Gelombang PHK Besar-besaran: Meta Potong 8.000 Karyawan, Ganti dengan AI

- Penulis

Jumat, 24 April 2026 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meta PHK 8.000 Karyawan, Ganti dengan AI. Foto: Ist.

Meta PHK 8.000 Karyawan, Ganti dengan AI. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi dunia, Meta Platforms. Perusahaan induk dari Facebook dan Instagram ini resmi mengumumkan rencana gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang akan memengaruhi sekitar 10 persen dari total tenaga kerja mereka di seluruh dunia. Jumlah tersebut diperkirakan mencapai 8.000 orang yang posisinya akan digantikan oleh teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Keputusan strategis ini tertuang dalam memo internal yang disampaikan manajemen kepada seluruh karyawan pada Kamis, 23 April 2026. Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa gelombang PHK putaran pertama dijadwalkan akan mulai dilaksanakan pada tanggal 20 Mei mendatang. Namun, proses perampingan ini tidak berhenti sampai di situ, karena dikabarkan akan ada gelombang pemangkasan tenaga kerja lagi yang menyusul menjelang akhir tahun 2026.

Langkah drastis ini diambil sebagai bagian dari transformasi besar-besaran perusahaan yang kini semakin agresif mengadopsi teknologi otomasi. Selain memberhentikan karyawan yang sudah ada, Meta juga memastikan bahwa mereka tidak akan melakukan rekrutmen baru untuk mengisi sekitar 6.000 posisi yang saat ini masih kosong atau lowong. Kebijakan freeze perekrutan ini menandakan fokus perusahaan yang benar-benar beralih ke efisiensi berbasis teknologi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum pengumuman besar ini, sebenarnya Meta sudah mulai melakukan pemangkasan secara bertahap sepanjang tahun ini. Dilaporkan bahwa pada awal tahun, perusahaan telah melepas sekitar 1.500 pekerja yang berada di bawah naungan divisi Reality Labs. Saat itu, alasan yang diberikan adalah pergeseran fokus bisnis dari pengembangan dunia virtual atau metaverse menuju pengembangan teknologi super cerdas di bawah naungan Meta Superintelligence Labs.

BACA JUGA:  Xiaomi Gulirkan HyperOS 3 Global Berbasis Android 16, Performa Lebih Ngebut dan Sentuhan AI Lebih Cerdas

Tren perampingan ini juga nyata terlihat pada bulan Maret lalu. Pada periode tersebut, Meta diketahui telah memberhentikan ratusan karyawan yang bekerja di unit Facebook dan divisi lainnya. Salah satu dampak terbesarnya adalah pengalihan fungsi pekerjaan, termasuk tugas-tugas krusial seperti moderasi konten, yang kini mulai dialihkan penanganannya sepenuhnya kepada sistem AI.

Keputusan Meta ini bukanlah fenomena yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari tren besar yang sedang melanda industri teknologi global. Banyak perusahaan raksasa lain kini juga melakukan langkah serupa dalam upaya beradaptasi dengan era baru yang didominasi oleh kecerdasan buatan dan efisiensi biaya operasional.

Sebagai bukti nyata tren tersebut, pada hari yang sama saat Meta mengumumkan PHK, Microsoft juga memberikan sinyal serupa. Perusahaan besutan Bill Gates itu dikabarkan akan menawarkan program pengunduran diri sukarela kepada sebagian karyawannya. Sementara itu, kompetitor berat lainnya, Amazon, bahkan telah lebih dulu melakukan pemangkasan ekstrem dengan memberhentikan sekitar 30.000 karyawan di berbagai divisi, semuanya demi mendukung integrasi alat-alat AI dalam operasional mereka.

Kembali ke Meta, investasi yang ditanamkan perusahaan ini untuk pengembangan AI disebut-sebut mencapai angka yang fantastis. Dilaporkan bahwa Meta telah menghabiskan dana hingga ratusan miliar dolar hanya untuk riset dan pengembangan teknologi ini. Bukti nyata dari investasi besar tersebut baru saja diluncurkan awal bulan ini, yakni sebuah model AI mutakhir yang diberi nama “Muse Spark”.

BACA JUGA:  Polisi Bongkar Grup Facebook "Fantasi Sedarah": 32 Ribu Member Terlibat Jaringan Pornografi dan Eksploitasi Anak

Di sisi lain, langkah transformasi ini ternyata juga menyisakan sejumlah persoalan dan perhatian khusus terkait privasi. Baru-baru ini, manajemen Meta memberi tahu para pekerjanya bahwa perusahaan akan menerapkan alat pelacak aktivitas baru di komputer kerja masing-masing. Alat ini berfungsi merekam dan mengambil data dari perangkat karyawan.

Yang menjadi sorotan, data yang dikumpulkan dari aktivitas kerja para karyawan tersebut secara eksplisit disebut akan digunakan sebagai bahan baku atau dataset untuk melatih agen-agen AI. Dengan kata lain, pekerjaan manusia kini justru dijadikan bahan ajar bagi mesin yang kelak akan menggantikan posisi mereka.

Kebijakan ini menandai babak baru dalam dunia kerja di mana efisiensi dan kecepatan teknologi menjadi prioritas utama. Meskipun menjanjikan kemajuan, pergeseran ini tentu menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi jutaan pekerja di sektor teknologi yang kini harus bersaing dengan kemampuan algoritma yang terus berkembang pesat.

Hingga saat ini, respons dari para karyawan maupun serikat pekerja terhadap rencana PHK massal ini masih terus menjadi sorotan. Dunia kini menantikan bagaimana dampak ekonomi dan sosial dari perubahan paradigma kerja yang masif ini, di mana manusia perlahan mulai digeser oleh mesin demi keuntungan perusahaan yang lebih besar. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perang Blokade Memanas: AS Tutup Selat Hormuz, Iran Balas dengan Larangan Serupa
Trump Umumkan Perpanjangan Gencatan Senjata Israel-Lebanon Selama 3 Minggu
Ketegangan Meningkat: Iran Kecam Blokade AS, Anggap sebagai Agresi Terbuka
Tembus Blokade AS, Dua Supertanker Iran Berhasil Keluar dari Selat Hormuz
Jepang Siaga Tinggi: Gempa M 7,4 Guncang Sanriku, Peringatan Tsunami 3 Meter Diterbitkan
Pasar Global Terguncang: Harga Minyak Dunia Meroket Akibat Blokade Selat Hormuz
Eskalasi di Teluk: Blokade AS dan Insiden Kapal Touska Picu Kebuntuan Negosiasi
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Tuding AS Lakukan Pembajakan

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 14:14 WIB

Gelombang PHK Besar-besaran: Meta Potong 8.000 Karyawan, Ganti dengan AI

Jumat, 24 April 2026 - 11:09 WIB

Perang Blokade Memanas: AS Tutup Selat Hormuz, Iran Balas dengan Larangan Serupa

Jumat, 24 April 2026 - 11:02 WIB

Trump Umumkan Perpanjangan Gencatan Senjata Israel-Lebanon Selama 3 Minggu

Rabu, 22 April 2026 - 16:31 WIB

Ketegangan Meningkat: Iran Kecam Blokade AS, Anggap sebagai Agresi Terbuka

Rabu, 22 April 2026 - 13:55 WIB

Tembus Blokade AS, Dua Supertanker Iran Berhasil Keluar dari Selat Hormuz

Berita Terbaru