IRGC Serang Pangkalan Militer AS Usai Gempuran Udara di Bandar Abbas

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah, Kamis (28/5), sebagai pembalasan. Foto: Ist.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah, Kamis (28/5), sebagai pembalasan. Foto: Ist.

Teheran-Mediadelegasi: Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat pada Kamis (28/5/2026).

Serangan tersebut disebut sebagai aksi balasan atas gempuran udara militer AS terhadap fasilitas militer Iran di Kota Bandar Abbas yang terjadi beberapa jam sebelumnya.

Media pemerintah Iran melaporkan serangan balasan dilakukan sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Namun hingga kini belum dijelaskan secara rinci lokasi pangkalan militer AS yang menjadi target serangan tersebut.

Sumber pejabat militer IRGC menyatakan bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap setiap tindakan agresi yang dilakukan terhadap wilayah dan kepentingan negaranya.

IRGC juga memperingatkan bahwa serangan balasan berikutnya dapat berlangsung lebih keras apabila Amerika Serikat kembali melakukan aksi militer terhadap Iran.

BACA JUGA:  Maduro Digulingkan, AS Incar Minyak Venezuela

Ketegangan antara kedua negara meningkat tajam setelah serangan udara AS yang dikabarkan menghantam sejumlah fasilitas militer di Bandar Abbas pada Kamis dini hari.

Menurut laporan media internasional, operasi udara militer AS disebut menargetkan fasilitas peluncuran drone milik Iran serta sejumlah drone kamikaze yang diduga mengancam kapal perang Angkatan Laut AS dan kapal tanker di kawasan Teluk.

Serangan udara tersebut memicu ledakan besar yang sempat mengejutkan warga Bandar Abbas dan menimbulkan kepanikan di sejumlah wilayah sekitar lokasi kejadian.

Meski demikian, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa serangan militer AS tidak menyebabkan korban jiwa maupun kerusakan besar pada fasilitas yang menjadi sasaran.

Situasi di kawasan Teluk dan sekitar Selat Hormuz kini dilaporkan berada dalam kondisi tegang menyusul meningkatnya aktivitas militer antara Iran dan Amerika Serikat.

BACA JUGA:  Gempa M 7,5 Guncang Jepang, BMKG Pastikan Tak Ada Potensi Tsunami di Indonesia

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis perdagangan minyak dunia yang selama ini kerap menjadi titik panas konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Pengamat internasional menilai eskalasi terbaru antara Iran dan AS berpotensi memicu ketidakstabilan keamanan regional apabila kedua pihak tidak menahan diri.

Hingga saat ini, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan keterangan resmi terkait klaim serangan balasan IRGC terhadap pangkalan militer mereka.

Sementara itu, otoritas Iran menegaskan akan terus mempertahankan kedaulatan negara dan siap merespons setiap ancaman yang dianggap membahayakan keamanan nasional mereka. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat
Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok
Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026
Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki
Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 150 Orang, Ratusan Wisatawan Asing Hilang
24 Agustus 2006: Pluto Resmi Dihapus dari Daftar Planet Tata Surya, Sejarah yang Masih Memicu Perdebatan
Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Belasungkawa Korban Gempa NTT
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:11 WIB

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 11:50 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok

Rabu, 2 September 2026 - 12:03 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup

Berita Terbaru