Umar Zein Jadi Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam

Jumat, 7 Januari 2022 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof DR dr Umar Zein, DTM&H SpPD KPTI dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu penyakit dalam, saat sidang senat terbuka yang dipimpin Ketua Senat UISU Prof Dr Ir Djohar Arifin Husin PhD.(ist)

Prof DR dr Umar Zein, DTM&H SpPD KPTI dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu penyakit dalam, saat sidang senat terbuka yang dipimpin Ketua Senat UISU Prof Dr Ir Djohar Arifin Husin PhD.(ist)

Medan-Mediadelegasi: Prof DR dr Umar Zein, DTM&H SpPD KPTI dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu penyakit dalam, saat sidang senat terbuka yang dipimpin Ketua Senat UISU Prof Dr Ir Djohar Arifin Husin PhD, kerkenaan pada puncak peringatan perayaan milad ke 70 UISU, Jumat (7/1/22) di Auditorium UISU Jalan SM Raja.

Pengukuhan ini ditandai dengan pembacaan surat keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim yang dibacakan Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Tata Kelola UISU, Zufrizal.

Dalam surat keputusan Nomor 70938/MPK.A/KP.05.01/2021 tentang kenaikan jabatan akademik/fungsional dosen, menetapkan DR dr Umar Zein, DTM&H SpPD KPTI terhitung mulai 1 Oktober 2021 dinaikkan jabatannya menjadi profesor/guru besar, dalam bidang ilmu penyakit dalam dengan angka kredit sebesar 910,70.

Sebelum memberikan orasi ilmiahnya, Prof Umar Zein menyempatkan diri berpantun.

“Dari Johor ke Deli Tua, dari Deli Tua balik ke Johor, kawan kawan profesor banyak yang sudah tua, aku sudah tua baru jadi profesor,” sebut Umar.

BACA JUGA:  Rumah Sakit Dilarang Buang Limbah Medis Sembarangan

“Saya akan menyampaikan orasi ilmiah tersingkat di dunia dan saya bacakan dengan tempo yang sesingkat singkatnya. Dari slide pertama langsung ke slide terakhir saja,” ucapnya.

Dalam orasi ilmiahnya, Umar Zein menyampaikan, malaria merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia maupun di Indonesia. Ada 190 kabupaten/kota di Indonesia yang masih endemis malaria termasuk di Sumatera Utara.

“Masalah penanganan, salah satunya adalah tidak ada obat alternatif lain selain obat impor dari China. Oleh karena itu perlu adanya obat alternatif yang ada di Indonesia yaitu Andrographis Paniculata,” sebutnya.

Dari hasil penelitian di laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya pada tahun 2006, dengan hasil terbukti bahwa Andrographis Paniculata atau yang dikenal dengan sambiloto memiliki efek anti malaria pada dosis 250 miligram.

“Kemudian dilakukan penelitian di Kabupaten Mandailing Natal, pada tahun yang sama dan terbukti Andrographis Paniculata 250 miligram 3 kali sehari selama 5 hari dan 500 miligram 3 kali sehari selama 5 hari, efeknya sama sebagai anti malaria dengan efikasi 90,5 persen,” jelasnya.

BACA JUGA:  Rakernas XIV BEMNUS, Momentum Mahasiswa Berkontribusi untuk Indonesia

Apabila dilakukan dosis 500 miligram 3 kali sehari selama 5 hari, maka ini memiliki efek imunomodulator dan efek tonikum atau penyegar.

“Kesimpulannya adalah sesuai pantun. Perdu kailan di ujung tanjung, pergi ke ladang laluan cermai, ilmu bukan buat dijunjung, tapi hidang di depan ramai,” tutup Umar dalam pantunnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah I Sumatera Utara, Dr HM Isa Indrawan SE MM mengucapkan selamat kepada DR dr Umar Zein, DTM&H SpPD KPTI atas pengukuhannya sebagai profesor. “Selamat prof semoga menjadi amal dan ladang ibadah,” tambahnya.

Pengukuhan ini turut disaksikan Gubernur Sumatera Utara, H Edy Rahmayadi, Ketua Pembina Yayasan UISU, T. Hamdy Osman Delkikhan Al-Hajj, Rektor UISU, DR Yanhar Jamaluddin MAP pada guru besar, dosen dan staf pengajar serta mahasiswa-mahasiswi.(D|Med-55)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Andes Radytya: Dari Aktor Film & Dunia Politik, Kini Resmi Menyandang Gelar Advokat
Wisuda Periode II Unika Santo Thomas Tahun Akademik 2025/2026: Lepas 534 Lulusan
Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya
BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan
BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik
Gol Mania League 2026: SMA Nurcahaya Borong 4 Gelar Juara Usai Kalahkan SMK TI Budi Agung di Final
Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini Soroti Fasilitas Minim SMP Negeri 39 Medan, Minta Pemko Segera Benahi
Dinamika Proyek LPJU Medan Berlanjut, Muncul Inisial D dan J, Benarkah Ada Pertemuan dengan Kadishub?
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Andes Radytya: Dari Aktor Film & Dunia Politik, Kini Resmi Menyandang Gelar Advokat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Wisuda Periode II Unika Santo Thomas Tahun Akademik 2025/2026: Lepas 534 Lulusan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:47 WIB

BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:06 WIB

BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik

Berita Terbaru