Gempa Bitung M7.6 Picu Tsunami, BMKG Akhiri Peringatan Dini

Kamis, 2 April 2026 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangunan rusak usai gempa besar M7,6 mengguncang Bitung, Sulut, Kamis (2/4/2026). Foto: Ist.

Bangunan rusak usai gempa besar M7,6 mengguncang Bitung, Sulut, Kamis (2/4/2026). Foto: Ist.

Bitung-Mediadelegasi: Gempa Bitung M7.6 pada Kamis (2/4/2026) pagi dan sempat memicu gelombang tsunami di sejumlah wilayah pesisir. Meski demikian, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan peringatan dini tsunami yang sebelumnya dikeluarkan telah resmi dicabut setelah kondisi dinyatakan aman.

Gempa Bitung M7.6 Picu Gelombang Tsunami di Sejumlah Wilayah

Gempa kuat tersebut terjadi pada pukul 05.58 WIB dan berpusat di laut sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara dengan kedalaman 33 kilometer. Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah di kawasan timur Indonesia.

Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyampaikan bahwa peringatan dini tsunami telah berakhir setelah pemantauan menunjukkan kondisi muka air laut mulai stabil.

“Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa magnitudo 7,6 pada 2 April 2026 pukul 05.48 WIB dinyatakan telah berakhir,” ujar Rahmat dalam keterangan resminya.

BACA JUGA:  BMKG Imbau Warga Pesisir Waspada Ancaman Banjir Rob Hingga 4 Mei 2025

Tsunami Terpantau di Sembilan Wilayah

BMKG mencatat gelombang tsunami terdeteksi di sembilan titik pengamatan melalui alat tide gauge. Ketinggian gelombang bervariasi dengan yang tertinggi mencapai 0,75 meter di wilayah Minahasa Utara.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/kalamitas-bahari-tsunami-bitung-ancam-sembilan-wilayah/

Selain itu, gelombang juga terpantau di beberapa wilayah lain seperti Belang (0,68 meter), Sidangoli (0,35 meter), serta Halmahera Barat yang mencatat tinggi gelombang sekitar 0,30 meter.

Sementara itu, wilayah lain yang terdeteksi mengalami kenaikan muka air laut adalah Sitaro, Bitung, Gita, Bumbulan, dan Kedi dengan ketinggian antara 0,13 hingga 0,24 meter.

Gempa Dipicu Deformasi Kerak Bumi

BMKG menjelaskan bahwa gempa yang terjadi tergolong gempa dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi di dasar laut. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa tersebut memiliki pola pergerakan naik atau thrust fault.

Jenis patahan ini diketahui dapat memicu pergerakan dasar laut secara vertikal yang berpotensi menimbulkan gelombang tsunami, terutama jika terjadi di wilayah laut dengan energi gempa yang besar.

BACA JUGA:  BMKG: Puncak Musim Kemarau di Sumut Juli-Agustus

Kerusakan Dilaporkan di Ternate

Dampak gempa juga dirasakan hingga wilayah Ternate. Laporan awal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan adanya kerusakan pada sejumlah bangunan, khususnya di Kecamatan Pulau Batang Dua.

Salah satu bangunan yang dilaporkan mengalami kerusakan adalah Gereja Kalvari yang berada di Kelurahan Lelewi. Selain itu, beberapa rumah warga juga mengalami kerusakan akibat guncangan kuat.

Warga setempat sempat mengungsi ke wilayah perbukitan setelah melihat fenomena air laut surut yang memicu kekhawatiran akan datangnya tsunami.

Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama tim BPBD masih melakukan pendataan terkait dampak kerusakan serta memastikan kondisi masyarakat di wilayah terdampak tetap aman. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua GCP: Saya Di-prank, KPU Harus Bertanggung Jawab Polemik Ijazah Gibran
Febrie Adriansyah Didakwa Peras Rp55 Miliar dari Tan Kian Agar Tak Jadi Tersangka Jiwasraya
KPK Panggil Eks Bupati Tapsel & Madina, 15 Saksi Diperiksa Pengembangan Korupsi Jalan Sumut
Gibran Buka Suara: Kuliah S1 di Singapura Bukti Telah Lulus Pendidikan Sebelumnya
Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Bawa Putusan MK soal Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA
KPK Masih Tunggu Nusron Wahid Hadir, 8 Tersangka Kasus Suap HGB Bogor Sudah Ditetapkan
Pakar Hukum: MK Tetap dalam Koridor Kewenangan, Alihkan Masalah Gibran ke Jalur Pemakzulan
Kabut Asap Kembali Selimuti Pekanbaru, PC PMII Desak Pemerintah Perkuat Langkah Konkret dan Penanganan Sumber Asap
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Ketua GCP: Saya Di-prank, KPU Harus Bertanggung Jawab Polemik Ijazah Gibran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Febrie Adriansyah Didakwa Peras Rp55 Miliar dari Tan Kian Agar Tak Jadi Tersangka Jiwasraya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:15 WIB

KPK Panggil Eks Bupati Tapsel & Madina, 15 Saksi Diperiksa Pengembangan Korupsi Jalan Sumut

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Gibran Buka Suara: Kuliah S1 di Singapura Bukti Telah Lulus Pendidikan Sebelumnya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Bawa Putusan MK soal Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA

Berita Terbaru

Camat Sungaikanan, Yusran Hasian Harahap SE MM (dua kiri), Perwakilan Kebun B Simangunsong (tiga kanan), Tokoh masyarakat H Kodirun Harahap SH (dua kanan) bersama jajaran Polsek Sungaikanan dan Personel Koramil 12/Langgapayung saat meninjau langsung longsor hebat sudut Kebun B di Desa Sabungan, Sungaikanan, Labusel, kemarin. Foto: D|maruli siregar

Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Sengkarut Gurita Bisnis Kebun di Sabungan Labusel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:54 WIB