Kemnaker dan Polri Sukses Mediasi PHK PT Amos Indah Indonesia Pesangon Rp12,7 Miliar Cair

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana usai penandatanganan kesepakatan bersama antara PT Amos Indah Indonesia dan eks pekerja di Gedung Desk Ketenagakerjaan Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (23/7/2026). Sinergi Kemnaker dan Polri berhasil menuntaskan perselisihan PHK 134 pekerja dengan total pesangon mencapai Rp12,7 miliar. Foto: Ist.

Suasana usai penandatanganan kesepakatan bersama antara PT Amos Indah Indonesia dan eks pekerja di Gedung Desk Ketenagakerjaan Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (23/7/2026). Sinergi Kemnaker dan Polri berhasil menuntaskan perselisihan PHK 134 pekerja dengan total pesangon mencapai Rp12,7 miliar. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Desk Ketenagakerjaan Polri mencatat prestasi penting dalam penanganan dinamika hubungan industrial di Tanah Air. Sinergi kedua lembaga ini berhasil memediasi perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang melibatkan PT Amos Indah Indonesia dengan 134 orang mantan pekerjanya.

Melalui rangkaian dialog yang intensif dan konstruktif, kedua belah pihak akhirnya menemukan titik temu dan menyepakati jalan keluar atas perselisihan tersebut. Langkah pemediasian ini menjadi bukti efektivitas penanganan konflik ketenagakerjaan melalui jalur musyawarah.

Pengumuman atas keberhasilan mediasi ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor. Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Mediasi Perkara Ketenagakerjaan di Jakarta pada Kamis (23/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Afriansyah menekankan bahwa pencapaian ini merupakan buah manis dari kolaborasi erat antara Kemnaker dan Desk Ketenagakerjaan Polri. Sinergitas antar-instansi dipandang sebagai kunci utama dalam mempercepat penyelesaian berbagai sengketa pekerja di Indonesia.

BACA JUGA:  Seleksi CPNS 2026: Apakah Jalur Cumlaude Kembali Dibuka? Ini Syarat dan Dokumen yang Perlu Disiapkan

Afriansyah mengungkapkan bahwa perselisihan ini sebelumnya mendapat perhatian khusus dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Pihaknya diberikan target waktu satu bulan untuk menuntaskan konflik ketenagakerjaan tersebut secara adil.

Kerja keras dan koordinasi intensif yang terbangun membuat proses mediasi berjalan lebih cepat dari perkiraan. Hanya dalam kurun waktu tiga minggu, manajemen PT Amos Indah Indonesia dan perwakilan 134 mantan pekerja resmi menandatangani kesepakatan bersama.

Adapun akar permasalahan dari dinamika ini bermula ketika pihak perusahaan melakukan tindakan PHK terhadap sejumlah karyawannya pada Maret 2026. Keputusan tersebut sempat memicu gelombang protes dari para pekerja.

Pihak serikat pekerja yang menilai proses pemutusan hubungan kerja tidak memenuhi prinsip keadilan kemudian melayangkan pengaduan resmi ke Kemnaker. Merespons aduan tersebut, Kemnaker menggandeng Desk Ketenagakerjaan Polri untuk memfasilitasi ruang dialog.

Berdasarkan hasil kesepakatan akhir, kedua belah pihak menyetujui bahwa status PHK terhadap 134 pekerja tetap berlaku secara sah. Namun, perusahaan berkewajiban penuh untuk menunaikan seluruh hak-hak para mantan pekerjanya tanpa terkecuali.

BACA JUGA:  Kemnaker Sambut Baik Kolaborasi dengan GERTANUSA Foundation: Perkuat Pelatihan Vokasi, Magang, dan Wirausaha

PT Amos Indah Indonesia berkomitmen membayarkan dana pesangon dengan total nilai mencapai sekitar Rp12,7 miliar. Besaran nominal yang diterima setiap individu disesuaikan berdasarkan kalkulasi masa kerja dan regulasi yang berlaku.

Afriansyah berharap model kolaborasi strategis antara Kemnaker dan Polri dapat terus diperkuat ke depannya. Kehadiran ruang mediasi yang responsif diharapkan mampu menyelesaikan berbagai kasus perselisihan tenaga kerja tanpa harus berlarut-larut.

Sementara itu, Kepala Desk Ketenagakerjaan Polri, Brigjen Pol. Mohammad Irhammi, mengapresiasi keaktifan Wamenaker yang turun langsung ke lapangan. Ia menilai penyelesaian kasus ini merupakan bentuk nyata implementasi Asta Cita Presiden RI dalam menjaga kesejahteraan serta kepastian hukum bagi para pekerja Indonesia. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Miranda

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Kasus Penyadapan Usut Transparan dan Objektif kepada Kapolri
Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo oleh Eks Kapolri Listyo Sigit Mengarah pada Perbuatan Makar
Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi Kementerian ATR BPN
Pengerahan Pasukan TNI Jumlah Besar ke Jakarta, Kapuspen: Tugas Negara dan Siaga Menjaga NKRI
Mutasi Polri November 2026: Kapolri Rotasi 264 Perwira Tinggi dan Menengah
Isu Penyadapan Istana dan Penangkapan Jenderal Polri: Mabes Polri Minta Publik Bersabar
Kabar Penangkapan Jenderal Polri, Kadiv Humas: Masih Dicek, Belum Diklarifikasi
Jimly Asshiddiqie: Pemakzulan Gibran Lewat DPR–MK–MPR, Mundur Sukarela Lebih Cepat
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:10 WIB

Prabowo Minta Kasus Penyadapan Usut Transparan dan Objektif kepada Kapolri

Rabu, 4 November 2026 - 14:04 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo oleh Eks Kapolri Listyo Sigit Mengarah pada Perbuatan Makar

Rabu, 4 November 2026 - 11:51 WIB

Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi Kementerian ATR BPN

Rabu, 4 November 2026 - 11:12 WIB

Pengerahan Pasukan TNI Jumlah Besar ke Jakarta, Kapuspen: Tugas Negara dan Siaga Menjaga NKRI

Selasa, 3 November 2026 - 16:26 WIB

Isu Penyadapan Istana dan Penangkapan Jenderal Polri: Mabes Polri Minta Publik Bersabar

Berita Terbaru