Labusel-Mediadelegasi: Ada alasan mendalam mengapa Allah SWT menetapkan Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin di waktu sepertiga malam. Rahasia sejarah ini dikupas tuntas oleh Sekretaris DMI Labusel, Ustadz Rahmat Agus Darmawan Siregar (Ustadz Wawan), dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Sinarbulan, Desa Binangadua, Kecamatan Silangkitang, Rabu (17/9) malam.
Ustadz Wawan menjelaskan, sepertiga malam adalah waktu yang paling dianjurkan dalam Islam bagi umatnya untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Momentum spiritual inilah yang menurutnya mulai dilupakan oleh masyarakat modern yang terjebak dalam fenomena digital.
“Zaman sekarang orang salah kaprah, berkeluh kesah di sosmed bukan di sepertiga malam. Padahal tempat mengadu yang sesungguhnya hanyalah Allah SWT, yaitu melalui salat malam,” ungkap Ustadz Wawan.
Tak hanya mengulas waktu lahir, Ustadz asal Kotapinang ini juga memaparkan bahwa bulan Rabiul Awal dipilih Allah untuk mengubah tradisi Arab kuno yang semula menganggap bulan tersebut sulit bertatap muka, menjadi bulan pemersatu untuk bersilaturahmi.
Semangat pemersatu dan ibadah ini diharapkan bisa diimplementasikan jemaah dengan cara memakmurkan masjid di kampung halaman.
Ustadz Wawan mengingatkan pentingnya konsistensi dalam beribadah. “Sejatinya, kita baru berhenti ke masjid setelah nama kita diumumkan di masjid karena meninggal dunia,” ucapnya.
Kritik tajam juga diarahkan kepada para orang tua yang lebih memprioritaskan les duniawi anak ketimbang mengaji, serta pengingat tentang tiga penyesalan terbesar setelah kematian: harta yang ditinggal wafat, obsesi duniawi yang fana, dan minimnya bekal akhirat.
Acara peringatan Maulid Nabi ini berlangsung penuh khidmat, diawali dengan Ummul Fatihah oleh Ustadz Sahminan Harahap dan pembacaan Kitab Barzanji oleh perwiritan kaum ibu yang dipimpin Nurhalimah Ritonga, serta dihadiri Tokoh Adat H. Kodirun Harahap, SH. D|Red-06.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : MS
Editor : Alan






