Medan-Mediadelegasi: Universitas Sumatera Utara resmi menetapkan arah kebijakan strategis untuk periode tahun 2026 hingga 2031. Rencana pengembangan tersebut berfokus pada lima pilar utama yang disusun sebagai upaya mempercepat peningkatan kualitas institusi sekaligus memperluas kontribusi USU dalam memberikan solusi nyata bagi pembangunan nasional.
Rektor Universitas Sumatera Utara, Profesor Muryanto Amin, menyampaikan arah kebijakan tersebut saat memberikan sambutan dalam acara pengukuhan lima Guru Besar USU yang berlangsung di Medan, Selasa (4/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan secara rinci makna dan urgensi dari setiap pilar yang telah ditetapkan.
Pilar pertama yang menjadi fondasi utama adalah penguatan tata kelola adaptif. Melalui pilar ini, USU bertekad membangun sistem manajemen yang responsif, lincah, dan mampu beradaptasi secara cepat terhadap berbagai perubahan lingkungan strategis maupun tuntutan zaman.
Pilar kedua adalah pengembangan konsep Tri Dharma-driven university. Konsep ini menempatkan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat sebagai penggerak utama yang menjadi sumber energi dari seluruh aktivitas dan kebijakan yang dijalankan di lingkungan kampus.
Pilar ketiga berupa percepatan digitalisasi dan pengembangan kampus cerdas. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi kerja, transparansi pengelolaan, serta kualitas layanan akademik dan non-akademik kepada sivitas akademika maupun masyarakat luas.
Pilar keempat mencakup penguatan pengelolaan usaha dan dana abadi universitas. Pilar ini menjadi langkah strategis agar USU dapat secara bertahap mencapai kemandirian dalam pendanaan, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada alokasi anggaran negara.
Sementara pilar kelima sekaligus menjadi sasaran jangka panjang adalah internasionalisasi dan penguatan citra global universitas. USU berupaya memperluas jejaring kerja sama lintas negara serta meningkatkan reputasi dan pengakuan internasional atas kualitas pendidikan dan penelitian yang dihasilkan.
“Kelima pilar tersebut dirancang saling terhubung satu sama lain dan tidak dapat dijalankan secara terpisah. Tri Dharma Perguruan Tinggi harus menjadi mesin penggerak utama yang menggerakkan seluruh aktivitas di dalam kampus,” tegas Prof. Muryanto Amin.
Rektor juga menyampaikan tantangan besar yang dihadapi para Guru Besar dan seluruh elemen kampus ke depan, yaitu menerjemahkan pemikiran keilmuan yang mendalam menjadi nilai guna yang relevan dan bermanfaat nyata bagi kehidupan bermasyarakat.
“Untuk menghadapi tantangan global dan nasional, kita harus mengetahui posisi USU secara jujur dan komparatif. Pemeringkatan internasional serta capaian publikasi terindeks Scopus memberi gambaran di mana kita berdiri dalam peta pendidikan tinggi,” ujarnya.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan sejumlah perguruan tinggi lain di Indonesia, USU dinilai masih berada dalam fase penguatan dan konsolidasi. Pemeringkatan tersebut pun dimaknai sebagai alat evaluasi untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas secara berkelanjutan.
Selain itu, Rektor menyoroti persoalan struktural yang dihadapi dunia pendidikan tinggi, yaitu kesenjangan antara hasil riset dan pemanfaatannya di masyarakat. Menutup kesenjangan tersebut menjadi salah satu prioritas agar USU dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi solusi bagi pembangunan nasional. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Miranda
Editor : Alan






