Kebanggaan Batak sebagai Pondasi Persatuan Bangsa

Rabu, 20 Agustus 2025 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Taulim P. Matondang, Ketua umum DPP PBBD

Taulim P. Matondang, Ketua umum DPP PBBD

Medan-Mediadelegasi: Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Perserikatan Bangso Batak Sedunia (PBBD) mengajak semua orang-orang Batak untuk tetap bangga sebagai orang Batak yang menghargai sejarah dan adat budaya. Ketua Umum PBBD, Taulim P. Matondang, menyampaikan sudah waktunya menjalin persatuan dan kesatuan bangsa sebagai salah satu suku yang ada di Indonesia.(Medan 08/8)

Ia juga menyoroti maraknya isu-isu atau statemen sejarah Batak yang dibuat oleh pihak-pihak yang kurang memahami sejarah atau bahkan sebagai upaya pembelokan sejarah.

Pendapat atau statemen sejarah yang marak di media sosial saat ini, seolah-olah pendapat pribadi atau kelompok yang malu disebut sebagai orang batak. “Memang, fenomena itu bukanlah hal baru di era ini. Karena masa penjajahan Belanda juga sudah muncul melalui politik “devide et impera” yang menyebut tidak ada batak. Tapi yang ada yaitu, par Silindung, par Toba, Barus, dan lain-lain yang identik menekankan daerah asal atau daerahisme,” kata Taulim P Matondang.

BACA JUGA:  Dharma Wanita Persatuan Sumut Sembelih Dua Ekor Sapi Kurban

Matondang mengatakan Ciri-ciri orang Batak adalah memiliki empat hal penting yang menjadi identitas dan karakteristik khas mereka,
– Marga, yang merupakan identitas keluarga dan asal-usul yang membedakan satu keluarga dengan lainnya. Marga menjadi sangat penting dalam budaya Batak karena menentukan hubungan kekerabatan dan posisi seseorang dalam masyarakat.
– Bahasa Batak, yang menjadi bahasa sendiri dan sarana komunikasi serta ekspresi budaya. Bahasa Batak memiliki dialek dan variasi yang berbeda-beda tergantung pada wilayah dan komunitasnya.
– Aksara Batak, yang merupakan sistem tulisan tradisional yang memiliki nilai sejarah dan estetika tinggi. Aksara Batak digunakan untuk menulis bahasa Batak dan menjadi bagian dari warisan budaya yang Bahasa Batak dan menjadi bagian dari warisan budaya yang sangat berharga.
– Adat dan Budaya, seperti ulos Batak dan dekke Batak, yang menjadi bagian dari kekayaan budaya dan warisan leluhur. Adat dan budaya Batak sangat kaya dan beragam, meliputi upacara adat, tarian, musik, dan lain-lain.

BACA JUGA:  Kejati Sumut Kembalikan Kerugian Negara Rp9.083.566.525

Taulim P. Matondang juga menekankan pentingnya mengedukasi anak-anak tentang sejarah Batak, dimulai dari marganya dan tetap memakainya. Selain itu, perlu dijelaskan tentang kaitan dengan marga ibu untuk terjalinnya sistem kekerabatan dan Dalihan Na Tolu.

“Selain memakai marga, perlu juga dijelaskan tentang kaitan dengan marga ibu, sehingga terjalin sistem kekerabatan dan Dalihan Na Tolu. Dengan demikian, akan tertanam jiwa bangga sebagai orang Batak,” kata Taulim P. Matondang menegaskan.

Dengan memahami dan menghayati budaya Batak, orang-orang Batak dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Daerah asal atau bona pasogit Batak adalah Pulau Samosir, Kecamatan Sianjurmula-mula, dan wilayah-wilayah terdekat seperti Toba, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Sipirok, Simalungun, Karo, Dairi, dan Pakpak.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa ISTP Demo Tuntut Kampus Dibuka, Ahli Waris TD Pardede: Tanggung Jawab Yayasan Hana Nelsri Kaban dan LLDikti
Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas
Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik
Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik
5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan
Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan
Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara
Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:08 WIB

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas

Senin, 29 Juni 2026 - 11:04 WIB

Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:55 WIB

Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:43 WIB

5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:47 WIB

Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan

Berita Terbaru