Medan-Mediadelegasi: Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memperkuat strategi menghadapi perubahan demografi dan tren pengasuhan anak di kalangan generasi Z (Gen Z). Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), edukasi kesehatan reproduksi, pemberdayaan ekonomi, serta sinkronisasi program pengasuhan nasional melalui Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA).
Upaya ini dibahas dalam pertemuan Wakil Gubernur Sumut Surya dengan Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Mahyuzar beserta tim. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Wagub, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (18/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu fokus utama. Pemerintah daerah mendorong pendekatan yang mencakup perlindungan anak dan perempuan, kesehatan keluarga, serta pencegahan stunting.
“Ini salah satu strategi komprehensif dalam memperkuat ketahanan keluarga, mencegah kekerasan terhadap anak dan perempuan, serta menurunkan angka stunting,” ucap Surya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sumut Dwi Endah Purwanti turut menjelaskan perubahan tren keluarga di kalangan generasi muda. Salah satu fenomena yang menjadi perhatian adalah keputusan sebagian generasi Z untuk tidak memiliki anak atau dikenal dengan istilah childfree.
Menurut Dwi, keputusan tersebut dapat dipengaruhi berbagai pertimbangan, mulai dari kondisi ekonomi hingga kesiapan mental. Kemampuan mengatur waktu dan keseimbangan kehidupan juga disebut menjadi faktor yang dipertimbangkan oleh sebagian anak muda, terutama di wilayah perkotaan.
Fenomena childfree kemudian menjadi bagian dari pembahasan mengenai dinamika kependudukan dan masa depan keluarga. Pemprov Sumut bersama BKKBN berupaya merespons perubahan tersebut melalui program yang memberikan dukungan serta informasi bagi masyarakat.
Dwi menyebut PUSPAGA dan TAMASYA dapat dimanfaatkan untuk menyediakan layanan konseling serta konsultasi gratis bagi keluarga. Layanan ini diarahkan untuk membantu masyarakat memperoleh pendampingan dalam pengasuhan anak dan penguatan hubungan keluarga.
Di sisi lain, Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Mahyuzar menyampaikan sejumlah isu kependudukan yang berkembang kepada Wagub Sumut. Ia juga menjelaskan perkembangan penataan Organisasi dan Tata Kerja (OTK) di lingkungan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Penataan tersebut dilakukan setelah transformasi kelembagaan BKKBN menjadi kementerian. Mahyuzar menjelaskan bahwa kantor perwakilan BKKBN di tingkat provinsi sedang menjalani proses revisi kelembagaan untuk menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Selain persoalan kelembagaan, Mahyuzar kembali menyoroti tren childfree yang berkembang di kalangan generasi muda. Ia menyebut keputusan menunda atau tidak memiliki anak berpotensi berkaitan dengan perubahan angka kelahiran dan perlu diperhatikan dalam pembahasan penuaan penduduk (aging population).
Mahyuzar menjelaskan bahwa faktor keamanan finansial, tingginya biaya hidup, dan biaya perumahan dapat menjadi pertimbangan sebagian anak muda dalam membangun keluarga. Karena itu, ia mendorong penguatan edukasi kesiapan menikah, dukungan ekonomi, kesehatan mental, serta kesehatan reproduksi.
“Kami berupaya menggalakkan edukasi kesiapan menikah, dukungan ekonomi, mental, dan kesehatan reproduksi agar generasi muda tidak terhalang secara sistemik untuk berkeluarga,” pungkas Mahyuzar. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Miranda
Editor : Alan






