Hari Nusantara Harus jadi Momentum Penguatan Budaya

Selasa, 13 Desember 2022 - 23:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Jambi Prof Dr. Sihol Situngkir, MBA (kedua kanan) dan Kepala Batakologi Universitas HKBP Nommensen Medan Manguji Nababan, SS (kiri) saat menjadi narasumber dalam acara Dialog Interaktif

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Jambi Prof Dr. Sihol Situngkir, MBA (kedua kanan) dan Kepala Batakologi Universitas HKBP Nommensen Medan Manguji Nababan, SS (kiri) saat menjadi narasumber dalam acara Dialog Interaktif "HorasMedan" yang dipandu Redaktur Pelaksana Mediadelegasi Maruli Agus Salim (kanan), di studio Mediadelegasi Medan, Selasa (13/12). Foto: Nanda

Medan-Mediadelegasi: Peringatan Hari Nusantara Tahun 2022 harus mampu menjadi momentum penguatan budaya dan kearifan lokal agar tidak semakin tergerus oleh derasnya arus globalisasi.

Pernyataan tersebut ditekankan oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Jambi Prof Dr. Sihol Situngkir, MBA dan Kepala Batakologi Universitas HKBP Nommensen Medan Manguji Nababan, SS dalam Dialog Interaktif “HorasMedan” yang digelar Mediadelegasi di Medan, Selasa (13/12).

Dalam dialog interaktif bertema ‘Nusantara Pemersatu Keberagaman’ tersebut, kedua akademisi ini juga menyatakan sependapat tentang pentingnya melahirkan kembali semangat gotong royong di kalangan masyarakat sebagai upaya nyata mencerminkan kekuatan dan kekompakan bangsa untuk maju dan berbudaya.

Sihol Situngkir mengaku turut prihatin karena sebagian besar generasi muda saat ini tidak lagi mengetahui makna di balik gotong royong, bahkan tidak peduli pada perkembangan seni, budaya, kearifan lokal dan adat istiadat leluhur mereka akibat pengaruh globalisasi.

Tidak hanya itu, kata Sihol, perkembangan globalisasi juga berdampak terhadap berubahnya adat istiadat menjadi budaya moderen dan banyak dianut oleh kalangan generasi muda saat ini.

Karena itu, dia juga mengatakan sangat setuju dengan pendapat yang menyatakan perlunya dihidupkan kembali pendidikan moral Pancasila di sekolah.

“Nilai-nilai Pancasila kalau tidak terinternalisasi pada diri siswa maka dikhawatirkan akan hilang. Sekarang yang diperlukan, bagaimana caranya menginternalisasi nilai-nilai Pancasila pada diri siswa,” tambahnya.

Lebih lanjut Sihol menegaskan bahwa Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah bersama masyarakat perlu bekerja keras untuk lebih gencar melestarikan kekayaan seni, budaya serta adat istiadat yang di dalamnya terdapat beragam kearifan lokal yang sangat bermanfaat jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:  Duduk Perkara Ketua Komunitas Adat di Simalungun Ditangkap Polisi

“Dibutuhkan kerja keras dan “sense of action” dari semua pihak untuk menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat dalam melestarikan adat istiadat maupun budaya daerah dan nasional sebagai penguatan jati diri bangsa,” ucap mantan Rektor Unika Santo Thomas Medan itu.

Melalui penguatan budaya dan adat istiadat, Sihol meyakini masyarakat dengan dibarengi semangat gotong royong akan mampu mengembangkan potensi ekonomi dan budaya sebagai satu kesatuan yang utuh.

Dalam sektor ekonomi kelautan, misalnya, nelayan tradisional dengan didukung pembinaan dari pemerintah disertai pendampingan dari kalangan sumber daya manusia (SDM) unggul akan mampu menghasilkan beragam produk berbasis perikanan yang berkualitas dan memiliki daya saing dari aspek pemasaran.

Staf Ahli Menteri Sektetaris Negara RI tahun 2011-2014 ini juga berharap peringatan Hari Nusantara yang diperingati setiap tanggal 13 Desember menjadi momentum penting dalam rangka meneguhkan kedaulatan laut Indonesia serta melindungi dan menyejahterakan nelayan kecil.

Budaya Batak
Sementara itu, dosen dan Kepala Batakologi Universitas HKBP Nommensen Medan Manguji Nababan menilai, era globalisasi dengan kemajuan teknologi sangat pesat dewasa ini terutama teknologi informasi turut berperan mendegradasi pemahaman generasi muda terhadap budaya bangsa Indonesia, termasuk budaya Batak.

Salah satu dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi sekarang ini, katanya, munculnya fenomena di kalangan sebagian generasi muda Batak Toba yang di kampung halamannya sendiri mulai enggan menggunakan bahasa asli daerah mereka.

BACA JUGA:  Berobat Pakai KTP di Luar Kota Medan, Warga Medan Bersyukur Adanya Program UHC JKMB

Padahal, sebut Manguji, pintu masuk kebudayaan dan adat istiadat di setiap daerah adalah bahasa.

Di satu sisi, menurut dia, teknologi informasi memiliki banyak dampak positif karena memudahkan kehidupan sehari-hari, tetapi di sisi lain terdapat dampak negatif yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dikatakan Manguji, dampak dari globalisasi sudah tidak bisa terbendung lagi dan efek negatifnya dapat dilihat dari berbagai fakta yaang terjadi di tengah-tengah masyarakat dewasa ini, seperti terjadinya krisis moral dan karakter.

Moral dan karakter yang sangat lemah dinilai menjadi pemicu terjadinya berbagai kasus pelanggaran hukum, antara lain korupsi, anarkisme, dan konflik yang berujung pada kekerasan individual atau golongan.

Ia juga mengkhawatirkan bakal semakin banyak generasi muda kehilangan jati diri karena dampak dari modernisasi dan globalisasi yang tidak dapat dielakkan.

Modernisasi dan globalisasi, ujar Manguji, dipastikan telah memberi ekses negatif pada generasi muda yakni membuat pemahaman mereka terhadap nilai-nilai moral dan adat istiadat dalam masyarakat menjadi tergerus.

“Perlu upaya semua pihak untuk meminimalkan dampak negatif teknologi informasi, karena tanpa disadari lama kelamaan akan terus mendegradasi pemahaman masyarakat termasuk generasi muda terhadap karakter dan budaya bangsa sendiri,” paparnya.

Disebutkannya, pendekatan budaya oleh para orang tua sangat efektif untuk menanamkan pendidikan karakter dan nilai moral pada anak. D|Red-04

Satu tanggapan untuk “Hari Nusantara Harus jadi Momentum Penguatan Budaya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maruli Siahaan Ajak Warga Medan Jadikan Nilai HAM sebagai Budaya Sehari-hari
Target Besar, Pengadaan Miliaran: Tata Kelola Parkir Medan Diuji Transparansi
Sekretaris Dinas Peternakan Labuhanbatu Ditangkap, Tipu Pengusaha Lewat Proyek Laptop Fiktif Rp183 Juta
Ketua MMTK Sumatera Utara Siap Jalan Kaki ke Jakarta, Bawa Isu Dugaan KKN di RSUD dr. Pirngadi Medan
Muhammad Syam Ahza Tarigan Ingin Raih Prestasi Pilih Olahraga Petanque Demi Banggakan Orang Tua
Wartawan & Aktivis Kamisan Aksi Damai: Minta Prabowo Tarik Kata “Londo Ireng” dan Minta Maaf
Yayasan Oysani Generasi Peduli Audiensi ke Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, Paparkan Kinerja & Rencana Kolaborasi
Isu Rebutan Proyek LPJU Ratusan Miliar Bergulir, Kadishub Medan Bungkam Saat Dikonfirmasi
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:15 WIB

Maruli Siahaan Ajak Warga Medan Jadikan Nilai HAM sebagai Budaya Sehari-hari

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Target Besar, Pengadaan Miliaran: Tata Kelola Parkir Medan Diuji Transparansi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Sekretaris Dinas Peternakan Labuhanbatu Ditangkap, Tipu Pengusaha Lewat Proyek Laptop Fiktif Rp183 Juta

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:29 WIB

Ketua MMTK Sumatera Utara Siap Jalan Kaki ke Jakarta, Bawa Isu Dugaan KKN di RSUD dr. Pirngadi Medan

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:34 WIB

Muhammad Syam Ahza Tarigan Ingin Raih Prestasi Pilih Olahraga Petanque Demi Banggakan Orang Tua

Berita Terbaru