Ups…Tak Sedap Ditengok, PT PPSU Digeruduk Garanya Dugaan Korupsi

- Penulis

Kamis, 4 Maret 2021 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Aksi Imakor Ridho Pasaribu saat meyampaikan pernyataan sikap di depan gerbang kantor PPSU

Koordinator Aksi Imakor Ridho Pasaribu saat meyampaikan pernyataan sikap di depan gerbang kantor PPSU

Medan-Mediadelegasi: Pemandangan tak sedap bernuansa dugaan korupsi masih saja terjadi di jajaran Kantor Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kali ini, datang dari PT Prasarana Pembangunan Sumatera Utara (PPSU).

Tak dinyana, kantor Perusahaan platmerah milik Pemprov Sumut di bawah koordinasi Gubsu Edy Rahmayadi itu pun bikin gerah pegiat anti korupsi, hingga puncaknya massa tampak menggeruduk soroti dugaan korupsi, adalah Proyek Renovasi Tahun Anggaran 2020.

Setidaknya, Kamis, (4/3), Puluhan orang menamakan diri Ikatan Mahasiswa Anti Korupsi Sumatera Utara (Imakor Sumut) terlihat alias tampak menggeruduk kantor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Sumut, lengkap dengan peralatan aksi, di antaranya toa dan spanduk.

Dari aksi massa menggeruduk kantor itu pun, Koordinator aksi Imakor Sumut Ridho Pasaribu menyuarakan pernyataan yang tak sedap didengar telinga. “Usut dugaan korupsi renovasi pembangunan kantor PPSU. Kami menilai rugikan negara,” bilangnya pakai pengeras suara yang kemudian disambut yel-yel peserta aksi.  

BACA JUGA:  19 Polres di Sumut Masuk Ketegori Pelayanan Publik Zona Hijau

Parahnya pun dan bikin kepala geleng-geleng mendengarnya, Ridho pun menyoroti dugaan kerugian negara itu demi untuk indikasi keuntungan sekelompok orang. “Proyek bernilai Rp690.540.654 TA 2020, diduga dikerjakan asal-asal dan tak sesuai spesifikasi, demi keuntungan sekelompok,” sebutnya keras lewat pangkal toa yang ditentengnya.

Apalagi, lanjut Ridho, pihaknya telah 3 kali menyuarakan dugaan korupsi di lingkungan kantor ini, namun belum juga ada keterangan resmi menjelaska proyek tersebut. “Inilah yang membuat dugaan kami menguat kalau proyek itu menguntung oknum-oknum di kantor PPSU,” celutuknya bemimik gerah.  

Untuk itu, sambungnya, sangat diharapkan adanya kejelasan resmi dari pihak Direeksi maupun Dewan Direksi PT PPSU. “Di sini kami datang meluangkan waktu untuk menunggu kejelasan pihak perusahaan platmerah ini atas dugaan korupsi yang kami sampaikan,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Sambut Ramadan, MDS RA Sumut Ajak Umat Berjihad Putuskan Matarantai Corona

Dari pantauan wartawan dan seperti sinyalkan pembenaran pernyataan Ridho yang belum mendapatkan keterangan dari dugaan korupsi yang disampaikan, tampak setelah hampir 1 jam menyampaikan statemen pihak PT PPSU tak juga turun utuk menyambangi mereka.

Akhirnya setelah penantian kejelasan dugaan korupsi tak datang dari PT PPSU, massa Imakorpun terlihat membubarkan diri dan dalam closing atau penutup statmen mereka ditegaskan akan membawa bukti dugaan korupsi tersebut ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) dan KPK-RI.

“Karena tak satupun Perwakilan PT PPSU menemui pengunjuk rasa untuk memberikan kejelasan dugaan korupsi yang kami sampaikan. Maka, kami dari titik ini bergerak ke Polda Sumut untuk memberikan pengaduan,” ucap Ridho menutup pernyataannya, yang kemudian terlihat bergerak membubarkan diri. D|Med-red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut
Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak
Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia
Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD
Rico Waas Masih Bungkam Soal Kasus di Dishub Medan, Mahasiswa Gelar Unjukrasa
Rakha Firdaus Lubis dan Naufal Baginda, mendapatkan apresiasi resmi berupa Letter of Appreciation dari NASA
Pernah Praktik di Malahayati Medan, Prof Ridha yang Pernah Soroti Hilangnya Gelar Profesor di Pilkada
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 17:14 WIB

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut

Senin, 15 Juni 2026 - 14:48 WIB

Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:43 WIB

Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:53 WIB

Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:24 WIB

Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD

Berita Terbaru