Tolpit, Kue Unik Asal Bantul yang Diakui UNESCO

- Penulis

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kue Tolpit asal |Kabupaten Bantul , Yogyakarta. Foto  ist

Kue Tolpit asal |Kabupaten Bantul , Yogyakarta. Foto ist

Tolpit, Kue Unik Asal Bantul yang Jadi Warisan Tak Benda
Kue Tolpit asal |Kabupaten Bantul , Yogyakarta. Foto ist

Jakarta-Mediadelegasi: Di tengah beragam kuliner tradisional Jawa, ada satu jajanan pasar dari Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang selalu mencuri perhatian karena namanya, tolpit.

Meski namanya terkesan nyeleneh, kue ini justru telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan RI.

Dikenal juga dengan nama adrem, kue ini bukan sekadar camilan manis, melainkan simbol budaya yang menyimpan makna filosofis mendalam bagi masyarakat Bantul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Simbol syukur
Menurut laman resmi Pemprov DIY, adrem atau tolpit dulunya erat kaitannya dengan tradisi panen masyarakat pedesaan.

Kue ini biasa dijajakan dengan cara ditukar menggunakan hasil panen padi, sebagai wujud rasa syukur kepada Dewi Sri, dewi kesuburan dalam kepercayaan Jawa.

 

Selain menjadi simbol kesuburan, adrem juga dimaknai sebagai lambang pengampunan dan pengayoman, doa agar kehidupan selalu “adhem” atau tenteram.

BACA JUGA:  Unesco Tentukan Nasib Geopark Kaldera Toba September Ini

Tak heran jika hingga saat ini kue tersebut masih sering disajikan dalam acara tradisional atau selamatan.

Ciri khas adrem terletak pada cara pembuatannya. Adonan berbahan dasar tepung beras dan gula Jawa ini digoreng dengan teknik khusus menggunakan tiga bilah bambu atau sumpit, sehingga menciptakan bentuk unik dan tekstur renyah di luar, lembut di dalam.

Bentuk dan teknik inilah yang membuatnya mudah dikenali sekaligus sulit dilupakan.

Banyak pembuat kue di Bantul, seperti Mardinem dan Kisminah, masih mempertahankan cara tradisional ini agar cita rasa dan filosofi adrem tetap terjaga.

Nama Tolpit memang sering menimbulkan rasa penasaran, terutama bagi orang luar Bantul.

Setyo Prasiyono Nugroho dalam artikel Wisata Gastronomi Makanan Tradisional Yogyakarta melalui Storynomic (2023), mengemukakan, sebutan itu muncul karena bentuk kue dianggap menyerupai alat kelamin pria dalam bahasa Jawa.

BACA JUGA:  Azizul Kholis Pimpin Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO

Namun, sebagian pembuat adrem memiliki pandangan berbeda. Mereka menilai nama tersebut lebih merujuk pada teknik menjepit adonan saat digoreng, bukan bentuknya.

“Mungkin karena dijepit pakai tiga sumpit itu, lalu diangkat. Jadi bukan karena bentuknya,” kata Mardinem menjelaskan.

Kini, kue yang dulunya hanya dijual di pasar tradisional Bantul itu telah naik kelas.

Penetapannya sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia bukan hanya bentuk apresiasi terhadap kreativitas masyarakat lokal, tetapi juga pengakuan terhadap kekayaan kuliner dan filosofi Jawa yang diwariskan turun-temurun.

Dengan rasa manis legit berpadu aroma gula Jawa, tolpit kini bisa dinikmati oleh berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang tua sebagai warisan rasa dan cerita dari tanah Bantul yang tak lekang oleh waktu. D|red

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Polri Limpahkan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya, Tetap Lakukan Asistensi
Bareskrim Polri Dalami Laporan Jusuf Kalla Terhadap Rismon Sianipar Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
BPOM Tegas: Produsen Kosmetik Berbahan Berbahaya Terancam 12 Tahun Penjara
Erupsi Gunung Dukono Tewaskan 3 Pendaki, 2 Warga Singapura dan 1 Warga Ternate
Kebakaran Rumah di Jakarta Selatan Tewaskan Anggota BPK, Diduga Akibat Sisa Bahan Renovasi
Kemenkes: Ada 2 Kasus Suspek Baru Hantavirus, Belum Dikonfirmasi Positif
Dua Tokoh Hadir di KPK: Yaqut Singkat, Gus Ipul Bahas Program
Hari ke 17, 12 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:48 WIB

Bareskrim Polri Limpahkan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya, Tetap Lakukan Asistensi

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:36 WIB

Bareskrim Polri Dalami Laporan Jusuf Kalla Terhadap Rismon Sianipar Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:45 WIB

BPOM Tegas: Produsen Kosmetik Berbahan Berbahaya Terancam 12 Tahun Penjara

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:26 WIB

Erupsi Gunung Dukono Tewaskan 3 Pendaki, 2 Warga Singapura dan 1 Warga Ternate

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:01 WIB

Kebakaran Rumah di Jakarta Selatan Tewaskan Anggota BPK, Diduga Akibat Sisa Bahan Renovasi

Berita Terbaru