Danau Toba Siap Jadi Kawasan Ekonomi Khusus: Pemerintah Pusat dan Daerah Bersinergi

Senin, 14 Juli 2025 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekdaprov Sumut, Togap Simangunsong dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan saat Rapat Penataan Kawasan Danau Toba di Ruang Rapat Kampus Institut Teknologi Del, Laguboti, Kabupaten Toba, Sabtu (12/7/2025). (Foto : Ist.)

Sekdaprov Sumut, Togap Simangunsong dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan saat Rapat Penataan Kawasan Danau Toba di Ruang Rapat Kampus Institut Teknologi Del, Laguboti, Kabupaten Toba, Sabtu (12/7/2025). (Foto : Ist.)

Medan-Mediadelegasi : Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, baru-baru ini melantik Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut, Togap Simangunsong. Sehari setelah dilantik, Togap langsung mengikuti rapat penting untuk membahas pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Danau Toba yang dipimpin oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam rapat tersebut, Togap menekankan pentingnya pembentukan KEK di Danau Toba. Menurutnya, tujuan utama pembentukan ini adalah untuk meningkatkan investasi, optimalisasi ekspor-impor, percepatan pembangunan daerah, serta terobosan dalam pengembangan kawasan industri, pariwisata, dan perdagangan.

Togap juga menjelaskan bahwa pengembangan Danau Toba harus dilakukan secara holistik, tidak hanya fokus pada pembangunan fisik atau destinasi wisata, tetapi juga pada pelestarian budaya dan lingkungan sebagai warisan masyarakat Sumatera Utara.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara saat ini sedang menyiapkan segala kebutuhan terkait lahan, dokumen, dan administrasi untuk pembentukan KEK Danau Toba. Togap menekankan pentingnya kolaborasi antar pihak, termasuk kabupaten/kota dan DEN, untuk mewujudkan KEK Danau Toba.

BACA JUGA:  PKS Resmi Dukung Akhyar ke 'Medan Satu'

Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, menjelaskan bahwa pemerintah pusat akan memperkuat dukungan dalam bentuk infrastruktur, kelembagaan, hingga pembentukan badan usaha pengelola KEK Danau Toba.

Luhut menekankan bahwa setiap daerah di Kawasan Danau Toba memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pembentukan KEK akan mempertimbangkan kedua aspek tersebut, dan daerah diharapkan mengusulkan rencana bisnis yang akan dibangun.

Luhut menjelaskan bahwa ada beberapa sektor yang dapat dikembangkan dalam skema KEK, seperti pariwisata, olahraga, pertanian, energi, pendidikan, dan kesehatan.

Pembentukan KEK Danau Toba diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk peningkatan ekonomi dan lapangan kerja.

Tujuh kabupaten yang mengelilingi Danau Toba, yaitu Samosir, Simalungun, Toba, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Dairi, dan Karo, siap mengusulkan rencana bisnis untuk pengembangan KEK Danau Toba.

BACA JUGA:  Persiapan F1 Powerboat di Danau Toba Terus Dikebut

Togap menekankan pentingnya kerja sama yang jelas dan pembagian peran yang terstruktur antar pihak untuk mewujudkan KEK Danau Toba.

Dengan pembentukan KEK Danau Toba, pemerintah berharap dapat mencapai tujuan pembangunan yang lebih cepat dan efektif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara.

Pemerintah pusat akan memberikan dukungan infrastruktur yang memadai untuk mendukung pengembangan KEK Danau Toba.

Luhut berharap pembentukan KEK Danau Toba dapat meningkatkan investasi dan perekonomian masyarakat Sumatera Utara, serta membuka lapangan kerja yang lebih luas.

Pembentukan KEK Danau Toba merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara. Dengan kolaborasi antar pihak dan dukungan pemerintah pusat, diharapkan KEK Danau Toba dapat menjadi salah satu kawasan ekonomi unggulan di Indonesia. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Berita Terbaru