi mempertanyakan proses pengadaan tersebut, termasuk dugaan adanya mark-up harga, serta mendesak agar persoalan itu diperiksa secara transparan oleh pihak yang berwenang.

BACA JUGA:  Budi Dharma Pimpin PB IKA Kartika

Selain meminta penegakan akuntabilitas, mahasiswa juga menuntut adanya sikap yang jelas dari Wali Kota Medan terhadap polemik yang berkembang. Menurut mereka, penjelasan terbuka dari pemerintah diperlukan agar masyarakat memperoleh kepastian informasi dan tidak disuguhi berbagai spekulasi di ruang publik. Hingga saat ini, dugaan yang disampaikan dalam aksi tersebut belum merupakan temuan hukum yang berkekuatan tetap dan masih memerlukan pembuktian sesuai mekanisme yang berlaku.

Di sisi lain, anggaran air mineral sekitar Rp1 miliar per tahun menjadi bahan perbincangan luas setelah dinilai cukup besar oleh sebagian kalangan. Mereka mempertanyakan dasar perhitungan kebutuhan, mekanisme pengadaan, hingga efektivitas penggunaan anggaran tersebut di tengah tuntutan efisiensi belanja daerah.

Kritik semakin menguat setelah Ketua Gen Z Sumut melontarkan komentar satir yang menyebut, “mungkin makhluk halus ikut minum,” sebagai sindiran terhadap besarnya nilai anggaran yang menjadi sorotan publik. Pernyataan itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu diskusi mengenai pentingnya keterbukaan dalam penggunaan uang negara.

BACA JUGA:  Pascabanjir, Wali Kota Medan Ultimatum Bersihkan Medan Barat

Munculnya dua isu secara bersamaan membuat tekanan publik terhadap Pemerintah Kota Medan semakin besar. Di satu sisi, masyarakat menunggu penjelasan mengenai dugaan persoalan pengadaan di Dishub. Di sisi lain, publik juga mengharapkan transparansi terkait alokasi anggaran air mineral yang nilainya mencapai sekitar Rp1 miliar per tahun.

Bagi pengamat tata kelola pemerintahan, kondisi tersebut menjadi ujian terhadap komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan. Respons yang cepat, disertai penyampaian data dan penjelasan yang memadai, dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Meski demikian, penting ditegaskan bahwa kritik publik maupun dugaan yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran hukum. Setiap dugaan harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan yang objektif oleh instansi berwenang, dan seluruh pihak yang disebut berhak memberikan klarifikasi maupun pembelaan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi
Inspektorat Kota Medan Bungkus Rapi Temuan BPK
Dinyatakan Mampu Padahal Hidup Pas-pasan, Ibu Nelayan Banding Desil Demi Anak Dapat KIP Kuliah
ISMI Sumut: Sangat Pantas, Ada Jl Ahmad Baqi di Medan
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!

Selasa, 15 September 2026 - 14:31 WIB

BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal

Sabtu, 5 September 2026 - 16:12 WIB

Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031

Sabtu, 5 September 2026 - 14:27 WIB

Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi

Berita Terbaru

Kota Medan

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Sabtu, 19 Sep 2026 - 19:11 WIB

KPK Dalami Dugaan Aliran Uang dalam Kasus HGB. Foto: Ist.

Nasional

KPK Temukan Petunjuk Aliran Uang Kasus HGB Bogor

Sabtu, 19 Sep 2026 - 13:54 WIB