ESDM Gerak Cepat! Kirim Ribuan Genset dan Kompor Gas untuk Korban Banjir Aceh-Sumatera

- Penulis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kiri) bersama Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Erwin Sugiandi (kanan) meninjau bantuan berupa genset di Halim Perdanakusuma International Airport, Jakarta, Sabtu (27/12/2025). (foto:Ist)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kiri) bersama Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Erwin Sugiandi (kanan) meninjau bantuan berupa genset di Halim Perdanakusuma International Airport, Jakarta, Sabtu (27/12/2025). (foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi : Sebagai wujud kepedulian dan respons cepat terhadap bencana banjir yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa 1.000 unit genset serta 3.000 unit kompor gas lengkap dengan regulator dan selang. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak bencana dan memenuhi kebutuhan dasar mereka, terutama akses listrik dan sarana memasak.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, secara langsung melepas pengiriman bantuan ini pada hari Sabtu, 27 Desember, di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pengiriman bantuan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia untuk segera memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Genset yang dikirimkan akan didistribusikan ke 224 desa di 10 kabupaten di Provinsi Aceh yang hingga kini masih belum dialiri listrik akibat banjir. Bantuan ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan penerangan, pengisian daya perangkat elektronik, dan operasional fasilitas umum seperti posko pengungsian dan rumah sakit darurat.

Pengiriman genset dilakukan menggunakan pesawat Hercules milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Sementara itu, bantuan kompor gas dan kelengkapannya diberangkatkan melalui pesawat kargo agar dapat segera tiba di lokasi tujuan.

“Hari ini atas arahan Presiden Republik Indonesia, Kementerian ESDM mengirimkan bantuan 1.000 unit genset dengan kapasitas rata-rata di 5-7 KVA,” kata Bahlil saat melepas pengiriman bantuan. “Selain rumah, bantuan genset ini juga dipergunakan untuk melistriki saudara-saudara yang masih ada di tenda-tenda pengungsian agar mereka juga bisa mendapatkan fasilitas listrik.”

BACA JUGA:  28 Persen Sentimen Negatif Terkait Banjir Sumatera-Aceh, DIR: Berpotensi Jadi Krisis Kepercayaan

Bahlil menjelaskan bahwa genset merupakan solusi sementara untuk mengatasi masalah krisis listrik di wilayah yang infrastruktur kelistrikannya mengalami kerusakan akibat banjir. Meskipun jaringan tegangan tinggi di beberapa titik sudah terkoneksi kembali, masih banyak daerah yang mengalami masalah pada jaringan rendah sehingga belum bisa menerima pasokan listrik normal.

“Kita tahu semua bahwa listrik khususnya di Aceh secara tegangan tinggi itu sudah terkoneksi baik dari backbone Sumatra maupun Arun dan Biereun, Nagan Raya, itu semua sudah terkoneksi,” lanjut Bahlil. “Tetapi kita tahu bahwa kondisi untuk jaringan rendahnya masih banyak daerah-daerah yang belum bisa kita masuki. Ini terjadi karena infrastruktur yang belum selesai.”

Bahlil menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk memberikan akses listrik kepada masyarakat dalam kondisi darurat. “Jadi selama infrastruktur daratnya belum selesai, dan tegangan rendahnya belum clear, kita akan mengintervensi dengan genset yang ada,” tegasnya.

Untuk memastikan kelancaran operasional genset, PT Pertamina Niaga akan memasok kebutuhan bahan bakar untuk operasional genset yang dikirim. Dengan demikian, penerima bantuan tidak perlu khawatir dengan biaya bahan bakar pada tahap awal distribusi.

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsekal Pertama TNI Erwin Sugiandi, menjelaskan pengaturan pengiriman bantuan dari sisi operasional udara. “Kita pesawat kan pesawat banyak di sini. Nah, hari ini full untuk mengirim bantuan genset dari Kementerian ESDM karena itu merupakan kebutuhan yang esensial. Karena kita tahu sendirilah kita tidak akan bisa hidup tanpa listrik,” jelas Erwin.

BACA JUGA:  Pemerintah Percepat Penanganan Darurat dan Pemulihan Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sebelum diberangkatkan, seluruh bantuan untuk Aceh dan Sumatera telah melalui proses pengecekan, pendataan, dan pengemasan sesuai standar logistik. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan selama penerbangan dan kesiapan penggunaan setibanya di lokasi.

Pemerintah juga memastikan koordinasi distribusi bantuan dilakukan bersama pemerintah daerah, aparat setempat, dan posko penanganan bencana. Tujuannya adalah agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan merata, sehingga benar-benar dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.

Selain genset, bantuan kompor gas yang dikirimkan juga sangat penting untuk memenuhi kebutuhan memasak warga terdampak banjir. Total kompor gas yang dikirim berjumlah 3.000 unit, terdiri dari berbagai jenis, beserta dengan 3.000 unit regulator dan selang gas.

Kementerian ESDM berharap pengiriman bantuan ini dapat meringankan beban warga terdampak banjir dan menunjukkan kehadiran negara dalam situasi darurat. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau proses distribusi bantuan hingga benar-benar diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.D|Red.

 

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Berita Terbaru