Menjaga Agar Kemarahan Rakyat tak Meledak

- Penulis

Jumat, 29 September 2023 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jacob Ereste | Jurnalis Senior

Jacob Ereste | Jurnalis Senior

KEMARAHAN rakyat yang terpendam, pada  puncak klimaksnya akan menjadi lahar mendidih yang tak mampu dikendalikan oleh kekuatan apapun. Karena lahar yang mendidih itu akan mengalir dan melabrak apa saja yang ada di hadapannya tanpa bisa dielakkan, kecuali kalah dengan pasrah.

Itulah ketakutan yang paling menakutkan. Sebab kita yang ada di sekitarnya akan terdampak juga, atau bahkan bisa menjadi bagian dari lahar yang mendidih itu untuk melumat apa saja yang ada, termasuk diri kita sendiri. Sebab kemarahan yang memuncak bisa menjadi bencana yang tak terduga dan mampu diprediksikan sebelumnya oleh siapapun.

Yang acap menjadi penyulut kemarahan rakyat ini bisa saja bermula dari beban ekonomi yang terasa  semakin berat. Kesulitan memperoleh pekerjaan yang bisa diandalkan untuk  memberi penghasilan untuk hidup. Tapi juga bisa diakibatkan oleh tekanan psikologis dari situasi dan kondisi politik, ekonomi, sosial dan budaya serta keagamaan yang runyam, bising dan gaduh.

BACA JUGA:  Bupati Pati Sudewo Diperiksa KPK, Terkait Kasus Korupsi DJKA

BACA JUGA: Membangun Jiwa dan Raga Bangsa

Sementara upaya untuk sedikit mengendurkan ketegangan yang bersifat psikologis itu tak menemukan cara yang terbaik dalam mengatasinya. Apalagi akibat tekanan atas hak misalnya, karena lahan dan pekarangan  serta ladang yang terancam diambil paksa pengusaha atau penguasa seperti yang marak terjadi di berbagai daerah dan tempat.

Sengketa lahan  di Indonesia tidak kalah banyak dibanding tindak korupsi yang semakin menambah kejengkelan rakyat. Memang ada diantaranya yang beranjak dari rasa kedengkian, tapi tidak sedikit mereka yang menganggap perilaku semacam itu pantas dikutuk.

Usulan terhadap pelaku tindak pidana korupsi agar dihukum mati, sudah berulang kali diusulkan, namun tak disahkan juga oleh   parlemen yang selalu merasa tetap mewakili suara rakyat. Toh, usulan hukuman mati terhadap koruptor tidak juga menjadi perhatian. Boleh jadi — bila hukuman mati terhadap koruptor ini diberlakukan — korban pertama dan terbanyak adalah mereka sendiri yang ada di parlemen itu.

BACA JUGA:  Ternyata Tulisan telah Mengubah Hidup Saya

Jadi, akumulasi dari kejengahan rakyat terhadap situasi dan kondisi yang sumpek di negeri ini sudah semacam ilalang kering yang bisa tersulut api kemarahan kapan pun waktunya. Maka itu, paparan ini untuk ikut mengingatkan agar pemerintah bisa bersikap lebih bijak mengantisipasi kemungkinan yang bisa terjadi kapan pun dan dari daerah mana pun.

BACA JUGA: Menulis Itu Ekspresi Pribadi yang Sejati

Senyampang belum terlanjur menjadi sesal yang akan merugikan kita semua. Dan upaya untuk mencegah agar kemarahan rakyat tidak sampai meledak, harus kita sikapi dengan cara yang lebih bijak. Peristiwa 1998, agaknya dapat dijadikan pelajaran dan acuan yang baik agar peristiwa yang serupa tidak kembali berulang.

Penulis | Jacob Ereste | Jurnalis Senior

Satu tanggapan untuk “Menjaga Agar Kemarahan Rakyat tak Meledak”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samosir 22 Tahun: Sudah Berjalan, Belum Melompat
Verifikasi Kemiskinan, Menghapus Dosa Tunggakan BPJS
Timnas Indonesia Tertinggal 3-0, Ini sosok Pelatih Timnas Indonesia.
Ramainya Pemberitaan Bakal Calon Bupati Bekasi, Direspon Salah satu Tokoh Bekasi, H Deddy Rohendi SH, MH, CTA, menjelang Pilkada 2024-2029 Di Kabupaten Bekasi
Pergub Riau Ciderai Hak Wartawan Dan Perusahaan Pers
Menunggu Komitmen Tegas Pemerintah Jalankan Moratorium Eksploitasi Hutan Danau Toba
Program Ziarah Spiritual Selaras dengan Dokumen Abu Dhabi
Menulis Itu Ekspresi Pribadi yang Sejati

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:11 WIB

Samosir 22 Tahun: Sudah Berjalan, Belum Melompat

Senin, 24 November 2025 - 22:31 WIB

Verifikasi Kemiskinan, Menghapus Dosa Tunggakan BPJS

Kamis, 20 Maret 2025 - 17:18 WIB

Timnas Indonesia Tertinggal 3-0, Ini sosok Pelatih Timnas Indonesia.

Selasa, 19 Maret 2024 - 22:39 WIB

Ramainya Pemberitaan Bakal Calon Bupati Bekasi, Direspon Salah satu Tokoh Bekasi, H Deddy Rohendi SH, MH, CTA, menjelang Pilkada 2024-2029 Di Kabupaten Bekasi

Sabtu, 13 Januari 2024 - 15:37 WIB

Pergub Riau Ciderai Hak Wartawan Dan Perusahaan Pers

Berita Terbaru