Hamas Kutuk Serangan Israel di Gaza saat Idul Adha, Puluhan Warga Sipil Tewas

- Penulis

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hamas menyebut serangan Israel dalam 2 hari terakhir, termasuk saat Idul Adha, menunjukkan militer Zionis ingin kembali ke perang genosida. Foto: Ist.

Hamas menyebut serangan Israel dalam 2 hari terakhir, termasuk saat Idul Adha, menunjukkan militer Zionis ingin kembali ke perang genosida. Foto: Ist.

Gaza-Mediadelegasi: Kelompok perlawanan Palestina Hamas mengecam keras serangan militer Israel di Jalur Gaza yang terjadi selama dua hari terakhir, termasuk saat perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.

Hamas menilai serangan tersebut sebagai tindakan brutal yang menargetkan warga sipil dan memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah Gaza.

Dalam pernyataannya, Hamas menyebut aksi militer Israel tidak hanya melanggar kesepakatan gencatan senjata, tetapi juga mencederai suasana hari raya umat Muslim.

Menurut Hamas, peningkatan serangan dalam beberapa hari terakhir menunjukkan Israel ingin kembali melanjutkan operasi militer besar-besaran di Gaza.

Serangan udara Israel dilaporkan menghantam sebuah apartemen di pusat Kota Gaza pada Rabu malam (27/5/2026). Akibat serangan itu, sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas.

BACA JUGA:  Pemerintah AS Shut Down, Gaji PNS dan Tentara Terancam Tertunda

Korban meninggal disebut terdiri dari warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan. Selain itu, puluhan orang lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan dan reruntuhan bangunan.

Hamas menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati bersama pihak mediator internasional.

Kelompok tersebut juga menuduh Israel mengabaikan berbagai upaya diplomatik yang dilakukan negara-negara mediator untuk menghentikan konflik dan menjaga perdamaian sementara di Gaza.

Dalam keterangannya, Hamas menilai tindakan Israel memperlihatkan keinginan untuk kembali pada pola perang yang telah berlangsung sejak Oktober 2023.

Situasi keamanan di Gaza sendiri kembali memanas setelah meningkatnya intensitas serangan udara dan operasi militer di sejumlah wilayah padat penduduk.

BACA JUGA:  Presiden Iran Minta Maaf atas Serangan ke Negara Tetangga

Sebelumnya, kesepakatan gencatan senjata di Gaza ditandatangani di Sharm El Sheikh pada Oktober 2025 melalui mediasi Amerika Serikat, Qatar, Turki, dan Mesir.

Kesepakatan itu dicapai setelah konflik berkepanjangan selama dua tahun yang menyebabkan puluhan ribu korban jiwa dan luka-luka di Jalur Gaza.

Selain menimbulkan korban manusia, perang tersebut juga menyebabkan kerusakan besar terhadap infrastruktur sipil, termasuk rumah warga, fasilitas kesehatan, sekolah, dan jaringan layanan publik.

Hingga kini, komunitas internasional terus menyerukan penghentian kekerasan dan perlindungan terhadap warga sipil di Gaza di tengah situasi kemanusiaan yang semakin memburuk. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IRGC Serang Pangkalan Militer AS Usai Gempuran Udara di Bandar Abbas
Aktivis GSF Bianca Webb-Pullman: Kami Diperlakukan Lebih Buruk dari Hewan di Tangan Militer Israel
Menteri Israel Unggah Video Perlakuan Kasar ke Aktivis GSF, Ciptakan Suasana Merendahkan Martabat Manusia
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka: Israel Tangkap Dua Warganya, Netanyahu Dianggap Penjahat Perang
PM Malaysia Anwar Ibrahim Kecam Keras Tindakan Israel Terhadap Armada Bantuan Gaza: Pelanggaran Hukum Internasional
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius: Pasien Wajib Isolasi 42 Hari, 3 Orang Meninggal
Ledakan dan Kebakaran Hebat Melanda Kilang Minyak Chalmette Louisiana, Tidak Ada Korban Jiwa
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: AS Tetapkan Status Darurat Level 3, Risiko Penyebaran Masih Rendah

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:10 WIB

Hamas Kutuk Serangan Israel di Gaza saat Idul Adha, Puluhan Warga Sipil Tewas

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:28 WIB

IRGC Serang Pangkalan Militer AS Usai Gempuran Udara di Bandar Abbas

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:56 WIB

Aktivis GSF Bianca Webb-Pullman: Kami Diperlakukan Lebih Buruk dari Hewan di Tangan Militer Israel

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:40 WIB

Menteri Israel Unggah Video Perlakuan Kasar ke Aktivis GSF, Ciptakan Suasana Merendahkan Martabat Manusia

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:11 WIB

Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka: Israel Tangkap Dua Warganya, Netanyahu Dianggap Penjahat Perang

Berita Terbaru