Rumah Baru, Harapan Baru: Huntap untuk Korban Bencana

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana di Gedung DPR RI, Rabu (18/2/2026). Foto: Ist.

Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana di Gedung DPR RI, Rabu (18/2/2026). Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakui bahwa pembangunan rumah hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di wilayah Sumatera yang dibangun secara terpusat oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memiliki kualitas yang lebih baik. Hal ini menjadi sorotan dalam upaya pemerintah untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi para korban bencana alam yang kehilangan tempat tinggal.

Pembangunan Rumah Hunian Tetap Oleh Kementerian PKP

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan bahwa perbedaan kualitas ini disebabkan oleh perbedaan anggaran yang dialokasikan untuk masing-masing skema pembangunan. “Memang yang dibangun oleh Kementerian PKP itu lebih baik, karena dananya memang lebih banyak sehingga tadi Bapak Menteri juga menyarankan untuk disamakan,” kata Suharyanto dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana di Gedung DPR RI, Rabu (18/2/2026).

Meskipun demikian, Suharyanto memastikan bahwa rumah yang dibangun oleh BNPB tetap memenuhi standar kelayakan tempat tinggal. BNPB juga telah menjelaskan kepada masyarakat mengenai konsekuensi dari pembangunan huntap ini, termasuk perbedaan kualitas antara huntap yang dibangun secara terpusat dan yang dibangun di lokasi asal warga (in situ).

“Tapi kami selalu menyampaikan ke masyarakat kenapa yang relokasi lebih bagus karena dicabut dari kampungnya, dipindahkan dari lingkungannya,” ungkap Suharyanto. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah berupaya memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat mengenai pilihan yang tersedia dan implikasinya masing-masing.

BACA JUGA:  Adu Mulut Soal Royalti, Ahmad Dhani Terancam 'Diusir' dari Rapat DPR

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/gurita-bea-cukai-kpk-ungkap-safe-house-korupsi

Menurut BNPB, kualitas hunian relokasi biasanya lebih baik karena warga harus dipindahkan dari kampung halamannya. Oleh karena itu, pemerintah juga perlu menyediakan fasilitas pendukung di lokasi baru tersebut, seperti fasilitas umum dan fasilitas sosial.

“Sementara yang in situ kan tidak pisah dari kampungnya. Sementara yang relokasi juga perlu ada fasilitas umum dan fasilitas sosial,” imbuh Suharyanto. Hal ini menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.

Pemerintah akan melakukan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Sumatera yang rumahnya masuk kategori rusak berat. Setiap unit huntap mendapat anggaran Rp60 juta. Skema pembangunan huntap ini dibagi menjadi dua, yaitu pembangunan di lokasi asal warga (in situ) yang dilakukan oleh BNPB, dan pembangunan secara kolektif di tempat yang ditentukan pemerintah yang dilakukan oleh Kementerian PKP.

BACA JUGA:  Revisi UU Polri: Batas Usia Pensiun Kapolri Diubah, Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden

Pemerintah dan DPR telah sepakat bahwa bantuan bencana Sumatra dari diaspora di Malaysia diperbolehkan masuk, menunjukkan solidaritas dan dukungan dari berbagai pihak dalam upaya pemulihan pascabencana. Selain itu, terungkap bahwa 29 desa hilang diterjang bencana Sumatra, dengan jumlah terbanyak di Aceh, menggambarkan betapa dahsyatnya dampak bencana alam yang terjadi.

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pembangunan huntap dan memastikan bahwa para korban bencana mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman. BNPB dan Kementerian PKP bekerja sama untuk menyelaraskan standar pembangunan dan memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan digunakan secara efektif dan efisien.

Dengan adanya komitmen dari pemerintah dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pembangunan huntap bagi korban bencana di Sumatera dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat yang terdampak. Prioritas utama adalah memberikan tempat tinggal yang layak dan aman, serta menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua GCP: Saya Di-prank, KPU Harus Bertanggung Jawab Polemik Ijazah Gibran
Febrie Adriansyah Didakwa Peras Rp55 Miliar dari Tan Kian Agar Tak Jadi Tersangka Jiwasraya
KPK Panggil Eks Bupati Tapsel & Madina, 15 Saksi Diperiksa Pengembangan Korupsi Jalan Sumut
Gibran Buka Suara: Kuliah S1 di Singapura Bukti Telah Lulus Pendidikan Sebelumnya
Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Bawa Putusan MK soal Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA
KPK Masih Tunggu Nusron Wahid Hadir, 8 Tersangka Kasus Suap HGB Bogor Sudah Ditetapkan
Pakar Hukum: MK Tetap dalam Koridor Kewenangan, Alihkan Masalah Gibran ke Jalur Pemakzulan
Kabut Asap Kembali Selimuti Pekanbaru, PC PMII Desak Pemerintah Perkuat Langkah Konkret dan Penanganan Sumber Asap
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Ketua GCP: Saya Di-prank, KPU Harus Bertanggung Jawab Polemik Ijazah Gibran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Febrie Adriansyah Didakwa Peras Rp55 Miliar dari Tan Kian Agar Tak Jadi Tersangka Jiwasraya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:15 WIB

KPK Panggil Eks Bupati Tapsel & Madina, 15 Saksi Diperiksa Pengembangan Korupsi Jalan Sumut

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Bawa Putusan MK soal Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:53 WIB

KPK Masih Tunggu Nusron Wahid Hadir, 8 Tersangka Kasus Suap HGB Bogor Sudah Ditetapkan

Berita Terbaru