KMDT: Status Geopark Kaldera Toba Harus Dipertahankan

- Penulis

Jumat, 8 September 2023 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPP Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung, SH, MM. Foto: dok pribadi

Ketua Umum DPP Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung, SH, MM. Foto: dok pribadi

Medan-Mediadelegasi:: Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) mengingatkan bahwa status Danau Toba sebagai sebagai Taman Bumi Dunia atau Global Geopark harus dipertahankan.

Sebab, status tersebut bisa ditarik kembali setelah berjalan beberapa waktu melalui proses validasi dari Organisasi Badan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan atau The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

“Status Danau Toba sebagai salah satu geopark dunia bisa dicopot UNESCO bila tidak dijaga dengan baik,” kata Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung dalam siaran pers yang diterima redaksi Mediadelegasi Medan, Jumat (9/9).

Edison menegaskan hal tersebut berkaitan erat dengan keputusan UNESCO memberikan kartu kuning atas pengelolaan Geopark Kaldera Toba, antara lain karena organisasi yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan Taman Bumi Dunia (TMD) tersebut dinilai belum mampu menjalankan tugas pokok dan fungsi secara maksimal.

Keputusan memberikan kartu kuning kepada Geopark Kaldera Toba diumumkan oleh UNESCO melalui laman resmi unesco.org. Pengumuman itu merupakan hasil validasi ulang Geopark Kaldera Toba yang dilakukan tim asesor UNESCO pada 31 Juli-4 Agustus 2023.

BACA JUGA:  Edison Manurung: Cintai Danau Toba, Destinasi Wisata yang Mendunia

Edison memastikan bila status Geopark Kaldera Toba akhirnya dicabut oleh UNESCO, maka keputusan tersebut akan menimbulkan kesan di mata dunia bahwa Indonesia dianggap gagal melestarikan lingkungan.

Dampak kerugian lainnya yakni hasil jerih payah dan perjuangan panjang berbagai pihak selama ini supaya Danau Toba bisa ditetapkan menjadi geopark menjadi kan sia-sia.

Karena itu, pihaknya berharap kepada para pemangku kepentingan di pusat dan daerah dapat merumuskan pengelolaan serta, dapat membuat langkah-langkah konkret dan praktis untuk mempertahankan pencapaian status Geopark Kaldera Toba.

Ditambahkannya, pengakuan dunia internasional melalui status Geopark Kaldera Toba menunjukkan bahwa Indonesia mampu mengelola keistimewaan alam.

Namun, menurut mantan Ketua DPP KNPI di era tahun 1990-an ini pada saat yang sama, tentunya Indonesia beserta seluruh pihak terkait juga harus menunjukkan kapasitas untuk mengelola dan mempertahankan pencapaian melalui status Taman Bumi Dunia yang sudah diraih tersebut.

“Bila status Geopark Kaldera Toba dapat dipertahankan tentunya akan berdampak kepada citra Danau Toba sebagai destinasi pariwisata prioritas di mata dunia,” paparnya.

BACA JUGA:  Soal Mobil Plat Seri CC, Pemiliknya Sebut Sebagai Perwakilan Konsulat Rusia

Edison berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) segera melakukan reorganisasi badan pengelola agar upaya mempertahankan status Geopark Kaldera Toba benar-benar dapat direalisasikan dengan baik dan mampu memberi dampak positif sebagai kawasan konservasi, edukasi dan ekonomi masyarakat sekitar.

KMDT sebagai organisasi masyarakat yang salah satu program prioritasnya di bidang pelestarian lingkungan, lanjutnya, siap bersinergi dengan segenap instansi pemerintah terkait dan para pemangku kepentingan atau stakeholders untuk mempertahankan status Geopark Kaldera Toba, sebagaimana dipersyaratkan oleh UNESCO.

Tidak hanya itu, Edison juga menyatakan optimis Pemprov Sumut di bawah kepemimpinn Penjabat (Pj) Gubernur Sumut Mayjen TNI Purn. Hassanudin siap memberi perhatian penuh untuk mengambil kebijakan strategis agar status Danau Toba sebagai Taman Bumi Dunia dapat benar-benar dipertahankan.

“Bila status Geopark Kaldera Toba dapat dipertahankan tentunya akan semakin berdampak positif kepada citra Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas yang ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo,” tuturnya. D|Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belum Reda Kasus Dishub, Rico Waas Kena Sorotan Air Mineral Rp1 Miliar
Srikandi FAST UNPRI Tembus Jurnal Scopus Q2: Bukti Nyata Kebijakan Kelulusan Berbasis Publikasi Ilmiah
Air Mineral Rp1 Miliar Setahun di Pemko Medan Disorot, Gen Z Sumut : “Mungkin Makhluk Halus Ikut Minum”
Zakiyuddin: Soal Sekda Tak Perlu Dibicarakan, Mekanismenya Sudah Diatur
Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut
Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak
Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia
Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:32 WIB

Belum Reda Kasus Dishub, Rico Waas Kena Sorotan Air Mineral Rp1 Miliar

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:49 WIB

Srikandi FAST UNPRI Tembus Jurnal Scopus Q2: Bukti Nyata Kebijakan Kelulusan Berbasis Publikasi Ilmiah

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:47 WIB

Air Mineral Rp1 Miliar Setahun di Pemko Medan Disorot, Gen Z Sumut : “Mungkin Makhluk Halus Ikut Minum”

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:18 WIB

Zakiyuddin: Soal Sekda Tak Perlu Dibicarakan, Mekanismenya Sudah Diatur

Senin, 15 Juni 2026 - 17:14 WIB

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut

Berita Terbaru