Dokter Tifa Diperiksa Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Minta Lihat Ijazah Asli

Jumat, 11 Juli 2025 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Tifa Diperiksa Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi. (Foto : Ist.)

Dokter Tifa Diperiksa Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi. (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Tifauzia Tyassuma, atau yang lebih dikenal sebagai Dokter Tifa, memenuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (11/7). Ia hadir sebagai saksi terlapor dalam penyelidikan Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

 

Dokter Tifa menegaskan bahwa dirinya datang untuk meminta klarifikasi terkait statusnya sebagai saksi terlapor. Ia mempertanyakan materi laporan yang menyebabkan dirinya dilaporkan ke polisi. “Undangan klarifikasi sebenarnya ya, tapi di situ sudah tertera saya sebagai saksi terlapor,” ujarnya kepada wartawan.

 

Salah satu poin penting yang akan ditanyakan Dokter Tifa adalah identitas pelapor. Ia merasa perlu mengetahui siapa yang melaporkan dirinya terkait isu ini. Kejelasan identitas pelapor dianggap penting untuk memahami konteks pelaporan.

 

Lebih lanjut, Dokter Tifa menekankan haknya untuk melihat ijazah asli milik Presiden Jokowi. Menurutnya, klarifikasi yang efektif hanya dapat dilakukan dengan melihat dokumen ijazah tersebut secara langsung. “Seharusnya saya sebagai terlapor itu punya hak untuk melihat,” tegasnya.

 

Ia berpendapat bahwa tanpa melihat ijazah asli, diskusi hanya akan menjadi spekulasi belaka. “Klarifikasi apa itu kan atas jati diri dari dokumen tersebut. Maka di sini saya juga akan meminta kepada pihak pemeriksa untuk menghadirkan ijazah tersebut,” tambahnya.

 

Dokter Tifa membantah tuduhan telah melakukan penghasutan atau ujaran kebencian. Ia menyatakan bahwa semua pernyataannya selalu berada dalam koridor ilmiah dan tidak bertujuan untuk menghasut atau menyebarkan kebencian.

 

Polda Metro Jaya saat ini tengah menangani enam laporan polisi terkait isu ijazah palsu Jokowi. Salah satu laporan tersebut diajukan langsung oleh Presiden Jokowi sendiri atas dugaan pencemaran nama baik.

 

Jokowi melaporkan dugaan pelanggaran Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP dan atau Pasal 305 Jo 51 ayat 1 UU ITE. Polisi telah menerima sejumlah barang bukti dari Jokowi, termasuk flashdisk berisi tautan video YouTube dan konten media sosial, serta fotokopi ijazah.

 

Sejumlah pihak telah dimintai keterangan oleh polisi dalam proses penyelidikan, termasuk Roy Suryo, Dokter Tifa, Michael Sinaga, Rismon Hasiholan Sianipar, Kader PSI Dian Sandi, dan Kompol Syarif Fitriansyah (ajudan Jokowi).

 

Kasus ini terus menjadi perhatian publik. Pernyataan Dokter Tifa yang meminta untuk melihat ijazah asli Jokowi menjadi sorotan utama. Proses hukum yang sedang berjalan diharapkan dapat mengungkap kebenaran dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.

 

Permintaan Dokter Tifa untuk melihat ijazah asli Jokowi menimbulkan pertanyaan tentang akses terhadap dokumen kepresidenan. Proses hukum ini akan menguji bagaimana mekanisme pembuktian dalam kasus yang melibatkan dokumen penting negara.

 

Publik menantikan hasil penyelidikan Polda Metro Jaya dan berharap proses hukum berjalan secara transparan dan adil. Kasus ini menjadi pembelajaran penting tentang pentingnya kehati-hatian dalam menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan figur publik. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
BACA JUGA:  Ramalan Zodiak Besok Sabtu 28 Juni 2025: Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla
Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera
Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya
Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen
Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan
Terbitkan SEMA 4/2026, MA Tutup Celah Upaya Hukum untuk Putusan Bebas
KPK Klarifikasi Kegiatan OTT di Bogor
Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan

Berita Terbaru

Gubernur Sumut Bobby Nasution melantik tiga pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Sumut dalam prosesi di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jumat (18/9/2026). Foto: Ist.

Sumatera Utara

Bobby Nasution Lantik Tiga Pejabat Eselon II Pemprov Sumut

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:41 WIB

Wakil Gubernur Sumut Surya menerima Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Mahyuzar dalam pembahasan penguatan ketahanan keluarga dan dinamika kependudukan di Sumatera Utara. Foto: Ist.

Sumatera Utara

Pemprov Sumut Perkuat PUSPAGA Hadapi Tren Childfree Gen Z

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:27 WIB

Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama kepala daerah se-Sumut mengikuti rapat koordinasi penguatan tata kelola pemerintahan dan pencegahan korupsi bersama KPK. Foto: Ist.

Sumatera Utara

Bobby Nasution dan 33 Kepala Daerah Teken Komitmen Antikorupsi

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:02 WIB

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyatakan kooperatif mendukung proses hukum KPK terkait dugaan suap pengurusan HGB di Kabupaten Bogor. Foto: Ist.

Nasional

Nusron Wahid Tegaskan Kooperatif Usai OTT KPK

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:03 WIB