Wabah Amoeba Pemakan Otak Mengganas di Kerala India, Ratusan Kasus dan Puluhan Kematian Tercatat

- Penulis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabah amoebic meningoensefalitis atau biasa disebut amuba pemakan otak manusia, mengganas di Kerala, India. Foto: Ist.

Wabah amoebic meningoensefalitis atau biasa disebut amuba pemakan otak manusia, mengganas di Kerala, India. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Negara Bagian Kerala sedang menghadapi krisis kesehatan yang serius akibat wabah amoebic meningoensefalitis, atau yang lebih dikenal sebagai infeksi “amuba pemakan otak”. Jumlah kasus penyakit mematikan ini telah melonjak secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, menyebabkan kekhawatiran besar di kalangan pejabat kesehatan dan masyarakat.

Menurut Menteri Kesehatan Kerala, Prataprao Jadhav, wilayah tersebut telah mencatat 170 kasus amoebic meningoensefalitis pada tahun 2025 saja, dengan 42 kematian. Angka ini menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sejak 2023, total 211 kasus telah dilaporkan, dengan 53 kematian.

“Meskipun pada tahun 2023 terdapat dua kasus dan dua kematian akibat amoebic meningoensefalitis, jumlahnya melonjak menjadi 39 kasus dan 9 kematian pada tahun 2024. Kasus-kasus tersebut melonjak menjadi 170 pada tahun 2025, dan merenggut 42 nyawa,” kata Jadhav kepada parlemen negara bagian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lonjakan kasus yang drastis ini telah mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan cepat. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional (NCDC) India, Kozhikode, telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan penyebab lonjakan tersebut.

BACA JUGA:  Penularan HIV dari Ibu ke Anak di Indonesia Menurun, Target Eliminasi 2030 Semakin Dekat

Penyelidikan ini melibatkan kolaborasi antara Sekretaris Departemen Riset Kesehatan/Direktur Jenderal Dewan Riset Medis India (ICMR) dan para ahli nasional dan negara bagian. Mereka bertujuan untuk meninjau dan menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kasus amoebic meningoensefalitis di Kerala.

Amoebic meningoensefalitis adalah penyakit sistem saraf pusat akut yang disebabkan oleh Naegleria fowleri, amuba yang hidup bebas dan umum ditemukan di perairan tawar hangat. Infeksi terjadi ketika air yang terkontaminasi masuk ke hidung, memungkinkan amuba untuk berpindah ke otak dan menyebabkan kerusakan parah.

Gejala penyakit ini meliputi sakit kepala, demam, mual, muntah, leher kaku, kebingungan, dan kejang-kejang. Karena penyakit ini berkembang dengan cepat, diagnosis dan pengobatan dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidup.

BACA JUGA:  Wamenkes: Kasus TBC di Indonesia Tembus 1 Juta Orang, Pemerintah Targetkan Tuntas Tahun Depan

Pemerintah negara bagian telah meningkatkan upaya edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit ini dan langkah-langkah pencegahan. Masyarakat disarankan untuk menghindari berenang atau menyelam di perairan tawar yang hangat, terutama jika airnya tampak kotor atau tercemar. Penggunaan klip hidung saat berenang juga disarankan untuk mencegah air masuk ke hidung.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan air yang telah direbus atau disterilkan untuk irigasi hidung atau wudhu. Penting untuk memastikan bahwa air yang digunakan untuk keperluan ini bebas dari kontaminasi amuba.

Wabah amoebic meningoensefalitis di Kerala adalah masalah kesehatan masyarakat yang mendesak yang membutuhkan perhatian dan tindakan segera. Pemerintah dan otoritas kesehatan bekerja sama untuk menyelidiki penyebab lonjakan kasus, meningkatkan kesadaran publik, dan menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi masyarakat dari penyakit mematikan ini. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efektif, Cara Mudah Aktifkan Lagi BPJS Kesehatanmu
ISPA Mendominasi Penyakit di Pengungsian Banjir Sumbar, Kemenkes dan Dinkes Siagakan Tim Medis
Penularan HIV dari Ibu ke Anak di Indonesia Menurun, Target Eliminasi 2030 Semakin Dekat
Ahli Ungkap: Masalah Rahim Jadi Penyebab Utama Keguguran Berulang yang Sering Terabaikan
Ahli Epidemiologi: Potensi Virus H5N5 Masuk Indonesia Sangat Kecil, Tapi Tetap Waspada
Wamenkes: Kasus TBC di Indonesia Tembus 1 Juta Orang, Pemerintah Targetkan Tuntas Tahun Depan
Kemenkes Ungkap Ada 10.300 Puskesmas di Indonesia, Tapi 36 Kecamatan Belum Terjangkau
Kemenkes Ubah Sistem Rujukan: Tak Lagi Berjenjang, Kini Berbasis Kompetensi

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:21 WIB

Efektif, Cara Mudah Aktifkan Lagi BPJS Kesehatanmu

Sabtu, 6 Desember 2025 - 13:34 WIB

ISPA Mendominasi Penyakit di Pengungsian Banjir Sumbar, Kemenkes dan Dinkes Siagakan Tim Medis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:44 WIB

Wabah Amoeba Pemakan Otak Mengganas di Kerala India, Ratusan Kasus dan Puluhan Kematian Tercatat

Rabu, 26 November 2025 - 14:44 WIB

Penularan HIV dari Ibu ke Anak di Indonesia Menurun, Target Eliminasi 2030 Semakin Dekat

Jumat, 21 November 2025 - 18:12 WIB

Ahli Ungkap: Masalah Rahim Jadi Penyebab Utama Keguguran Berulang yang Sering Terabaikan

Berita Terbaru