Bank Indonesia Turunkan BI Rate, Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Inflasi Terkendali

- Penulis

Rabu, 21 Mei 2025 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto : Ist.)

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Bank Indonesia (BI) secara resmi mengumumkan penurunan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Keputusan ini diambil setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada 20-21 Mei 2025, mencerminkan langkah proaktif BI dalam merespon dinamika ekonomi terkini. Penurunan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi domestik yang lebih berkelanjutan.

 

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan hasil dari asesmen komprehensif terhadap kondisi ekonomi global dan domestik. Analisis mendalam terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi, stabilitas nilai tukar rupiah, serta tingkat inflasi menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan moneter ini. BI optimis bahwa penurunan BI Rate tidak akan mengganggu stabilitas makroekonomi.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penurunan BI Rate juga diiringi dengan penyesuaian suku bunga Deposit Facility menjadi 4,75 persen dan suku bunga Lending Facility menjadi 6,25 persen. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas harga. BI berkomitmen untuk memastikan kebijakan moneter yang diterapkan tetap kondusif bagi perekonomian nasional.

 

Keputusan BI ini selaras dengan proyeksi inflasi yang terkendali. Data Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2025 menunjukkan inflasi tahunan sebesar 1,95 persen dan inflasi inti sebesar 2,5 persen. Angka-angka ini berada dalam kisaran target inflasi BI, yaitu 2,5 persen ± 1 persen untuk tahun 2025 dan 2026.

 

BI meyakini bahwa inflasi akan tetap terjaga dalam kisaran target tersebut. Hal ini didukung oleh beberapa faktor, antara lain ekspektasi inflasi yang terjangkar, kapasitas ekonomi yang memadai, terkendalinya imported inflation, dan dampak positif dari digitalisasi ekonomi. Koordinasi yang erat antara BI dengan pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi juga turut berkontribusi.

 

Stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga menjadi pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan ini. BI memantau secara ketat pergerakan nilai tukar rupiah dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitasnya. Ketahanan fundamental ekonomi Indonesia menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

 

Penurunan BI Rate diharapkan dapat memberikan stimulus positif bagi sektor riil, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Akses yang lebih mudah terhadap kredit dengan suku bunga yang lebih rendah diharapkan dapat mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi. BI akan terus memantau dampak kebijakan ini terhadap perekonomian.

 

BI menekankan komitmennya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan pembayaran. BI akan terus melakukan pengawasan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan sistem keuangan tetap sehat dan berfungsi dengan baik. Ketahanan sistem keuangan menjadi prioritas utama dalam menjaga stabilitas ekonomi makro.

 

Langkah BI ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, yang melihatnya sebagai langkah tepat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi global yang masih penuh tantangan. Namun, BI tetap waspada terhadap potensi risiko yang mungkin muncul dan akan terus memantau perkembangan ekonomi secara cermat.

 

Ke depan, BI akan terus mengevaluasi efektivitas kebijakan moneter yang telah diterapkan dan melakukan penyesuaian jika diperlukan. Prioritas utama BI adalah untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. BI berkomitmen untuk selalu bertindak proaktif dalam merespon dinamika ekonomi yang terjadi. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Facebook Comments Box

BACA JUGA:  Identitas Korban Terungkap: Mayat di Bekasi Adalah Kepala Cabang Bank yang Diculik di Ciracas
Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026
Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H
Prabowo Jamin Stabilitas Pasar Modal Pasca-Mundurnya Petinggi OJK dan BEI
Pemkab Tapanuli Utara Paparkan Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat
Tapanuli Utara Raih Penghargaan UHC Awards Kategori Madya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:34 WIB

Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng

Senin, 23 Februari 2026 - 11:18 WIB

Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:29 WIB

Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:07 WIB

Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H

Berita Terbaru