Medan-Mediadelegasi: Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) menegaskan bahwa Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV KMDT tahun 2023 di Medan pada 29 September mendatang sama sekali tidak membahas isu yang berkembang seputar politik, termasuk dalam kontestasi politik 2024.
“Momentum Rakernas KMDT tahun ini fokus membahas program kerja dan menekankan pada konsolidasi organisasi, karena KMDT sejak awal didirikan tidak ada hubungan organisatoris dengan partrai politik manapun,” kata Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung kepada pers, usai mengikuti rapat terbatas dengan panitia Rakernas KMDT 2023, di Medan, Rabu (14/6).
Rapat terbatas tersebut turut dihadiri unsur panitia Rakernas KMDT yang diketuai Ir. Mandalasah Turnip, SH, sekretaris umum Prof Dr. Binari Manurung dan Ir. Patar Charles Manurung, M.Sc.
Ditambahkannya, KMDT merupakan organisasi independen meski banyak pengurus dan anggotanya jug duduk dalam kepengurusan maupun kader dari berbagai partai politik.
Menurut dia, Rakernas KMDT tahun 2023 diharapkan akan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dihadiri sekitar 500 orang peserta yang terdiri dari para pengurus KMDT provinsi serta kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Pada acara pembukaan Rakernas KMDT tersebut turut diserahkan Anugerah KMDT atau “KMDT Award” kepada berbagai kalangan, baik perorangan maupun pimpinan instansi atau lembaga yang selama ini dinilai memiliki komitmen tinggi dan peduli terhadap program pelestarian ekosistem Danau Toba.
Selain itu, KMDT juga akan menyerahkan penghargaan nasional kepada para tokoh yang dinilai turut berperan aktif dalam menjaga persatuan bangsa melalui semangat Pancasila.
“Kami telah membentuk tim yang diketuai oleh Prof Dr. Binari Manurung untuk melakukan kajian objektif terhadap sosok yang dinilai berjasa dan berkontribusi dalam mendukung percepatan pembangunan sektor pariwisata dan lingkungan hidup di kawasan Danau Toba,” ujarnya.
Lebih lanjut Edison memapartakan beberapa agenda utama yang akan dibahas dalam Rakernas KMDT 2023, antara lain meningkatkan peran nyata KMDT dalam mendukung pengembangan Danau Toba sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat secara berkelanjutan di kawasan Danau Toba.
Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat selain akan memberi kontribusi positif terhadap peningkatan perekonomian, lanjut dia, juga efektif menumbuhkan hadirnya desa-desa wisata di kawasan Danau Toba.
“KMDT selama beberapa tahun terakhir terus menyeleraskan sinergitas dengan tujuh pemerintah kabupaten di kawasan Danau Toba untuk ikut terlibat dalam membina desa wisata,” ujarnya.
Namun, Edison menekankan bahwa pengembangan pariwisata Danau Toba tidak hanya untuk keuntungan secara ekonomi, melainkan memperhatikan juga faktor lainnya yakni kondisi lingkungan hidup di sekitarnya agar tidak rusak dan tetap lestari.
Edison menekankan bahwa pengembangan wisata tidak hanya untuk keuntungan secara ekonomi, melainkan memperhatikan juga faktor lainnya yakni kondisi lingkungan hidup di sekitarnya agar tidak rusak dan tetap lestari.
“Masyarakat di sekitar Danau Toba harus diedukasi agar mereka mampu memahami bahwa pariwisata akan meningkatkan penghasilan mereka dan juga harus menjadi tuan rumah yang baik dengan menerapkan Sapta Pesona dalam kehidupannya,” katanya.
Pada kesempatan itu, Edison mengajak semua pihak agar mendukung kebijakan Presiden Jokowi yang sedang fokus mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di lima wisata terpadu super prioritas di Indonesia, termasuk Danau Toba.
Dikatakannya, penetapan kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas adalah hal yang dinilai wajar mengingat keindahan alam Danau Toba yang terbentang di tujuh kabupaten yakni Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Samosir merupakan potensi besar sebagai destinasi wisata kelas dunia.
“Pengembangan pariwisata tersebut tentunya akan mampu memberikan kontribusi terhadap penerimaan pendapatan asli daerah dan menciptakan lapangan kerja di kawasan Danau Toba dan daerah di sekitarnya,” tuturnya. D|Red-04






