Medan-Mediadelegasi: Dosen dan peneliti pada departemen akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan (Unimed) Azizul Kholis, SE, M.Si ditetapkan sebagai General Manager (GM) Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark Sumatera Utara (Sumut).
Keterangan yang dihimpun Mediadelegasi, di Medan, Rabu (22/1), Azizul Kholis dinyatakan lolos seleksi terbuka pengisian jabatan general manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut tahun 2024.
Selain Azizul Kholis, Pemprov Sumut melalui Sekretariat Daerah mengeluarkan, surat elektronik dan edaran Nomor 500.13/470/2025 tanggal 17 Januari 2025, juga mengumumkan hasil seleksi untuk posisi jabatan manager.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam surat yang ditandatangani Penjabat Sekdaprov Sumut Effendy Pohan, terdapat lima nama yang bakal menduduki posisi jabatan manager, yakni Debbie Riauni Panjaitan menjabat sebagai Manager Divisi Perencanaan Penelitian dan Pengembangan.
Selanjutnya, Tikwan Raya Siregar sebagai Manager Divisi Kerjasama, Promosi dan Publikasi.
Ovi Vensus Hamubaon Samosir menjabat sebagai Manager Divisi Pendidikan, Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat.
Sedangkan, Petrus Parlindungan Purba dinyatakan lolos seleksi untuk posisi jabatan Manager Divisi Pengelolaan Geologi, Keragaman Geologi, Keragaman Biologi dan Keragaman Budaya.
Seleksi calon general manager dan lima manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark bertujuan untuk menemukan kandidat terbaik yang mampu mengelola dan mengembangkan kawasan geopark berkelas dunia ini secara profesional.
Tahapan seleksi meliputi pengajuan dokumen, wawancara, serta uji kompetensi, dengan harapan posisi strategis ini dapat diisi oleh individu berkompeten yang memahami potensi pariwisata berkelanjutan di kawasan Danau Toba.
Sebagai informasi, Geopark Kaldera Toba terletak di kawasan Danau Toba. Kawasan ini merupakan salah satu geopark yang terpilih sebagai UNESCO Global Geopark pada tahun 2020.
Pertimbangan UNESCO untuk memilih Kaldera Toba dalam UNESCO Global Geopark karena dinilai memiliki kaitan geologis dan budaya yang tinggi dengan masyarakat lokal.
Geopark atau taman bumi yang menjadi warisan dunia UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) tersebut diharapkan mampu berperan sebagai salah satu motor penggerak pembangunan di masa depan.
Hingga saat ini, Indonesia memiliki 10 tempat yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan peradaban dunia mulai dari level nasional hingga internasional. D|Red












