Medan-Mediadelegasi: Kelompok Studi Mahasiswa Mahardika FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar diskusi publik, Selasa (13/9), Dihelat di aula fakultas tersebut, diskusi mengangkat tema kenaikan harga BBM, Kupas Tuntas Dampak Ekonomi Sosial.
Diskusi dibuka Kepala Laboratorium Politik FISIP USU, Muhammad Ardian SSos MIP.
“Tentu ini kita apresiasi karena akan semakin membuka wawasan kita terhadap hal keterkinian. Harapannya bisa memberi salahsatu solusi untuk negeri ini,” kata Ardian.
Diskusi menghadirkan Narasumber Dosen Ilmu Politik FISIP USU Fuad Ginting SSos MIP, Dosen FIS UINSU Dr Faisal Riza MA, Sekretaris KNPI Sumut Muhammad Asril serta Ketua KSM Mahardika Yoelando Silalahi.
Faisal Riza memaparkan tentang konsep kebangsaan modern. Dimana semua kebutuhan rakyat telah disediakan oleh negara.
“Kenaikan harga BBM ini kurang menarik untuk disinggung. Yang menarik untuk digarisbawahi adalah negara sudah tak mau lagi membantu rakyatnya karena subsidi dicabut, ini jelas berdampak pada ekonomi sosial,” kata Faisal Riza.
Menurut Direktur Lembaga Riset dan Konsultasi, Political Literacy Desk (Polldesk) itu, kenaikan harga BBM menegaskan Indonesia adalah pasar yang empuk bagi perdagangan global.
“Indonesia, kalau masih mau disebut sebagai negara, sudah seperti pasar tradisional seperti Pasar Sukaramai itu. Siapa yang kuat dan tahan banting, dia yang mampu mengendalikan,” ujar Faisal Riza.
Sementara itu Sekretaris KNPI Muhammad Asril menyindir Pertamina sebagai perusahaan yang memonopoli BBM di Indonesia.