Wan Hidayati Dinilai Sosok Tepat Pimpin Badan Pengelola Geopark Toba

- Penulis

Kamis, 7 Desember 2023 - 23:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Dr. Ir Wan Hidayati, M.Si.  Foto: dok

Dr. Ir Wan Hidayati, M.Si. Foto: dok

Medan-Mediadelegasi: Ahli geologi dari Sumatera Utara (Sumut) Jonathan Tarigan menilai mantan General Manager Geopark Kaldera Toba Wan Hidayati merupakan sosok paling tepat dalam memimpin Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP-TCUGGp)

 

“Salah satu keunggulannya, beliau (Wan Hidayati) menjadi sosok yang paling berperan menjadikan Geopark Kaldera Toba diterima menjadi anggota UNESCO Global Geoparks melalui sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Perancis pada 7 Juli 2020, setelah perjalanan panjang sejak tahun 2009,” katanya di Medan, Kamis (7/12).

Berbekal pengalaman tersebut, Jonathan meyakini Wan Hidayati selaku akademisi di bidang lingkungan dan mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumut mengetahui secara persis bagaimana sesungguhnya cara efektif mengelola Geopark Kaldera Toba agar bisa memenuhi aturan dan kriteria yang dipersyaratkan oleh UNESCO Global Geoparks (UGG).

Dengan demikian, lanjutnya, keberadaan badan pengelola yang mengurusi Geopark Kaldera Toba kedepan mampu mensinergikan konsep geopark dengan program pemerintah untuk memperkuat arah pembangunan pariwisata Danau Toba agar semakin berkualitas dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Tim Medis Tangani 95 Korban Keracunan MBG di Kabupaten Toba

Jonathan menyayangkan, Taman Bumi (geopark) Kaldera Toba yang telah diperjuangkan dengan susah payah sehingga berhasil mendapat pengakuan UNESCO justru hingga saat ini belum mampu dikelola dengan pendekatan konservasi dan pembangunan berkelanjutan dengan melibatkan komunitas lokal.

“Geopark Kaldera Toba telah mendapat kartu kuning dari UNESCO dan tidak tertutup kemungkinan bakal dicabut status keanggotaanya dari UNESCO Global Geoparks. Seberapa serius kita sesungguhnya memperjuangkan Danau Toba sebagai warisan dunia?,” ujarnya.

Kartu kuning dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) untuk Geopark Kaldera Toba, sebut dia, sebenarnya bukan kabar yang mengejutkan.

Berbagai indikator sudah terlihat dengan jelas tentang bagaimana rekomendasi dari UNESCO sama sekali tak disikapi dengan baik dan bijak oleh BP-TCUGGp.

Seharusnya, menurut dia, permasalahan ini harus menjadi dasar utama bagi instansi pemerintah terkait termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam menata ulang struktur organisasi di tubuh kepengurusan BP-TCUGGp.

BACA JUGA:  Kadisdik Sumut Sikapi Ancaman Kehidupan Berbangsa

Karena itu, ia mengingatkan Pemprov Sumut dalam melakukan restrukturisasi dan reorganisasi di tubuh BP- TCUGGp agar lebih mengedepankan aspek dan nilai profesionalitas.

Sebab, paparnya, kepengurusan BP- TCUGGp kedepan harus diisi oleh sumber daya manusia yang mampu memahami dan menjalankan konsep geopark secara utuh, yakni mengintegrasikan pengelolaan warisan geologi dengan warisan budaya dari suatu wilayah untuk tiga tujuan utama, yakni konservasi, edukasi dan dan pengembangan ekonomi lokal.

Khusus dalam hal merekrut personil baru di BP-TCUGGp, Jonathan mengingatkan Pemprov Sumut agar memastikan seluruh tahapan berjalan transparan tanpa intervensi dari pihak mana pun.

Ditambahkannya, Geopark Kaldera Toba adalah potensi besar pariwisata bagi tujuh kabupaten di sekitarnya sehingga perlu dikelola oleh sebuah lembaga atau badan pengelola yang mandiri dengan didukung sumber daya manusia yang mumpuni di bidangnya masing-masing. D|Red

 

 

2 tanggapan untuk “Wan Hidayati Dinilai Sosok Tepat Pimpin Badan Pengelola Geopark Toba”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut
Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak
Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia
Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD
Rico Waas Masih Bungkam Soal Kasus di Dishub Medan, Mahasiswa Gelar Unjukrasa
Rakha Firdaus Lubis dan Naufal Baginda, mendapatkan apresiasi resmi berupa Letter of Appreciation dari NASA
Pernah Praktik di Malahayati Medan, Prof Ridha yang Pernah Soroti Hilangnya Gelar Profesor di Pilkada
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 17:14 WIB

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut

Senin, 15 Juni 2026 - 14:48 WIB

Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:43 WIB

Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:53 WIB

Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:24 WIB

Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD

Berita Terbaru