Astronaut NASA Kembali ke Bumi Usai Keliling Bulan

Sabtu, 11 April 2026 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Empat astronaut badan antariksa AS NASA yang tergabung dalam misi Artemis 2 mendarat dengan selamat di Bumi, Jumat (10/4). Foto: Ist.

Empat astronaut badan antariksa AS NASA yang tergabung dalam misi Artemis 2 mendarat dengan selamat di Bumi, Jumat (10/4). Foto: Ist.

Washington-Mediadelegasi: Sejarah baru terukir di dunia antariksa ketika empat astronaut NASA dari misi Artemis 2 mendarat dengan selamat di Bumi pada Jumat (10/4/2026) waktu setempat. Misi bersejarah ini menandai kembalinya manusia mengorbit Bulan setelah lebih dari lima dekade, sebuah pencapaian monumental bagi eksplorasi luar angkasa.

Perjalanan Epik Empat Astronaut Mengorbit Bulan

Perjalanan epik para astronaut, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari Amerika Serikat, serta Jeremy Hansen dari Kanada, berakhir dengan pendaratan di Samudera Pasifik. Kapsul berparasut yang mereka tumpangi berhasil memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, sebuah manuver yang selalu menegangkan namun krusial.

Tim penyelamat telah siaga di lepas pantai California untuk menyambut kepulangan para pahlawan antariksa ini. Pendaratan di laut pada pukul 17.07 waktu Pasifik menjadi momen krusial sebelum mereka dijemput dan dibawa kembali ke daratan.

Setelah mendarat, para astronaut segera menjalani pemeriksaan medis intensif. Kesehatan mereka menjadi prioritas utama pasca-perjalanan luar angkasa yang menantang, memastikan mereka dalam kondisi prima.

BACA JUGA:  Xiaomi Terancam Masuk 'Daftar Hitam' AS karena Diduga Bantu Militer China

Perjalanan 10 hari ini dimulai dari Pusat Antariksa Kennedy, Florida, pekan lalu. Selama misi ini, para astronaut mencatat rekor sebagai manusia yang melakukan perjalanan terjauh dari Bumi, sebuah bukti kemajuan teknologi NASA.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/bobby-nasution-tampar-terduga-pengguna-narkoba-di-kantor-koni-sumut-bukti-nyata-perang-tanpa-kompromi/

Pesawat luar angkasa mereka, Orion, berhasil mengorbit di sisi jauh Bulan. Momen ini dimanfaatkan untuk menguji berbagai peralatan penting di lingkungan luar angkasa yang ekstrem, sebelum memulai perjalanan kembali ke Bumi.

Pencapaian ini sangat berarti karena merupakan misi berawak pertama yang mengelilingi Bulan sejak misi Apollo 17 pada tahun 1972. Jarak lebih dari 50 tahun memisahkan kedua era eksplorasi bulan ini.

Artemis 2 sejatinya merupakan penerbangan uji coba krusial. Keberhasilannya membuka jalan bagi misi pendaratan manusia di Bulan pada tahun 2028, yaitu misi Artemis 4, yang diharapkan akan lebih ambisius.

BACA JUGA:  Gempa M 6,7 Guncang Jepang Timur Laut, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Keberhasilan Artemis 2 juga menjadi fondasi penting untuk program Artemis NASA secara keseluruhan. Program ini bertujuan untuk membangun kehadiran manusia jangka panjang di Bulan dan mempersiapkan misi ke Mars.

Para ahli kini akan bekerja keras menganalisis data kunci yang terkumpul selama misi Artemis 2. Kinerja perisai panas kapsul Orion, sistem navigasi, serta teknologi pendukung kehidupan akan menjadi fokus utama analisis.

Data ini sangat berharga untuk memastikan keamanan dan keberhasilan misi-misi mendatang. Setiap detail dari misi ini akan dipelajari untuk menyempurnakan teknologi yang digunakan.

Keberhasilan Artemis 2 tidak hanya menjadi kebanggaan bagi NASA dan Kanada, tetapi juga bagi seluruh umat manusia. Misi ini membuktikan bahwa batas-batas eksplorasi terus dapat didorong lebih jauh. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat
Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok
Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026
Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki
Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 150 Orang, Ratusan Wisatawan Asing Hilang
24 Agustus 2006: Pluto Resmi Dihapus dari Daftar Planet Tata Surya, Sejarah yang Masih Memicu Perdebatan
Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Belasungkawa Korban Gempa NTT
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:11 WIB

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 11:50 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok

Rabu, 2 September 2026 - 12:03 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup

Berita Terbaru