Pemandian Alam Siraisan Palas, Objek Wisata Yang Terlupakan

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2020 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi pemandian alam Ulu Barumun di Siraisan, persis di hulu dan hilir jembatan tua Ulu Aer. Foto:D|medan|maruli as

Lokasi pemandian alam Ulu Barumun di Siraisan, persis di hulu dan hilir jembatan tua Ulu Aer. Foto:D|medan|maruli as

SIRAISAN adalah nama salah satu desa di Kecamatan Ulubarumun, Kabupaten Padanglawas (Palas), Sumatera Utara. Sungai (Aek) Barumun yang membelah Desa Siraisan persis di bawah jembatan tua Ulu Aer, penghubung Sibuhuan ibukota Palas dengan Aekgodang (Bandara Udara Aekgodang) Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta).

Lokasi pemandian alam dengan suhu air bagai es ditemukan berada lebih kurang 31 kilometer dari Sibuhuan, atau 38 kilometer lintas Sosopan.

Hulu Aek Barumun lebih kurang 480 meter dari jembatan Ulu Aer, Siraisan dengan panjang 440 kilometer ke muara Selat Malaka. Hulu sungai, menjadi salah satu kawasan mendulang emas bagi warga Palas, penuh dengan hamparan batu koral mulai dari yang berdiameter besar hingga kecil, membuat suhu air di pemandian dingin bagai es.

Dari hulu Aek Barumun, masuk dalam daftar 12 sungai terbesar Sumatra, ini membentuk anak sungai mengalir ke arah utara melalui Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Selatan, dan Kabupaten Labuhan Batu sebelum mencapai pantai timur Sumatra dengan muaranya di Selat Malaka.

Sungai Bila (Bilah) di Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sungai Kanan di Langgapayung, Labuhanbatu Selatan, Batang Pane di Gunungtua, Kabupaten Padanglawas Utara, Sihapas Padanglawas Utara dan Aek Sangkilon di Sibuhuan, Padanglawas. Semua anak Sungai Barumun bersumber dari daerah pegunungan di sepanjang Pegunungan Bukit Barisan.

BACA JUGA:  Bupati Palas Usul Pengangkatan Guru Honorer ke Presiden RI
Kawasan ini masih dikelola secara pribadi oleh masing-masing pemilik lahan di sekitar Pemandian Siraisan. Foto:D|medan|maruli as

Sayangnya, pemandian alam Siraisan belum dikelola secara baik alias terlupakan oleh Pemkab Palas. Pengelola kawasan ini hanya pribadi pemilik lahan sekitar sungai dan pemandian. Warga sekitar pemilik lahan membangun pondok atau gubuk tradisional sebagai tempat persinggahan bagi pengunjung.

Mereka memperoleh hasil dari sewa gubuk dan penjualan jajanan kepada pengunjung. Jika datang ke tempat ini, tidak terlihat retribusi wisata yang dikutip menggunakan tiket oleh pihak Dinas Pariwisata Pemkab Palas. Pengunjung cukup membayar uang parkir untuk mobil Rp10 ribu dan sepedamotor Rp5 ribu.

Kawasan pemandian yang cukup asri. Kendaraan boleh parkir di hamparan batu koral pada bibir sungai. Tempat ini hanya ramai dikunjungi pada hari Minggu dan waktu liburan Idul Fitri dan Tahun Baru.

Selain itu, kawasan ini juga kerap dikunjungi kelompok masyarakat yang akan menggelar pesta untuk mencuci beras, dan dikunjungi usai pesta untuk mencuci dan membersihkan peralatan pesta.

BACA JUGA:  24 Jam Bersama Kapal Pesiar MTI

Maridi tu Siraisan” (mandi ke sungai Siraisan-red) seakan menjadi permintaan pekerja pesta di kawasan Palas yang tidak dapat ditolak pemilik pesta, membuat kawasan pemandian ini menjadi favoritnya warga.

Sungai Barumun menjadi sumber pendukung pertanian masyarakat kawasan ini. Sawah dan peternakan ikan yang menjadi produk andalan cukup didukung keberadaan Aek Barumun.

Namun jika anda belum pernah berkunjung ke pemandian Siraisan sebaiknya berhati-hati. Karena alur sungai ini kerap mengalami banjir kiriman alias bandang atau air bah.

Jika permukaan sungai mulai mengeruh dan sampah hutan mulai ikut mengapung dibawa arus sungai, sebaiknya segera bergegas meninggalkan sungai. “Itu pertanda awal air bah segera menyusul,” kata Boru Hasibuan di kawasan itu.

Jika datang ke sini, enaknya membawa makanan dari rumah. Menikmati makanan di atas air atau batu besar di tebing sungai membuat refresing anda lebih bermakna. D|maruli as

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Jaksa Di Padang Lawas Diperiksa Kejaksaan Agung
Inovasi Pariwisata Geopark Vietnam: Pengalaman Unik di Tengah Keajaiban Alam
Geopark Kebumen Resmi Jadi UNESCO Global Geopark
Kahiyang Ayu Ajak Kader PKK Gaungkan Deteksi Dini Kanker Serviks di Padanglawas
Masyarakat Luat Huristak Palas Surati Presiden Prabowo Soal Lahan Dicaplok Kawasan Hutan
Bobby Optimis Wisata Danau Toba Berpotensi Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Kejagung Sita 47.000 Lahan Sawit DL Sitorus di Padang Lawas
Puluhan Kamar Panti Lansia di Sibuhuan Palas Ludes Terbakar
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:03 WIB

Tiga Jaksa Di Padang Lawas Diperiksa Kejaksaan Agung

Sabtu, 8 November 2025 - 13:07 WIB

Inovasi Pariwisata Geopark Vietnam: Pengalaman Unik di Tengah Keajaiban Alam

Rabu, 8 Oktober 2025 - 11:15 WIB

Geopark Kebumen Resmi Jadi UNESCO Global Geopark

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:32 WIB

Kahiyang Ayu Ajak Kader PKK Gaungkan Deteksi Dini Kanker Serviks di Padanglawas

Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:05 WIB

Masyarakat Luat Huristak Palas Surati Presiden Prabowo Soal Lahan Dicaplok Kawasan Hutan

Berita Terbaru