Mendagri Puji Kinerja Pemprov Sumut dalam Mengelola Anggaran

Kamis, 8 Mei 2025 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ist. (Sumber : DISKOMINFO SUMUT)

Foto : Ist. (Sumber : DISKOMINFO SUMUT)

Jakarta-Mediadelegasi : Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI) Tito Karnavian memberikan pujian kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terkait pendapatan dan belanja daerah. Sumut mencatatkan realisasi pendapatannya sebesar 30,65% di triwulan I 2025, menempatkan provinsi ini di posisi keempat nasional.

Papua Tengah menjadi provinsi terbaik dengan realisasi pendapatan 39,08%, diikuti Kalimantan Barat (35,92%) dan Jawa Barat (32,94%). Sementara itu, Sumut berada di posisi ketiga dalam keseimbangan antara pendapatan dan belanja dengan 20,64%. Hal ini berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi Sumut yang terjaga di angka 4,67% pada triwulan I 2025.

Menurut Mendagri Tito Karnavian, keseimbangan antara pendapatan dan belanja ini sangat penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. “Kalau kita cepat membelanjakan anggaran, maka perputaran uang di daerah tersebut akan meningkat,” kata Tito Karnavian.

Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari dorongan dan arahan dari Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution. Gubernur Bobby sangat concern terkait anggaran dan memeriksa secara detail anggaran untuk memastikan penggunaannya efektif dan efisien.

BACA JUGA:  Pulang dari Saudi, Menag: Petugas Siap Sambut Kedatangan Jemaah

Surya juga menambahkan bahwa Gubernur Bobby menghapus pembelian yang tidak terlalu dibutuhkan dan pembelian yang dianggap bisa diefesienkan. Dengan demikian, APBD Sumut dapat digunakan untuk hal-hal yang tepat dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Selain itu, Sumatera Utara juga memberikan kontribusi signifikan pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) melalui beberapa sektor. Sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 4,10%, sedangkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi sebesar 10,18%.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan bahwa ada empat lapangan usaha dengan kontribusi terbesar untuk pertumbuhan ekonomi Sumut, yaitu industri pengolahan, pertambangan, pertanian, dan perdagangan. Semua sektor ini menunjukkan pertumbuhan yang positif.

BACA JUGA:  Pemprov Sumut Dukung Penuh Program Magang Nasional 2025, 91 Perusahaan Siap Tampung Lulusan Baru

Pertumbuhan ekonomi Sumut yang terjaga di angka 4,67% menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah provinsi dalam mengelola anggaran dan meningkatkan pendapatan daerah telah efektif. Dengan demikian, diharapkan pertumbuhan ekonomi Sumut dapat terus meningkat di masa depan.

Rakor Percepatan Realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang digelar secara virtual ini dihadiri oleh gubernur se-Indonesia, bupati/walikota se-Indonesia, serta jajaran Ditjen Kemendagri. Hadir juga Kepala LKPP RI Hendrar Prihadi dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.

Dengan capaian yang impresif ini, Pemprov Sumut diharapkan dapat terus meningkatkan kinerja ekonomi dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Sumatera Utara. Pemerintah provinsi juga diharapkan dapat terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran dan pendapatan daerah. D|Red.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Berita Terbaru