Bobby Optimis Wisata Danau Toba Berpotensi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 16 Juni 2025 - 23:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumutt Bobby Afif Nasution (kanan) bersama tujuh kepala daerah se kawasan Danau Toba mengikuti  Rakor Penguatan Sektor Pariwisata melalui Destinasi Pariwisata Super Prioritas  yang  dipimpin  Ketua  Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan (kiri),  di Jakarta, Senin (16/6).  Foto: IG

Gubernur Sumutt Bobby Afif Nasution (kanan) bersama tujuh kepala daerah se kawasan Danau Toba mengikuti Rakor Penguatan Sektor Pariwisata melalui Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang dipimpin Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan (kiri), di Jakarta, Senin (16/6). Foto: IG

Jakarta-Mediadelegasi: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution, menyatakan  optimistis sektor pariwisata di wilayahnya terutama destinasi wisata Daau Toba berpotensi menjadi sektor pedorong pertumbuhan ekonomi ke depan.

“Karena itu, kita ingin  Danau Toba bukan hanya menjadi kebanggaan Sumatera Utara, tetapi juga simbol dari keberhasilan Indonesia dalam membangun pariwisata yang inklusif, berdaya saing, dan berlandaskan pembangunan berkelanjutan,” sebut Bobby.

Bobby menyatakan hal itu usai menghadir  rapat koordinasi (Rakor) Penguatan Sektor Pariwisata melalui Destinasi Pariwisata Super Prioritas  (DPSP)  di kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Jakarta, Senin (16/6).

Rakor tersebut turut dihadiri tujuh bupati se kawasan Danau Toba dan perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Menurut Bobby,  pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan tidak bisa lepas dari penguatan sektor pariwisata, terutama pada  DPSP  seperti Danau Toba.

BACA JUGA:  Pekalongan Heboh, KPK Tangkap Bupati Fadia Arafiq

Disebutkannya, dalam Rakor Penguatan Sektor Pariwisata melalui DPSP ini topik bahasan mengenai tantangan nyata yang masih dihadapi kawasan Danau Toba.

Tantangan itu mulai dari kelembagaan yang belum terintegrasi, penurunan kualitas lingkungan dan kerusakan hutan, aksesibilitas yang belum merata dan terintegrasi, kualitas SDM pariwisata yang masih rendah, minimnya investasi akibat infrastruktur dan regulasi.

Namun, lanjut Gubernur, melalui sinergi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat seluruh tantangan yang ada dapat dijawab dengan solusi konkret dan kolaboratif.

Sebelumnya, Ketua DEN  Luhut Binsar Panjaitan,   menegaskan bahwa penguatan sektor pariwisata, khususnya di kawasan DPSP  menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

BACA JUGA:  PDIP Tak Persoalkan Kehadiran Poltak Sitorus pada Kampanye Bobby

Danau Toba, sebagai salah satu DPSP, diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan sekaligus menjadi wajah pariwisata berkelanjutan Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan di sekitar Danau Toba agar pariwisata berkelanjutan dapat terwujud.

“Kalau kita ingin Danau Toba tetap indah dan menjadi magnet wisata dunia, maka kita semua harus bertanggung jawab untuk menjaga kelestariannya,” katanya.

Wujud tanggung jawab melestarikan lingkungan Danau Toba,  kata Luhut, harus diaktualisasikan di antaranya dengan tidak menebang pohon  sembarangan, penggundulan hutan, atau pembangunan yang tidak sesuai tata ruang. D|Red

.
Baca  artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Temuan 996 Pucuk Senjata di Yayasan Jaksel, Polisi Panggil Mantan Ketua IWD
PT PAL Indonesia Resmi Bangun Kapal Selam Scorpene Generasi Terbaru, Pekerjaan Ditargetkan 8 Tahun
Polda Jabar Tangkap Dua Tersangka Penyebar Konten Hasutan Terkait Pernyataan Presiden Prabowo
Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung Pakai Rompi Tahanan, Diperiksa Terkait Emas 74 Kg & Rp543 Miliar
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dijemput dari Rutan KPK, Diperiksa Tim 9 Kejagung Sebagai Tersangka TPPU
Presiden Prabowo Tinjau Inovasi BRIN: Pesawat Tanpa Awak, Amfibi, Hingga Teknologi Giant Sea Wall
Rp20.5 Triliun Bantuan ke 490 Pemda: Solusi Kilat atau Obat Penunda Penyakit Fiskal Daerah?
PN Jakarta Selatan Tolak Praperadilan Jilid III Roy Suryo, Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Ditolak
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Temuan 996 Pucuk Senjata di Yayasan Jaksel, Polisi Panggil Mantan Ketua IWD

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:49 WIB

PT PAL Indonesia Resmi Bangun Kapal Selam Scorpene Generasi Terbaru, Pekerjaan Ditargetkan 8 Tahun

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung Pakai Rompi Tahanan, Diperiksa Terkait Emas 74 Kg & Rp543 Miliar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dijemput dari Rutan KPK, Diperiksa Tim 9 Kejagung Sebagai Tersangka TPPU

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Presiden Prabowo Tinjau Inovasi BRIN: Pesawat Tanpa Awak, Amfibi, Hingga Teknologi Giant Sea Wall

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB