Buku Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi Bawa Pesan Keteladanan

Minggu, 23 Oktober 2022 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga besar garis keturunan Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi yang diwakili Sidarta Sembiring Pelawi (kiri) foto bersama Ketua DPRD Kota Medan Hasyim (kedua kiri) dan ketua panitia John Peter Roy Kaban (kanan), usai peresmian peluncuran Buku berjudul Bunga Rampai Kisah Perjalanan Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi Pendiri Kuta Madan dan Eksistensi Masyarakat Karo, di convention hall Hotel Danau Toba Medan, Sabtu (21/10).  Foto: D|Red-04

Keluarga besar garis keturunan Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi yang diwakili Sidarta Sembiring Pelawi (kiri) foto bersama Ketua DPRD Kota Medan Hasyim (kedua kiri) dan ketua panitia John Peter Roy Kaban (kanan), usai peresmian peluncuran Buku berjudul Bunga Rampai Kisah Perjalanan Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi Pendiri Kuta Madan dan Eksistensi Masyarakat Karo, di convention hall Hotel Danau Toba Medan, Sabtu (21/10). Foto: D|Red-04

Medan-Mediadelegasi: Buku berjudul Bunga Rampai Kisah Perjalanan Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi Pendiri Kuta Madan dan Eksistensi Masyarakat Karo, banyak membawa pesan dan menanamkan nilai-nilai keteladanan tentang hidup rukun dan toleran dalam kemajemukan.

“Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi selama masa pengembaran sekitar pertengahan abad XV dari tanah kelahirannya di Ajijahe, Kabupaten Karo hingga mendirikan Kuta Madan yang kemudian bernama Kota Medan, selalu meninggalkan jejak keteladan tentang hidup rukun dan penuh toleransi di tengah kemajemukan suku, agama dan ras,” kata sejarawan asal Sumatera Utara (Sumut), Wara Sinuhaji.

Pernyataan itu dipaparkan Wara Sinuhaji bersama tiga penulis buku tersebut lainnya saat menjadi narasumber dalam acara seminar dan pelucuran buku berjudul Bunga Rampai Perjalanan Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi Pendiri Kuta Madan dan Eksistensi Mayarakat Karo, di convention hall Hotel Danau Toba Medan, Sabtu (22/10).

Menurut dia, salah satu contoh keteladanan ditunjukkan oleh Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi dalam kehidupan bersosial, yakni sifat ringan tangan membantu orang-orang sakit yang membutuhkan pengobatan.

Konon, Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi dikenal sebagai sosok tokoh yang sakti dan ahli dalam pengobatan, sehingga dia selalu didatangi orang yang membutuhkan pertolongan.

Selama mengabdikan diri sebagai ahli pengobatan atau tabib, Guru Pa Timpus telah banyak menyembuhkan orang sakit dan kisah keberhasilan sang tabib mengobati orang dengan rasa tulus serta tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, agama dan ras ketika itu membuat namanya semakin tersohor hingga ke berbagai daerah di sekitarnya.

BACA JUGA:  Hasto Kristianto: Jaga Soliditas Kader

Tidak hanya itu, lanjut Wara, kampung atau kuta yang dihuni Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi pada masa itu persisnya di sekitar lokasi pertemuan antara Sungai Deli dengan Sungai Babura, juga disebut sebagai Kuta Madan, di mana madan dalam bahasa Karo berarti sembuh.

“Nilai keteladanan seperti yang diterapkan Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi semasa hidupnya dengan cara berbagi kebaikan dengan membantu sesama tanpa memandang latar belakang suku, agama dan ras, merupakan suatu pilar berarti dalam kehidupan bermasyarakat dan perlu terus dipedomani dalam kehidupan bersosial,” kata mantan dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (USU) itu.

Salah seorang penulis buku lainnya, yakni Roy Fachrabi Ginting, menjelaskan bahwa buku berjudul Bunga Rampai Kisah Perjalanan Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi Pendiri Kuta Madan dan Eksistensi Masyarakat Karo merupakan kumpulan berbagai tulisan dan catatan yang bersumber dari berbagai makalah, artikel di media masa, cerita lisan dan cerita rakyat.

“Buku ini dibuat dengan harapan dan tujuan agar kelak dapat menjadi salah satu sarana dan pintu masuk agar keseluruhan isi buku ini dapat disempurnakan menjadi karya ilmiah yang terlebih dahulu dibahas dalam forum seminar dan kajian akademik,” ujarnya.

BACA JUGA:  Wali Kota Medan Diusulkan Menjadi Calon Ketua Komwil I Apeksi

Dikatakan Roy Fachrabi, buku tersebut juga dilengkapi kisah tentang eksistensi budaya masyarakat Suku Karo di Kota Medan secara khusus dan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara umum, baik pascawafatnya Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi maupun pada masa kini.

Namun, diakuinya, tulisan di dalam buku berjudul Bunga Rampai Kisah Perjalanan Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi Pendiri Kuta Madan dan Eksistensi Masyarakat Karo tersebut masih sangat jauh dari sebuah nilai kesempurnaan.

Karena itu, pihaknya mengharapkan agar buku tersebut dapat menjadi bahan riset dan penelitian bagi para penulis lain dan kalangan akademisi untuk lebih disempurnakan.

Berdasarkan catatan para penulis, menurut Roy, buku yang mengangkat tentang kisah perjalanan hidup Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi hingga saat ini masih sangat sedikit.

Buku berjudul Bunga Rampai Kisah Perjalanan Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi Pendiri Kuta Madan dan Eksistensi Masyarakat Karo juga melibatkan dua penulis lainnya, yakni Dr. Bakhrul Amal Khair, M.Si dan Drs. Akhmad Riza Siregar, M.Si.

Peluncuran buku dilakukan oleh keluarga besar keturunan Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi yang diwakili Sidarta Sembiring Pelawi bersama ketua panitia John Peter Roy Kaban serta dilanjutkan dengan pemukukan pemukulan gong oleh Bupati Karo Cory S Sebayang sebagai tanda diresmikannya peluncuran buku setebal 170 halaman tersebut. D|Red-04

Satu tanggapan untuk “Buku Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi Bawa Pesan Keteladanan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa ISTP Demo Tuntut Kampus Dibuka, Ahli Waris TD Pardede: Tanggung Jawab Yayasan Hana Nelsri Kaban dan LLDikti
Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas
Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik
Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik
5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan
Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan
Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara
Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:08 WIB

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas

Senin, 29 Juni 2026 - 11:04 WIB

Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:55 WIB

Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:43 WIB

5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:47 WIB

Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan

Berita Terbaru