AJI Kecam Ajudan Kapolri Pukul Kepala Wartawan

Senin, 7 April 2025 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ajudan Kapolri Ipda Endry Purwa Sefa.  Foto: ist

Ajudan Kapolri Ipda Endry Purwa Sefa. Foto: ist

 

Medan-Mediadelegasi: Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Semarang mengecam kekerasan jurnalis oleh ajudan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) di Stasiun Tawang Kota Semarang pada Sabtu, 5 April 2025.

 

AJI Semarang dalam siaran persnya dikutip Mediadelegasi Medan, Senin (7/4), peristiwa itu terjadi ketika para jurnalis meliput agenda Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau arus balik di Stasiun Tawang Semarang.

“Peristiwa kekerasan tersebut merupakan pelanggaran Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” sebut Ketua Divisi Advokasi AJI Semarang, Daffy Yusuf.

Kejadian bermula saat Kapolri menyapa seorang penumpang yang duduk di kursi roda.

Kala itu sejumlah jurnalis dan humas berbagai lembaga mengambil gambar dari jarak yang wajar.

Namun, salah satu ajudan Kapolri yang diketahui bernama Endry Purwa Sefa berpangkat Iptu, meminta para jurnalis dan humas mundur dengan cara mendorong dengan cukup kasar.

 

Mengetahui hal itu, seorang pewarta foto dari Kantor Berita ANTARA, Makna Zaezar, menyingkir dari lokasi tersebut menuju sekitar peron.

“Sesampainya di situ, ajudan tersebut menghampiri Makna kemudian melakukan kekerasan dengan cara memukul kepala Makna,” paparnya.

Usai pemukulan itu, ajudan tersebut terdengar mengeluarkan ancaman kepada beberapa jurnalis dengan mengatakan, “kalian pers, saya tempeleng satu-satu”.

BACA JUGA:  BMKG: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Lampung, Jakarta, hingga Yogyakarta Akibat Bibit Siklon Tropis 93S

 

Sejumlah jurnalis lain juga mengaku mengalami dorongan dan intimidasi fisik.

Pihak AJI Semarang menilai tindakan ajudan Kapolri tersebut menimbulkan trauma, rasa sakit hati, dan perasaan direndahkan bagi korban, serta keresahan di kalangan jurnalis lainnya yang merasa ruang kerja mereka tidak aman.

 

“AJI dan PFI Semarang menyatakan sikap mengecam keras tindakan kekerasan oleh ajudan Kapolri kepada jurnalis dan segala bentuk penghalangan terhadap kerja jurnalistik,” kata Daffy.

Selain itu, menuntut permintaan maaf terbuka dari pelaku kekerasan terhadap jurnalis.

“Polri harus memberikan sanksi kepada anggota pelaku kekerasan terhadap jurnalis tersebut,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyerukan kepada seluruh media, organisasi jurnalis, dan masyarakat sipil untuk turut mengawal kasus ini.

 

Terkait insiden kekerasan terhadap jurnalis tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berjanji akan menelusuri kejadian tersebut.

Jika benar terjadi pemukulan, maka Kapolri akan mengambil tindakan tegas.

 

“Secara pribadi, saya meminta maaf atas insiden yang terjadi dan telah membuat rekan-rekan media merasa tidak nyaman,” ujar Jenderal Listyo Sigit saat dihubungi melalui pesan singkat, Minggu (6/4).

 

Insiden tersebut telah menuai kecaman luas dari publik serta komunitas pers.

 

Direktur Pemberitaan ANTARA Irfan Junaidi di Jakarta, Minggu, menyatakan pihaknya menyesalkan dan meminta Polri bertanggungjawab atas terjadinya dugaan inisiden kekerasan oleh ajudan Kapolri terhadap pewarta foto ANTARA Makna Zaezar.

BACA JUGA:  Kapolri Apresiasi Irjen Pol Dadang jadi Guru Besar UMSU

“Insiden seperti ini kenapa harus terulang, sangat disesalkan. Teman-teman pers sedang menjalankan tugas untuk membantu memberitakan kegiatan Kapolri. Saya sangat yakin tidak ada itikad lain, selain menunaikan tugas, dan semestinya itikad ini bisa dipahami dan dihormati. Sehingga tidak perlu ada tindakan kekerasan, atau ancaman verbal,” kata Irfan.

Ia juga mendesak Polri untuk bertanggungjawab dan memproses oknum yang terlibat dalam insiden tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku.

 

“Oknum yang bersangkutan harus diproses sesuai prosedur secara transparan. Sekaligus, insiden ini juga harus menjadi bahan koreksi agar di masa mendatang tidak terulang,” ujarnya.

Ditambahkannya, LKBN ANTARA terus berkomitmen untuk menjalankan tugas jurnalisme secara profesional dan objektif.

 

Sebagai voice of nation, kata Irfan, ANTARAakan semaksimal mungkin bisa melayani masyarakat dengan baik.

“Karena itu, kami meminta kepada Polri juga pihak lain, bisa membantu terlaksananya tugas tersebut dalam kondisi apapun. Kami sangat yakin, apabila semua pihak bisa saling memahami dan menghormati tugas masing-masing dengan baik, masyarakat akan sangat terbantu,” tuturnya. D|Red

 

 

Baca  artikel menarik lainnya dari mediadelegasBacai.id di GOOGLE NEWS.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas: Korban Tewas Gempa M 7,7 NTT Capai 70 Orang, 132 Luka-Luka
BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.095 Triliun per Kuartal II-2026, Struktur Dinilai Tetap Sehat
Puluhan Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat, Api Merembet Karena Parkir Terlalu Rapat
DPR Resmi Setujui Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman RI Gantikan Hery Susanto
Yaqut Cholil Qoumas Hadapi Sidang Perlawanan Meski Kurang Sehat, Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar
Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Bawa Flare & Bahan Bom Molotov Jelang Demo BEM UI di Bundaran HI
Kemnaker: Semangat HUT ke-81 RI Dorong Penguatan SDM dan Perluasan Kesempatan Kerja
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Basarnas: Korban Tewas Gempa M 7,7 NTT Capai 70 Orang, 132 Luka-Luka

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:42 WIB

BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.095 Triliun per Kuartal II-2026, Struktur Dinilai Tetap Sehat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Puluhan Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat, Api Merembet Karena Parkir Terlalu Rapat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Yaqut Cholil Qoumas Hadapi Sidang Perlawanan Meski Kurang Sehat, Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar

Berita Terbaru

Gempa bumi M6,1 mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (18/8/2026), pukul 13.02 WIB. Foto: BMKG.

Kabupaten Nias Selatan

Gempa M 6,1 Guncang Nias Selatan Sumut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:59 WIB