Jokowi, Siap Siap Hadapi Neraka Iklim

- Penulis

Sabtu, 15 Juni 2024 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jokowi, Siap Siap Hadapi Neraka Iklim

Jokowi, Siap Siap Hadapi Neraka Iklim

Jakarta-Mediadelegasi: Menjelang akhir masa jabatannya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memiliki kekhawatiran soal ancaman yang menimpa Indonesia. Salah satunya terkait peningkatan suhu yang ia istilahkan sebagai ‘neraka iklim’.
Isu perubahan iklim kian sering terdengar dan menjadi perhatian dunia. Jokowi pun memberikan peringatan bahaya pemanasan global saat berbicara di Rakornas Pengendalian Inflasi di Istana Negara, Jumat (14/6) kemarin.

“Kita harus waspada tantangan ke depan tidak mudah. Saya kira bapak ibu semua sudah mendengar warning dari Sekjen PBB, bahwa dunia menuju pada neraka iklim,” kata Jokowi dalam sambutannya.Jokowi mengatakan suhu dunia akan mencapai rekor tertinggi 5 tahun ke depan. Satu tahun terakhir ini Indonesia juga merasakan adanya kondisi panas seperti El Nino. Bahkan periode terpanas di India bahkan mencapai 50 derajat Celcius, Myanmar 45,8 derajat Celcius yang sangat panas sekali.

Merespons hal ini, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menilai jika potensi suhu meningkat hingga 50 derajat Celcius maka tanaman diperkirakan sulit untuk tumbuh.Kan climate change gak cuma di Indonesia, perubahan iklim di seluruh dunia, sekarang kan potensi bumi memanas ke 50 derajat seperti di India, ini kan artinya tanaman ngga bisa tumbuh juga dalam kondisi begitu,” kata Arief.

BACA JUGA:  Aburizal Bakrie Ungkap Syarat Jokowi dan Gibran Jadi Ketum Golkar

Ia menjelaskan masalah kekeringan dan kekurangan air saat ini pemerintah tengah mendorong program pompanisasi di banyak sungai. Supaya sawah masih bisa melakukan produksi dan stok pangan dapat terjaga.

Namun menurutnya terkait program produksi pangan lebih detail bisa ditanyakan kepada Kementerian Pertanian (Kementan). Pihaknya hanya menjaga neraca agar stok pangan dan cadangan beras pemerintah tetap ada.

“Misalnya beras dijaga di atas 1 juta ton itu harus,” kata Arief.

Titah Jokowi
Untuk mengantisipasi ancaman akibat kekeringan, Presiden pun memerintahkan pompanisasi, pembangunan waduk dan bendungan, serta saluran irigasi dipercepat dan menjangkau daerah-daerah pusat produksi pangan, seperti sentra padi/ beras di seluruh Indonesia.

“Saya sudah perintahkan secepatnya memasang, membangun pompa-pompa, mungkin 20.000an pompa akan kita pasang di daerah-daerah yang memiliki produksi beras. Ini yang nanti menjaga inflasi kita tidak naik,” ujar Jokowi.

BACA JUGA:  kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Apalagi, diperkirakan pada tahun 2050 mendatang para petani akan mengalami kekurangan air akibat kekeringan panjang. Akibatnya, dunia akan mengalami kelaparan berat karena sebagian sentranya mengalami gagal panen.

“Ini yang harus direncanakan dan diantisipasi mulai dari sekarang karena diperkirakan 50 juta petani akan kekurangan air. Nggak ada air,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, pompanisasi harus berjalan secara cepat mengingat target pemerintah ke depan adalah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Sebab hanya dengan cara itu, Indonesia mampu meningkatkan indeks pertanamannya menjadi 3 kali dari yang tadinya satu kali.

“Tentu kita optimis bisa meningkatkan indeks pertanaman melalui pompanisasi dan juga mekanisasi. Apalagi presiden sudah menambah alokasi pupuk hingga 100 persen,” kata Amran dalam keterangan resminya.D|RedSiap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Berita Terbaru