Fantastis:Bea Cukai Sudah Tindak Hampir 1 Miliar Batang Rokok Ilegal

Jumat, 21 November 2025 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fantastis:Bea Cukai Sudah Tindak Hampir 1 Miliar Batang Rokok Ilegal.(Foto:Ist)

Fantastis:Bea Cukai Sudah Tindak Hampir 1 Miliar Batang Rokok Ilegal.(Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi: Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan pada konferensi pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis (20/11), bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah menindak 954 juta batang rokok ilegal sepanjang Januari–Oktober 2025. Jumlah ini melonjak 40,9 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun 2024, hampir mencapai 1 miliar batang.

Masifnya penindakan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara Bea Cukai dengan sejumlah instansi penegak hukum di pusat dan daerah. Dari total penindakan tersebut, 73,8 persen merupakan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), disusul sigaret putih mesin (SPM) sebesar 20,8 persen, sementara 5,4 persen sisanya merupakan rokok ilegal berbagai jenis lain.

Meski capaian operasional meningkat tajam, Suahasil mengingatkan bahwa angka tersebut masih sangat kecil bila dibandingkan estimasi peredaran rokok ilegal secara nasional. Berdasarkan kajian internal, diperkirakan 7–10 persen rokok yang beredar di pasaran Indonesia adalah ilegal. “Kalau kita bandingkan dengan estimasi rokok ilegal yang ada di luar, ini masih sangat di bawah,” tegasnya.

BACA JUGA:  Nirina Zubir Pecinta Kucing, Total 24 Ekor Kucing Dipeliharanya

Dalam kesempatan yang sama, Suahasil memaparkan perkembangan penerimaan kepabeanan dan cukai hingga Oktober 2025 yang mencapai Rp249,3 triliun, tumbuh 7,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ia merinci tiga pos penerimaan utama: cukai, bea keluar, dan bea masuk, masing-masing menunjukkan dinamika berbeda.

Penerimaan cukai mencapai 75,4 persen dari target APBN, naik 5,7 persen secara tahunan. Namun, produksi hasil tembakau justru turun 2,8 persen menjadi 258,4 miliar batang. “Secara penerimaan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Namun produksi hasil tembakau sedikit di bawah tahun lalu,” jelasnya.

Penerimaan bea keluar melesat 69,2 persen, jauh melampaui target hingga 537,4 persen. Lonjakan ini dipicu oleh kenaikan harga CPO, meningkatnya volume ekspor sawit, serta kebijakan ekspor konsentrat tembaga yang berlangsung Maret–September. “Kenaikan harga CPO dan volume ekspor sawit memberikan dorongan signifikan,” kata Suahasil.

BACA JUGA:  Pendaftaran CPNS 2024 Diperpanjang hingga 10 September

Berbeda dengan dua pos sebelumnya, bea masuk justru mengalami kontraksi 4,9 persen secara tahunan, dan baru memenuhi 77,5 persen dari target APBN. Penurunan ini terutama disebabkan berkurangnya pemasukan dari komoditas pangan serta meningkatnya pemanfaatan free trade agreement (FTA). “Bea Masuk sedikit kontraksi dibanding tahun lalu,” ucapnyaD|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

j
.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla
Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera
Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya
Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen
Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan
Terbitkan SEMA 4/2026, MA Tutup Celah Upaya Hukum untuk Putusan Bebas
KPK Klarifikasi Kegiatan OTT di Bogor
Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan

Berita Terbaru